Rabu, 22 November 2017

Sangat Berbeda

Coba kau tanya, apakah sebelumnya aku pernah bermimpi seperti ini? Sungguh, aku bukan nona Nam, Jaksa Jung dan Woo Tak serta pak Choi dalam film While You Were Sleeping yang bisa mengetahui masa depan lewat mimpi-mimpiku. Membayangkan pernah menjadi kekasih orang sepertimu pun aku tidak pernah. Ternyata, keputusan itu memang salah. Memilih hati untuk nyaman kepada orang y sama sekali bukan bayanganku selama ini. Pernah kuminta kau datang kepadaku? Aku masih ingat lagi, siapa y bersusah payah ingin bersama. Siapa yang berkorban dan siapa yang menhan malu untuk tetap bisa bersama. Aku juga masih ingat siapa y matanya merah karena nangis dg sandiwaraku.

yang nangis karena kutipu aku adalah istri orang. Aku belum lupa siapa yang rela dimarahi ibunya karena terlambat pulang ke rumah setelah keluar malam bersamaku. Aku juga masih ingat sekali siapa yang bolos les demi bertemu aku setiap malam. Aku juga masih ingat siapa yang setiap hari gk pernah henti mengirimiku pesan, siapa yang setiap hari membuat hp ku berdering sampai untuk memainkan media sosialku pun aku tak punya waktu karena kau kau saja yang mengusik hariku. Tapi, aku tidak pernah melarangmu. Aku bahkan dengan bahagia menerima semua perlakuan dan unjuk cintamu. Tapi kau?? Apa yang kau balas Sekarang. Iya, kuakui. Aku pernah memblokirmu saat kita berantam, tapi tidak lama. Hanya setengah atau satu hari saja. Itupun dengan tujuan bukan untuk membuatmu terhalang menghubungiku. Bukan tujuanku untuk membuatmu gundah atau menyerah. Aku hanya memblokirmu agar aku tau sejauh mana usahamu untuk mencari jalan lain untuk menghubungiku. Aku selalu membukanya kembali. Tapi kini?? Kau memblokir semua akunku. Kau memblokir setiap kali nomor baruku menghubungimu. Kau memblokir setiap aku mengirimkan satu pesan, bahkan sebelum aku sempat mengirim lanjutannya.

Aku tau aku punya salah. Aku menduakanmu. Tapi, bukannya itu sudah kau maafkan 2 hari sebelum kau mencaci makiku? Bukannya kau sudah tidak ingin membesarkannya karena kau mengerti aku? Bukankah katamu kau benr2 menyayangiku? Apa kau lupa kata-kata apa saja y pernah kau nyatakan padaku? Kenapa kini kau mengaku kita tidak pernah punya ikatan? Lantas, apa arti semua y kita jalani selama ini? Aku bahkan sudah pernah menulis mu surat tentang ini. Aku lelah jika harus menulis ulang.

Ya, kuakui aku pernah mencacimu, memakimu, tapi kau tahu itu hanya sebentar, tidak akan berlarut seperti y kau lakukan padaku kini. Sungguh, aku tidak pernah membayangkan ini sedikitpun terjadi. Kau bahkan tidak dalam gambar y buruk di bayanganku. Aku masih selalu mengenang mu dg smua kebaikan, kesungguhan  dan ketulusanmu. Sedikitpun aku tidak menyangka kau akan berkata sekasar itu kepadaku.

Ternyata benar. Dulu, kau perlakukan dia di depanku seperti itu. Tapi aku melihat tetap masih ada harapan dan upaya darimu untuk kembali dengannya. Aku pernah berkata kepadamu "Kau mencaci makinya skrang, kasar padanya seperti itu. Aku yakin, nanti saat kita tidak bersama lagi atau saat kau marah kepadaku pun kau akan melakukan hal yang sama." Apa yang kau kata? "Gak". Ternyata benar ya kan?? Kau bahkan memakiku dengan lebih kasar "Banyak kali bacot kau, anak jadah pukaima" Wow, kau memang selalu jadi orang pertama dalam ceritaku. Kaulah orang pertama yang berlatar demikian kepadaku. Bahkan, dari keluarga atau temanku sendiripun aku tidak pernah mendengarnya. Tapi kau? Kau bahkan bersikap lebih tua dariku. Seolah aku lebih muda darimu dan kau pantas menghinaku seperti keterangan di profilmu. "Panggil Gue Sampah" Seolah kau ingin menunjukan kalimat itu kepadaku.
Ya, aku memang sampah. Sampah bagimu dan mereka bahkan aku sendiri juga akan menganggap kalimatku itu benar. Aku adalah sampah. Y dengan bodohnya memacari murid-murid sendiri. Yang dulunya aku kau sanjung dan puji kini kau hina bagaikan akulah lelaki paling hina dan menjijikan. Kudoakan, smga kelak. Kau akan bersama dengan lelaki yang kau pilih saat ini. Kau akan menjadi istri yang baik dan mendapatkan kebahagiaan sebagaimana y kau inginkan. Ternyata kau memang belum dewasa. Aku telah salah menilaimu. Semua perhatian dan caramu mendekatiku kuanggap satu ketulusan yang akan abadi. Ternyata aku salah. Kau memang masih anak kecil. Kau bahkan tidak punya sikap dewasa sedikitpun. Sama seperti cara kau mencandaiku di depan teman-temanmu. Kuanggap itu ekspresi terlalu bahgiamu dan cara kau mencari perhtianku. Ternyata aku salah. Kau kini bahkan lupa bahwa aku pernah menjadi bapak gurumu. Kau bahkan lupa bahwa aku pernah memberimu ilmu. Kau benar-benar mencampakkannya tanpa penjelasan yang dapat aku terima.

Biarlah, aku yang salah akan dibalas sesuai salahku. Smga kau tidak akan merasakan apa yang aku rasakan. Apapun yang kau lakukan saat ini. Aku mencintaimu. Aku selalu mengingatmu. Aku msih merindukanmu. Aku ingin tetap bersamamu meski kutahu kini kau telah tumbuh dewasa, menjadi seorang karyawan dan menjadi seorang model cantik. Aku masih di sini, berharap kau memilihku lagi. Aku masih sendri. Bukan karena tidak ada wanita lain y mendekatiku. Tapi karena di hatiku hanya ada satu nama. Hatiku telah terkunci. Kuncinya ada padamu. Aku sendiri tidak bisa membukanya lagi untuk mengganti nama y baru. Sebab, kaulah pemiliknya meski kau sendiri telah enggan masuk ke sana. Biarlah kenangan bersamamu akan kulukis indah seperti keahlianmu dalam melukis.

22/11/2017 FiNa....

Sabtu, 18 Maret 2017

Mungkin

Mungkin sampai kapanpun kemungkinan itu memang tidak akan menjadi mungkin.  Tapi aku selalu yakin bahwa ketidakmungkinan itu pasti akan menjadi mungkin walau nantinya mungkin aku harus memungkinkan hatiku untuk bertahan dengan luka.





#15/3/2017 ^_^ MySoulisH

Jumat, 17 Maret 2017

Suami Orang

Mencintai suami orang adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal.  Cintanya saja sudah salah maka akan sangat wajar apapun yang kita perbuat akaan tetap selalu salah. 

Setiap saat aku belajar untuk tidak melakukan hal yang tidak engkau sukai.  Aku memaksa diri agar berhati hati dg segala tindakan termasuk dalam hal mengirimmu pesan. 

Aku selalu menunggu pemberitahuan online di akun whatsappmu.  Aku rela menunggu berpuluh puluh menit bahkan sampai berjam sekalipun hanya untuk membuka dan menutup akunmu.  Tujuannya adalah agar aku dapat menyapamu saat kau sedang membuka whatsappmu.  Hal ini aku lakukan agar pesanku tidak masuk di waktu yang salah misal aku takut jika kau sedang tidak online tapi aku mengirimmu pesan aku takut pesan itu akan dibaca oleh istrimu.  Jujur aku tak pernah membayangkan jika saat akunmu online dan hp mu sedang di tangan istrimu karena sejak pertama kita dekat aku tidak pernah ditegur oleh istrimu.  Singkatnya aku mengambil kesimpulan bahwa hpmu jarang dipegang  oleh sang istri. 

Terkadang aku berharap agar sesekali istrimu yang membuka pesanku lalu membalasnya.  Bukan tujuan ingin menghancurkan keluargamu justru aku ingin kita sama-sama selamat khususnya dalam hal akhirat.  Aku berharap istrimu tau keberadaanku agar dia dapat menolongku.  Aku ingin dia mengetahui kesengsaraanku menahan diri karena tidak dapat memilikimu.  Aku ingin bercerita banyak kepadanya agar ia mengerti dan memahami posisiku ya walau nanti aku tahu ketika kami saling bercerita akan ada hati yang patah dan air mata akan membasahi patahan itu.  Aku juga tahu bahwa dia juga akan memintaku untuk memahami lukanya lalu membaca hatinya.  Tapi itulah intinya aku ingin berkenalan dengannya dg harapan masalah kita akan terselesaikan dengan baik.

Kau bilang aku seperti anak kecil.  Oke aku mengaku katamu benar jika dilihat dari caraku yang tak pernah henti menghubungimu.  Aku selalu ingin mengobrol dg mu shingga keinginan atas dasar rindu itu memang pantas kau katakan buruk.  Tapi tidakkah engkau sadar betapa aku telah berusah menjadi dewasa dalam mencintaimu??  Kedewasaan itu terbukti dari caraku yang tidak pernah berusha mengusik istrimu meski setiap hari aku memeriksa media sosialnya dan juga keluarganya. 

Jika aku tidak dewasa status keharmonisan keluargamu sudah berubah menjadi petaka sejak dulu.  Aku bisa saja menghancurkanmu dengan berbagai bukti yang aku punya.  Tapi kau tahu bukan,  betapa aku baik dalam menahan diri.  Aku sangat menjagamu.  Aku tidak ingin hidupmu berantakan meski kau bahkan tak pernah memikirkan keadaanku yang sakit karena menginginkanmu yang mustahil untuk aku miliki.  Kenapa aku tidak melakukan semua itu?  Jawabannya kau pasti tahu.  Aku mencintaimu.  Aku menginginkanmu.  Aku merindukanmu dan aku ingin selalu dekat denganmu bukan untuk merebutmu.  Aku hanya ingin memilikimu meski kutahu mendapatkanmu tidak akan ada caranya jika bukan kau sendri yang menerimaku. 

Sayang,  semua obrolan kita sejak awal masih rapi tersimpan di arsipku.  Semua tentangmu masih kusimpan.  Jika aku mau aku bisa saja "bercerita" banyak kepada istrimu dan menunjukkan beberpa bukti yang memang akan diakui kebenrannya oleh dia.  Tapi sekali lagi aku tegaskan bukan itu tujuanku.  Jikapun suatu saat dia tahu aku berharap kami bisa akrab dan berteman dengan baik.  Kau tahu kan?  Aku hanya ingin memilikimu saat ia tidak di sisimu.  Memelikimu dalam sesaatpun sudah sngat berharga bagiku.  Begitulah dalamnya cintaku padamu.

Katamu kau tidak mencintaiku.  Semua yang pernah kita lewati hanyalh buing kenangan yang disapa oleh nafsu. Jika benar,  kenapa  aku tidak melihat penolakan darimu ketika kau di sisiku?  Itukah hasutan syaitan?  Mengapa engkau kalah dengannya? Bukankah cinta yang agung tak akan dilemahkan oleh syaitan?  Lantas mengapa engkau menunjukkanku jalan untuk mengusik bahteramu? 

Kau menolakku setelah banyak hal yang kita lewati. Bukankah itu sebuah keegoisan?  Bukankah itu sebuah tindakan tidak bisa menghargai?  Bukankah Itu pertanda kebosanan darimu?? 

Karena semua yang membuatmu ingin tahu mungkin sudah kau ketahui sehingga mudah bagimu untuk mengusirku padahal kau tahu betapa kekuatan cinta akan mengakari semua ucapan dan tindakan.

Seandainya kau memang ingin setia dan tidak menyakitinya kau harus benar-benar membuatku pergi darimu.  Sayangnya selama ini aku menilai kau hanya belagu ketika kita berjauhan sedangkan saat bersama kau melahirkan sebuah rasa nyaman yang mungkin engkau sendiri tidak menyadarinya. 

Kau sudah dewasa sedangkan katamu aku sangat jauh dri kata itu.  Marilah kita berpikir jaalan apa yang harus kita lalui ke dpan dan coba kita mengenang lalu instropeksi diri sudah seperti apa sudah sikap dan cara kita saat bersama. 

Ketahuilah aku benar2  sangat mencintaimu meski kita tidak akan pernah saling mencintai dengan dalam. 

Rabu, 15 Maret 2017

Rintik Hujan Yang Damai

Terimakasih banyak atas kerinduan yang kau izinkan untuk bersemayam di ujung sunyi yang indah.  Terimakasih atas pelabuhan yang aku singgahi.  Kau memberiku kasih yang telah lama aku hajatkan. 

Dirinya telah berhasil aku perankan.  Impianku hanya menggapai mimpi bersamamu karena kutahu kau dan aku hanya akan berpaut dalam syahdu yang maya.  Kebahagian yang melambung tinggi seiring sentuhan butiran hujan yang menyapa teduhan bahtera yang tengah berlayar. 

Tak ada kata selain cinta yang bertaburan di taman hati yang tengah masyuk dalam kemesraan di kesunyian itu. Kau memberiku b
Jdi dia di istabajya adalahbkbjgaian y tak trtandingkan.

Senin, 13 Maret 2017

Whatsapp

Rinduuuuu...
Berbagai rasa muncul di hati. Ingin menyapa tapi segan.  Hanya mampu mengintipmu melalui Whatsapp.  Setiap aku melihat akunmu kau selalu sedang online atau baru beberapa menit yang lalu. Rasanya inginn sekali aku mengirimmu pesan tapi aku kucoba menepiskan segala rasa.

Minggu, 12 Maret 2017

Kesepakatan Kita

Kesepakatan yang kita jalani benar-benar membuatku terluka dan tersiksa.  Aku menderita karna tak memiliki hak apapun.  Aku sakit karna terlalu mencintaimu sedangkan kau mungkin tak  pernah terpikir untuk kita saling mencintai.  Orang yang mencintai tak pernah punya alasan kenapa ia selalu ingin bersama dan ingin selalu memberi kabar.  Ia akan selalu ingin dekat maka ketika kau menjwab "Ada apa" ketika dia menyapa itu adalah sebuah kesakitan.  Apa kau pikir orang y merindukan itu ada sesuatu selain hanya ingin bersma.  Shrusnya kau jgn mnjwab itu.  Apa kau benar-benar tidak bisa memblas dg sedikit merayu atau sekadar berusha ramah? 

Maafkan aku jika terkesan menuntutmu.  Aku tidak menuntut krna kau telah memintaku untuk itu.  Aku hanya bertanya.  Smga kau mengerti jika hatimu terketuk untuk membaca tulisan ini.

Sikapmu

Setiap kita bertemu kita seakan seperti sepasang kekasih yang selalu akur dan tak pernah ribut tetapi setelah perjumpaan berakhir kita menjadi seperti dua orang yang selalu bermusuhan.  Kau selalu menciptakan jarak dan batas yang sangat sulit untuk aku lalui. Kau sulit sekali kuterka. Sikapmu yang berubah ubah semakin menyiksaku.  Membuatku merasa sangat hina dan bodoh.  Aku malu.  Kau membuatku semakin pesimis. 
Lucu. Ketika berjumpa di waktu yang kita janjikan kau begitu akrab dan ramah kepadaku. Kau tampak senang bersamaku tapi kenapa setelah itu semuanya selalu berubah.  Tak sampai sehari kau akan kembali jadi dirimu.  Sikapmu selalu kupertanyakan.  Siapa sebenarnya yang bersamaku kemarin?  

Mengapa aku selalulah sedangkan kehadiranku setelah kita berjumpa benar-benar sebuaah usaha yang aku lakukan agar kita semakin dekat.  Apalah daya jika setiap usahaku selalu terkesan memaksa dan mengganggumu. 

Sejak pertemuan terakhir itu pada 7 Maret 2017 tepatnya malam rabu aku yang sudah terbiasa memikirkanmu tanpa henti menjadi semakin gila terhadapmu.  Aku membayaangkanmu hampir seluruh waktuku.  Bukan saat aku sendiri saja bayangmu menyapaku tapi jga di keramain kau sulit kulupa. 

Aku hanya ingin kita baik-baik saja. Jikapun tidak semakin dekat setidaknya jangan semakin jauh.  Tapi lihatlah sikapmu.  Kau yang meminta agar aku bertemu meski itu atas keinginanku.  Aku mengucapkan bnyak terimksih atas kesempatan berharga yang indah itu.  Terimksih atas cerita yang kau izinkan untuk aku lukis dan kusimpan dalam bingkai hatiku yang pilu.  Kenangan itu tidak akan mudah kulupa meski kelak saat seseorang akan menggantikanmu mungkin kenangan itu akan hambar dan pudar.  Percayalah saat ini tidak ada sedikit kemampuankupun untuk menggantikanmu dengan yang lain walau hanya sekadar ingin melupa dan mengusirmu dari hati. 

Kesepakatan yang telah kita sepakati membuat aku semakin terluka.  Katamu kau akan memberiku kesempatan seperti yang aku mau asal aku tidak memaksamu harus menjadikan aku orang yang spesial.  Kau juga menegaskan dengan tanpa iba bahwa hatimu tak akan pernah terbagi selain hanya untuknya yang telah memilikimu.  Kau benar-benar menutup pintu untuk aku mampu masuk ke dalam hatimu. Katamu bukan sebuah kekejaman tapi demi kebaikan semua karena itu adalah hal yang mustahil bagi kita.

Iya aku paham. Aku patuh dan aku tidak membantahmu.  Aku menuruti katamu.  Aku mendidik diriku agar tidak berambisi untuk memilikimu seutuhnya.  Aku memahaamkan diriku bahwa kau hanya dapat aku miliki di waktu yang tak dapat dipastikan.  Artinya kau dan aku hanya akan sesekali saja bertemu untuk memadu kasih itupun dalaam kesempatan yang yang sangat sempit.  Aku belajar menerima semua itu. 

Tapi tahukan kamu betapa aku tersiksa?  Betapa aku sakit dan gelisah?  Aku bahkan tidak punya satu dayapun walau hanya sekadar menyapamu.  Aku menjadi sangat segan.  Perjumpaan kita seakan tanpa makna.  Entah karena hanya 17  menit bagimu semua itu menjadi sia-sia dan berlalu tanpa bekas. 

Ingin sekali aku bertanya, "Mengapa  kau menjadi sangat cuek? " "Apa  aku terlalu tak berkesan bagimu" "Mengapa kau menjauh?  Jelas kau tahu aku tak pernah mengusik dia.  Aku hanya ingin kamu bukan niat menghancurkanmu" "Mengapa pesanku yang baru saja bersamamu seakan sama dengan pesan seseorang yang sngat kau benci tapi karna kau menjga perasaannya akhirnya kau hanya berpura pura baik untuk menyenangkannya.  Apa itu juga yang kau alaami? " Apa aku terlalu menjengkelkan sehingga balasanmu sangat acuh? "

Entahlah, begitu kira-kira berbagai pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepadamu. Tapi karena aku takut kehilanganmu aku kembali menyimpan pertanyan2 itu dalam hatiku meski sampai kapanpun hatiku tak akan kuasa untuk memberiku jwaban. Aku selalu teringat pesanmu bahwa aku tak boleh menuntutmu apalgi memaksamu.  Aku takut kau marah lalu kita kembali jauh seperti 11 bulan yang lalu. 

Aku ingin menjaga semuanya.  Aku ingin tetap memilikimu walau dengan cara harus mengorbankan hal lain yang lebih penting bagiku.  Aku ingin selalu bisa bersamamu walau aku harus menderita karna hakku yang sangat terbatas.  Aku ingin mengatakan rindu saja tak mampu.  Aku takut kau akan marah karena kau berpikir aku terlalu posesif dan sebagainya.  Padahal kau tahu betapa aku memerangi hasratku. 

Aku ingin kau ada, bukan menuntut atau memaksa.  Aku hanya ingin kau tidak brrsikap militer kepadaku.  Aku takut dengan jwabanmu yang singkat.  Kau menghijabku.  Mengertilh betapa kerinduan itu menyiksaku. 

Ya aku tahu aku sangat menjengkelkn.  Mungkin kau berpikir betpa aku membosankan krena rindu aaja yang aku kabarkan kepadamu.  Aku minta maaf krna hanya itulah kta yang mewakili perasaanku.  Jika kau pernah merasa rindu pada seseorang kau akan tahu betapa kerinduan itu menyakitkan. Dia bukan hanya membuatku bersedih. Ia juga mematahkan hidupku.  Iaa melumpuhkaan hatiku.  Gelisah dan pilu terus menyelimuti waktuku. 

Apa yang harus aku lakukan??  MELUPAKAN dan MENJAUH. Aku tahu ini solusinya  tapi kau tahu betapa itu sulit aku lalui.  Hina, bodoh dan entahlah. Kau pantas meninggalkanku krna aku memang tidak punya seuatu apapun yang membuatmu bangga kepadaku.  Salahlah aku bila sulit melupakanmu?  Mengapa cintaku harus lahir kepada orang yang salah?  Mengapa cintaku salah?  Aku ingin cinta itu suci dan tulus lagi apa adanya. Aku ingin sebuah kebenaran yang membahagiakan. Sayangnya sampai matipun selama kau yang aku cintai kesempurnaan itu akan sangat jauh dri hiduppku meski aku mencintaimu dengan sabar dan benar.  Kebahgiaan akan sulit aku abadikan meski setiap hal sekecil apapun tentangmu selalu membuatku merasa bahgia. Itulah cinta. Otakpun akan lenyap.....

I really miss u so much dear.  You are my soul, my hope and my beloved.  I wish u become my soulmate....
I am sorry for all mistake. I love u.

Kamis, 09 Maret 2017

Hubungan Tanpa Status

Ternyata harus ku akui berat menjalani cinta tak pasti
Indah ikatan yang kurasa rela terjalin tanpa status semata
Lelah kian menghimpit hati tak semestinya menggoreskan perih
Sekian lama aku bertahan salahkah aku bila menuntut kepastianmu
Reff :
Sapatutnya aku sadari tak mungkin aku memilikimu
Karena sesungguhnya ikatan yang tlah kita sepakati
Membuat hatiku yang terluka
semakin ku tak kuasa untuk mengakhirinya
Tak berartikah semua ini ku memberi yang terbaik untukmu
Meski terkadang kubertanya dalam hatimu pernahkah kau merasa bahagia
Sekiranya ku takkan bisa berikan kepastian untukmu
Biar keadaan ini berjalan seperti adanya
Memaksa hatimu tak bedaya
menjalani hubungan tanpa status semata
Interloud :
Demi waktu yang bergulir diantara kita
Mungkin kan terluluhkan hati oleh ketulusan cintamu yang meyakiniku

Rabu, 08 Maret 2017

Utak Na??? (U, Pm Fw)

Dalam mencintai "utak" memang tak pernah mampu berperan dengan baik. Bahkan dia vakum untuk berjalan. 

Alahom, alahom, alahom. Han ek le kupike sabe-sabe aku salah. Alahom alahom alahom. Bek le ta marit manteng. Alahom alahom alahom tanyo pih hana talo sapu.

Kakeuhlah, meunan ju. Utak Na?? Bek paniklah!!

Ule na, idong na, mata na, dumpu na. UTAK SAGAI HANA. Pu tapeugah man, ATE (hati) pih tan....

Hei, mudah sekali bukan kata-kata kasar itu terlempar dari bibirmu?
Benarkah hatimu yang membisik agar aku lumpuh dan melenyapkan segalanya??

Betapa arus menghanyutkan
Menenggalamkan semua mimpi
Terbakar sudah segala amal
Lenyap sunah dan wajibpun melayang entah ke mana
Semua karena arus teramat buas

Lalu hati?
Ingin kupatahkan namun daya terbuai
Berharap kasih dan sayang menyatu dalam ancang-ancang.

Pintamu menyakitkan
Melewati arus dengan pasrah
Apa kau kira angan itu akan tenggelam?
Memang tidak, tapi demi hulu aku merela

Akhirnya kau dan aku terpahat tak menentu dalam sedetik waktu yang tak berbekas
Tak ada sesal sebab murka pada-Nya aku sngajakan
Tapi kekejamanmu sungguh sulit aku memberi tafsir

Jangan menuntut, aku mengiyakan
Semua demi kau agar kisah silam tak terulang
Milikmu hanya miliknya
Lantas kenpa kaau beri juga untukku?

Karna aku meminta??

Tak kuasakah kejam dan kasarmu menolak?

Tidak ada tuntutan, tapi harapan menari dalam hayalan
Mengapa egomu begitu beraja sayang?
Tak mudahkah kemesraan itu menjadi milikku?

Bingkai semalam selalu kau retakkan dengan bisu yang tak ada makna??
Seolah kau dan aku bukan sepasang di waktu lalu??

Salahkah hati yang merindu?
Salahkah hati yaag ingin disapa??
Tak memaksa, hanya ingin sedikit bahasmu tentang harga dari pengorbanan.

Tak apalah, DIA tak ingin aku jauh
DIA teramat sayang kepadaku
DIA ingin aku kembali meski merah dan kotor masih ingin aku semaikan di lembaranku.

Semua demi kau yang aku gilai.
Pahamilah meski tanpa balasan rindu
Setidaknya akui kebersamaan itu!


Betapa kebodohan telah setia menemaniku

Betapa otak tak mau menyapaku

Lon memang hana utak, sebab utak telah dibutakan oleh cinta yang tak akan pernah terwujud. Tapi aku selalu menjalani semuanya dengan suka dan rela. 




Jumat, 03 Maret 2017

Bolehkah Aku Melamarmu?

Dua tahun bukanlah waktu yang sebentar dalam penantian sebuah rasa. Sejak dua tahun yang lalu aku memutuskan untuk tidak lagi memberikan kesempatan kepada lelaki yang menginginkanku untuk menjadi istrinya. Mungkin sebagian orang memungkiri adanya cinta pada pandangan pertama, tapi aku percaya karna yang sering menimpaku justru cinta pada awal perjumpaan. Jarang sekali aku jatuh cinta kepada orang terlebih dahulu dekat tanpa ada cinta lalu bersemi hati untuk saling memiliki. Bisa dikatakan jrang, sayangnya setiap kali aku dicintai atau jatuh cinta pada pandangan pertama tidak lama cinta itu pasti akan kandas.

Cintaku kandas karna aku terlalu sering menimbang dan membedakan orang yang mencintaiku dengan org yang sempurna y aku inginkan. Hatiku tidaklh pernah tetap pada pilihannya.

Terkadang aku yang betah malah dia yang memilih pergi karna sikapku yang acuh tak acuh dengan pasangan. Aku tidak tahu mengapa 3 tahun belakangan ini aku menjadi seperti orang yang tidak memiliki rasa untuk berkasih dan bermesraan dg pasangan. Yang kutahu hanya rindu y ada hrus dilpaskan. Entah apa y ditafsirkan orang akan diriku itu aku sudah tidak menghiraunya.

Kembali terkenang pada seorang pria yang sangat membuatku terkesan. Kami berkenlan dalam sebuah perjalanan. Dengan berbagai cerita yang biasanya dituang dalam bagian orientasi oleh seorang penulis membuatku tidak perlu lagi menjlaskannya panjang lebar di sini seperti apa tahap perkenalan kami.

Intinya, pada saat pertama x bertemu pria itu sudah menunjukkan rasa tertariknya kepadaku. Akupun mrasa hal yang sama. Cirinya yang sudah tampak berusia matang membuatku menduga bahwa dia bukanlah seorang bujangan lagi. Ternyata dia seorang suami beranak satu. Tidak tanggung2, saat berkenalan denganku dia mengaku anaknya sudah kelas 6 SD.

Pertemuan kami hanya sekali selama dua tahun ini. Hingga akhirnya pada 3-3-2017 kami kembali bertemu dg alasan aku sudah sangat simpati pada sikap dan usahanya yang hampir setiap saat menghubungiku ingin bertemu denganku walau hanya sesaat. Dia menghubungiku sejak pertemuan pertama hampir setiap hari.

Mula2nya aku merasa nyaman dan memberinya ksempaatan untuk dekat tapi hanya via telpon. Dia mematuhi semua aturan y kubentuk. Setiap dia menghubungiku rasa bosan menyelinap di sela-sela rindu dan bimbangku. Kebosanan itu membuatnya lelah menghadapi sikapku yang terlalu dingin padanya hingga akhirnya dg rasa tidak ingin meninggalkanku meski tampak aku menolaknya dia tetap berusaha menghubungiku walau hanya dalam  seminggu sekali.

Waktu terus berjalan. Setiap telpon darinya selalu aku tanggapi setngah hati hingga akhirnya dia tidak ingin menggangguku yang setia hari beralasan sibuk kuliah. Akhirnya dia hnya mengubungiku sebulan sekali.

Dia selalu setia menelponku walaupun setiap usahanya tidak pernah berbuah manis. Tiba-tiba dg rasa iba aku mencoba memberinya ksemptan untuk bertemu setelah perjumpaan pertama di awal perkenalan itu.

Suatu yang sudah kuprediksikan. Setelah bertemu dia akan semkin jatuh hati kpadaku ternyata tidak meleset. Hal yang tidak ingin kudengar dari pria yang satu ini ternyata harus kudengrkan juga.

"Udah lama sekali ya kita gk jumpa." Setelah obrolan biasa mengawali makan malam kami dia mencoba untuk mngenang masa kami berdua. Aku dan dia tidak pernah pacaran, tapi baginya aku adalah kekasih yang selalu dia tunggu meskipun aky tak pernah memperhatikannya atau membalas usahanya.

"Iya udh setahun lebih" Jawabku
"Mana ada, udh hmpir dua tahun".
Berbagai pertanyaan dia ajukan seperti "Kenapa gk pernah mau ditelpon olehku?? Apa aku terlalu menggangggu?? Apa y kamu rasakan saat berdua dgku, dan berbagai pertanyaan lainnya y sangat sulit untuk aku jawab.

Tibalah pada inti yang membuatku tidak tahu harus menjawab apa.
"Kamu percayakan betapa aku setia menunggumu? Betapa aku sungguh dan serius ingin bersamamu. Betapa aku blum melupakanmu. Mungkin bgi orang lain perjumpaan sekali itu tidaklah berarti. Tapi bagiku itu lebih dari ckup. Sepertinya kamu semaakin beda. " Rayuannya muncul, sungguh saat mendengar semua uraiannya aku bukan fokus memikirkan jawaban untuknya melainkan sibuk menghayal betapa kepahitannya menjadi pengalamanku juga dalam mencintai seorang pria lain y bukan dia. Aku menghayal seandainya pria y di dpanku adalah dia yang selama ini aku rindu dan harapkan pastilah hidupku akan trasa smpurna.

"Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu menjadi milikku??" Tanyanya yang membuatku berhenti menikmati makanan y ada di dpanku.

"Abang sudah memiliki orang yang halal yang harus abg bahgiakan, knpa masih terus berpikir untuk bahagia dg orang yang bukan siapa2??"  Jwabku mencoba mencuri secuil kalimat dari pria yang aku cintai dalam anganku.

" O bukan siapa2, jdi keberadaanku selama ini bukanlah apa-apa? Iya??" Tanyanya dg khas Medannya.

"Yah kan emg gk ada apa2, Abang ingatkan pesan dulu? Jangan mengajakku terbang, angin di langit terlalu berbadai. Abg pahamkan itu mustahil?" Abg sudah punya keluarga sendri.

"Kamu orang yang beragama, shrusnya kamu tahu tidak ada larangankan bagi laki2 untuk memiliki istri lebih dari satu asal dia mampu?? Berapa kali sudah aku jelaskan bahwa aku mampu untuk membimbing  kalian berdua." Jawabnya dg sedikit kecewa

"Tapi orang tuaku tidak ingin hal itu terjadi. Dia ingin aku menikah dengan orang yang belum pernah berkeluarga. Lagipun. Apa mungkin kita akan cocok?? Jarak usia kitapun sangat jauh,  15 tahun. " Aku mencoba menepis rasanya dengan mengarang. Sesungguhnya orang tuaku tidak pernah menuntutku harus seperti pernyataanku di atas. Orang tuaku hanya ingin aku mndpat suami yang beragama, baik akhlaknya, berkerja yang mapan dan rapi. Soal umur bukanlah masalah, toh ibu dan ayahku juga menikah di usia yang sangat jauh berbeda. Aku membayangkan seandainya kalimat itu keluar dari bibir lelaki y selalu kusebut stiap wktuku maka aku tidak akan mnunggu sampai kalimatnya hbis aku akan mencoba mencari jalan keluarnya dg memberi jwaban iya.

Sayangnya pria y di dpanku buknlah dia..
" Aku ingin menikah lagi. Kamu adalah permpuan y aku pilih sejak dulu. Maukah engkau menerimaku sebagai suamimu dg statusku yang sudah kau tahu? Aku ingin melamarmu. Kapan aku boleh ke rumah??" Dia bertnya dg penuh rasa prcya diri yang membuatku tidak berani mngatakan tidak, tidak tega.tepatnya.

" Hahahaha,.menikah?? Lamar?? Jangan dululah, aku bahkan blum tepikir akan hal ini.bahkan sekalipuk aku tidak menduga ini akan trjdi."
  Jwabku

"Kenapa?? Kamu gak mau sama aku??  Aku terlalu tua? Terlalu besar untuk mendampingi kamu yang kecil?? " dia brtnya dg kesan seakan dia  tak akan mampu menrima jwabanku jika itu kujwab iya'

"Entahlah, akupun bingung. " jwabku singkat. Kita liat aja ke dpan. "

Akhirnya dg obrolan lainnya perjumpaan itupun berakhir.

Jujur, bersamanya yang kubayangkan adalah dia. Dia y aku rindu setiap saat. Seandainya dia y datang sungguh aku tidak akan ragu sama sekali, dg berni aku akan menjlaskannya kpda kluargaku y sudah mngenalnya lewat ceritaku. Sayangnya bukan shingga aku menjdi galau.

Pasalnya aku ingin sekali mnikah, tpi selalu disapa oleh orang yang tidak menarik hatiku.

Akhirnya aku hanya mampu menunda pertanyyannya "Beri aku waktu 2 bulan untuk lebih mengenalmu. Beri aku waktu untk membrnikan.diri.bertanya kpada ibuku y sudah sangat ingin kuberi menantu. "

Akhirnya hanya ini y mampu kuceritakan,.ka.teungeut...

Byeee....

Intinya aku galau,.apa y hrus aku lakukan???

Dia tampan, rapi, tinggi besar, dan manis dg matanya y sipit dan bibirnya y kecil. Dia gagah Bahkan terlihat lebih menantang dari pada pria y selalu kurindukan itu. Memang priaa ini lebih tua 3 tahun dri dia. Dia yang kurindu lebih membuatku percaya diri jika bersamanya krna sikap dan tampilannya y masih terlihat seperti mhasiswa tua di program pascasarjana usia 26-27  thunan.

Tapi ya begtulah....
Status merka berbeda, y satu seorang pendidik yang satunya seorang PU.

Bukan materi y kupertimbangkan,.jika melihat itu lelaki ini lebih mapan dari dia. Tapi hatiku sepnuhnya milik lelaki pendidik itu yang juga sudah beristri dan beranak dua.

Apa y hrus aku lakukan?? Mungkinkah aku menerima suami org y jauh umurnya driku? Apa pendpat org2 kpdaku jika aku menrimanya?? Bodohkah aku y mau jdi istri kedua??

Bagaimana keluargaku?? Krna dia sudah tampak sangat matang. Tapi seandainya dia y kucinta melakukan hal ini. Pertimbnganku pasti akan berbeda.

Entahlah....

Senin, 27 Februari 2017

Selasa, 28 Februari 2017 (Usiaku Bertambah)

Bismillaahirrahmaanirraahiim...

Dengan menyebut nama-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hamba menyerahkan diri hamba sepenuhnya kepada-Mu Ya Allah. Hamba hanyalah seorang hamba-Mu yang hina dan bergelimang dg dosa. Di hari ini, saat usia hamba telah sampai diangka yang sama dalam bilangan menjelang dewasa ini, Hamba memohon ampun kepada-Mu, Allah Yang Maha Pengampun. Sungguh Ya Allah, Engkau Yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Ya Allah, Engkau Yang Maha Mengabulkan, perkenankanlah doa-doa hamba. Hamba meminta kepada-Mu  Yang Maha Suci dan Mulia. Ampunilah semua dosa-dosa hamba. Hamba mengaku hidup hamba penuh dg dosa yang tidak dapat lagi hamba sebutkan. Engkau Maha Mengetahui segalanya. Sungguh Ya Allah, ini bukan kali pertama hamba meminta kepada-Mu. Sudah berulang kali hamba memohon ampunan-Mu tapi hamba selalu gagal mempertahankan hidayah yang kau beri. Hamba selalu mengulangi dosa-dosa Hamba. Sungguh Ya Allah,.tidak ada niat hamba untuk mempermainkan  kekuasaan-Mu . Tidak ada niat hamba untuk kembali ingkar kepada-Mu. Tapi, hamba selalu berhasil digoda oleh syaitan yang hamba tahu sengaja menghasut hamba agar hamba tersesat. Maka, hamba merayu kepada-Mu Yang Maha Pengasih Ya Allah,.kasihanilah hamba. Sayangilah hamba. Ampunilah semua dosa hamba baik yang hamba sengajakan atau yang hamba lupa maupun lalai dan ketaqwaan hamba kepada-Mu. Ampunilah semua dosa hamba sejak hamba lahir hingga detik ini di usia hamba yang semakin bertambah ini . Hamba sangat menyesali semua kelalaian hamba. Hamba menyesali semua dosa hamba. Hamba banyak melanggar perintah dan larangan-Mu. Hamba lalai dalam menjadi taat kepada-Mu, dan Rasul-Mu Ya  Allah. Engkau Yang Maha Suci . Ampunilah semua dosa hamba. Hamba benar-benar tidak ingin mengulangi kesilapan hamba lagi. Hamba adalah org yang bodoh dan hina. Hamba zalim kepada diri hamba sendiri. Hamba melakukan dosa yang menjerumuskan hamba kepada neraka. Sungguh Ya  Allah, hamba benar-benar tidak ingin melakukannya lagi. Hamba akan berusah menjauhi semua yang mendekati dosa. Hamba akan berusha sekuat tenaga hamba ya Allah.

Bantulah hamba untuk menjaga lisan, mata, hati, nafsu dan iman hamba.Sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat. Kehendakilah taubat hamba Ya Allah. Kehendakilah ketaatan dan kebaikan kepada hamba. Engkau Yang Maha Memberi petunjuk. Tunjukilah hamba hal-hal baik yang akan menuntun hamba untuk kembali ke jalan yang engkau ridhai, jalan yang lurus dan tuntunlah hamba untuk mampu memperbaiki diri hamba menjadi lebih baik.

Berilah hamba kekuatan atas semua petunjuk-Mu Ya Allah. Karuniakan kepada hamba ketetapan dalam setiap kehendak baik dari-Mu dg penuh kasih sayang-Mu. Bimbinglah hamba untuk selalu istiqamah dalam semua amal baik yang hamba laksankan. Terimalah semua amal ibadah hamba. Terimalah taubat hamba Ya Allah. Kabulkanlah doa-doa hamba. Sungguh, Engkaulah Maha Sempurna. Jauhkan hamba dari perbuatan dosa. Jauhkan hamba dari rasa iri hati, gibah dan suuzon kpada org lain.

Ya Allah, Engkau Yang Maha Menciptakan. Segala puji bagimu yang telah menambahkan usia hamba. Terimkasih atas segala kekuasaan dan kehendak-Mu. Engkau Yang Mahasempurna. Segala puji bagi-Mu yang memiliki alam semesta ini.

Betapa sedihnya hamba Ya Allah, di usia yang bertambah ini ingin rasanya hamba dekat dengan-Mu. Berbicara dengan-Mu lalu sujud dengan linangan air mata di hadapan-Mu. Ya Allah, Engkau Yang Mahatahu, betapa sedihnya hamba karna tidak dapat menyembah-Mu di sepertiga waktu malam-Mu ini. Sungguh, hamba juga tidak menyesali takdir-Mu. Ini sudah iradah-Mu bahwa setiap bulan tamu istimewa ini memang akan menyapa semua wanita di muka bumi ini. Terimaksih karna Engkau masih mengizinkan hamba menjadi wanita yang sempurna dan normal.

Ya Allah, Engkau Yang Maha mengetahui sesuatu yang tersembunyi di dalam hati. Betapa hamba rindu dengan rindu yang teramat rindu kepada-Mu. Hamba rindu ingin bercinta dengan-Mu. Hamba rindu menangis di hadapan-Mu. Menangis menyanyikan firman-firman-Mu. Ya Allah, Engkau Yang Maha Suci. Sucikanlah jiwa dan raga hamba meski saat ini tubuh hamba dalam keadaan berhadas.

Ya Allah, betapa ingin aku meminta banyak hal kepada-Mu di hari pertama usiaku memasuki angka yang baru esoknya. Betapa banyaknya permintaanku yang ingin sekali aku tawakalkan kepada-Mu. Aku ingin mengadu banyak hal kepada-Mu. Tapi aku merasa kotor sekali meski benar tubuhku tak suci. Aku ingin meminta kepada-Mu tpi aku merasa tidak pantas. Ya Allah, aku ingin segera bisa menyucikan tubuhku. Aku ingin menyembah-Mu dan memuji-Mu. Sampaikanlah segara masa suci hamba. Hamba ingin beribadah kepada-Mu. (menstruaasi)

Ya Allah, rasanya tak pernah habis ingin kuungkapkan segala isi hatiku kepada-Mu. Aku sangat hina, tapi aku selalu engkau mudahkan dalam segala urusakan. Engkau selalu mengabulkan doaku meski ada doaku yang belum terkabul aku tau itu pastilah bukan y engkau ridhai. Aku tahu doa itu pasti akan engkau kabulkan, jikapun tidak, doa itu pasti akan menjadi pahala bagiku kelak. Aamiin.

Ya Allah. Izinkan aku meminta kepada-Mu. Terimalah doaku. Kabulkanlah semua permintaanku yang baik menurutmu, yang baik untuk dunia dan akhiratku serta yang baik untuk kehidupan dan keluargaku.

Ya Allah. Hamba meminta kepada-Mu. Engkau Yang Maha berkehendak. Sungguh, tanpa kehendak-Mu tidak akan ada apapun yang mampu hamba lakukan. Engkaulah segalanya. Ya Allah, bantulah hamba untuk mampu dalam membuat ##skripsi.

Engkau Yang Maha Memiliki Ilmu Pengetahuan. Karuniakanlah,.limpahkanlah ilmu pengatahuan yang banyak dan bermanfat untuk hamba. Jadikanlah hamba orang y rajin dan kreatif serta mau berusaha. Jauhkan hamba dri sifat malas dan membuang-buang waktu. Jangan engkau jadikan hamba ini orang yang merugi.

Bantulah hamba dalam mencari bahan dan referensi untuk membuat proposal dan skripsi. Mudahkanlah segala urusan hamba dalam menyelesaikan kuliah hamba. Hamba ingin mak hamba bahagia. Ini permintaannya.

Mak ingin saya wisuda tahun ini. Ya Allah, kehendakilah hamba untuk sidang di semester ini. Ya Allah ilhamkanlah segala ilmu kepada hamba. Berilah hamba kekuatan dan kecerdasan dg baik.

Ya Allah, hamba sedang memperbaiki diri hamba. Tapi hamba mengaku jin selalu menghasut hamba dalam hal apapun. Ya Allah Yang Maha Melindungi, hambaa berlindung kepada-Mu dari segala hasutan syaitan. Bantulah hamba untuk melawan mreka. Bantulah hamba untuk memerangi nafsu, mata, hati, dan lisan hamba.

Selamatkanlah iman hamba hingga akhir hayat hamba. Sungguh Ya Allah, kepada-Mu kami kembali. Hamba ingin kembali kepada-Mu dalam keadaan beriman dan penuh ketaatan. Hamba ingin engkau panggil dalam keadaan hamba sedang menyembahmu. Saat hamba sedang memuja-Mu dan mengingat nama-Mu. Ambillah nyawaku di hari Jumat, di hari yang baik saat aku mencintai-Mu. Jangan engkau kembalikan aku dalam keadaan brdosa. Sungguh hamba tidak ingin engkau murka Ya Allah.

Ya Allah, bimbinglah hamba untuk selalu dalam zikir mengingat-Mu. Berilah hamba petunjuk dan taufik agar mampu selalu menjalankan ibadah kepada-Mu tanpa ada hasrat untuk ingkar kepada-Mu.

Tumbuhknlah rasa cinta yang besar di hati hamba kepada-Mu. Hamba ingin menjadi budak-Mu yang selalu ikhlas beribadah kepada-Mu. Hamba ingin dekat dengan-Mu. Cintailah hamba Ya Allah. Hamba Ingin selalu dalam cinta yang semakin besar kepada-Mu.

Ya Allah, jika hamba mengulang dosa, jangan engkau biarkan hamba larut dalam dosa itu. Kembalikan hamba ke jalan yang benar dg petunjuk-Mu.

Ya Allah, hamba inginnn sekali menjadi wanita muslimah sejati. Hamba ingin menjadi wanita yang anggun, lembut, penyayang dan disenangi oleh hamba-hamba-Mu. Hamba mhon Ya Allah, anugerahkanlah kesabaran yang tinggi kepada hamba agar hamba tidak menjadi org y selalu dalam amarah. Hmba ingin mnjadi org yang lembut, tak pernah marah dan penuh kasih sayang dg semua org tanpa mengharap pamrih apapun.

Engkau Yang Maha Memberi bentuk,pemilik cahaya yang sangat agung. Ya Allah, jadikanlah hamba org y sallu bersyukur. Tidak kufur kepada nikmat-Mu. Jadikanlah wajah hamba lebih menawan dan bercahaya.

Engkau Yang Maha Meninggikan, angkatlah derajat hamba. Bantulah hamba untuk menjaga status hamba sebagai wanita muslimah. Hilangkanlah sgala kehinaan di diri hamba. Sesungguhnya engkau Mahasuci dan maha sempurna. Bersihkanlah jiwa dan raga hamba dari segala dosa dan jauhkan hamba dari sifat buruk (tercela).

Ya Allah, hamba galau, mau pindah kost atau tidak. Hamba sudah sngat nyaman di sini. Berilah hamba petunjuk Ya Allah. Mana y baik untuk hamba?

Ya Allah, berilah hamba kecerdasan,.kemampuan dan ilmu yang bermanfaat dalam segala hal. Bantulah hamba untuk menjadi guru yang baik, yang memberikann ilmu yang benar kepada anak-anak didik hamba. Hamba sedang magang Ya Allah. Mudahkalah urusan hamba. Hilangkanlah kekakuan di lisan hamba agar anak-anak dapat paham dg apapun y sedang hamba jelaskan.

Ya Allah, hamba sedang dibimbing di sebuah tempat bimbel, Bimafika. Tapi hamba sudah sebulan melalaikan kesempatan dan tanggungjwab ini. Hamba mhon Ya Allah, bantulah hamba untuk mampu dg baik dalam menguasai materi. Bantulah hamba untuk mudah dalam mengajar dan mengingat materi. Bantulah hamba untuk tidak pesimis dalam mnerima kritikan y baik. Jadikanlah hamba org y menyenangkan. Bantulah hamba untuk tidak menyerah. Hamba ingin menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk banyak org. Hamba ingin belajar dg sempurna. Hilangkan rasa takut dan rasa mlas pda diri hamba. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pendengar.

Ya Allah, hamba sangat boros. Hamba tau itu tidak boleh. Itu perbuatan syaitan. Maka hamba berlindung pada-Mu. Bantulah hmba untuk hemat. Sesungguhnya Engkau Maha Kaya, Maha Memberi dan maha berkhendak. Ya Allah limphkanlah rizkimu yang banyak kepada hamba. Berkahilh setiap riski y Engkau beri itu. Ckupkan hamba dg semua riski-Mu agar hamba jadi org yang selalu bersyukur dan tidak kufur atas nikmat-Mu.

Ya Allah, hamba sedang belajar untuk lebih lembut, sopan,.anggun  dan penyanyang serta jdi org y sabar,.baik hati dan ikhlas dalam segala hal. Tlong Ya Allah, mudahkanah hamba untuk mencapai itu semua. Kabulkanlah doa hamba. Sesungguhnya Engkau Maha Pemilik kelembutan.

Ya Allah, hamba memiliki banyak tugas yang belum hamba selesaikan. Bantulaah hamba untuk mampu dan semgat dalam menyelesaikannya.

Ya Allah, jadikanlah hamba org yang disiplin dan bertanggungjawab. Bantulah hamba untuk mencapai segala yang hamba inginkan.

Ya Allah, hamba sudah sebulan tidak mengaji (jak beut bak gure).Hamba tidak menuntut ilmu-Mu. Hamba lalai dalam perintah-Mu. Hamba tahu hamba berdosa, ampunlah hamba y lemah ini Ya Allah. Hamba mhon Ya Allah,.kembalikann hamba dalam kehndak baik itu.

Hamba ingin umur hamba yang baru ini berkurang dari dosa.

Ya Allah, hamba tergila gila dg #suami org. Hamba mencintai milik org..Hamba selalu ingin dekaat dgnya. Terkadang hamba ingin ingkar kepada-Mu agar dapat memilikinya. Sungguh hamba tau itu salah. Ya Allah, apa y hrus hamba lakukan..hamba sudah berusaha melupanya tapi tetap belum mampu. Ketika hambaa bertmu dgnya maka hasrat dan gejolak batin yang ingin bersamanya dan ingin memilikinya mnjdi memuncak. Bantulah hamba untuk melawan nafsu itu. Hamba ingin taat kpada-Mu Ya Allah. Hamba takut akan siksaan-Mu. Hamba tidak ingin engkau marah dan meninggalkan hmba. Jgn kau tinggalkann hamba Ya Allah. Sungguh hamba tidak ada artinya tanpa-Mu.

Ya Allah, betapa hamba hrus selalu bersyukur dg nikmat-Mu. Hamba mendppat bnyak petunjuk dari-Mu. Berilah hambaaaa kekuatan agar mampu mengamalkan semua y baik.

Jauhkan hamba dari segala hasutan syaitan. Jauhkan hamba dari hasrt y ingin memilikinya (suami org y sangat saya cintai). Dia mustahil untuk hamba. Sungguh, hamba tidak ingin merusak rumah tangganya. Tidak pernah saya terpikir untuk memisahkan mereka apalgi berusha untuk merebutnya. Hamba hanya ingin bersamanya. Hamba ingin selalu dekat dg nya, hamba ingin dia selalu ada untuk hamba. Tapi hamba tau akan ada y kecewa jika dia menjadi milik hamba. Akan ada hati y terluka dan sedih. Apa y hrus hamba lkukan ?

Ya Allah, jika memang hal ini akan menyiksa hamba dan membuat hamba berada dalam dosa,.tlong ya Allah, mudahkan jalan hamba untuk mencapai garis halalmu. Jodohkanlah kami jika engkau ridha kepada kami.

Jauhkan kami jika engkau murka. Buanglah rasa rindu hamba untuknya, buaatlah hamba luppa kepadanya jika dia tidak baik untuk hamba. Tapi ya Allah,  jika dia memang y terbaik untuk hamba. Meski dia sudah berpunya,.tlong ya Allah, hamba mhon kpadamy Yang Maha membolak balikkan hati, mudahkan jlaan baginya untuk mampu dalam menikah lagi dg usaha agaar istrinya tidak akan trsakiti..

Berilah ia kemampuann jika diapun memiliki keingaaan y sama yaitu ingin bersama hamba. Tpi jika dia memang tdak menginginkan hamba tlong ya allah,.bantulah hmba untuk membuang smua rasa di hati hamba. Atau kirimlah seseorang y akan menggantikannya. Pertumkanlah hamba dg jodoh hamba segara jika hal itu membuat hamba lebih taat kepada-Mu. Tapi jika menikah membuat hamba jauh dri-Mu,.lalai dan hamba belum siap tlong jagn kau sgerakan ya Allah. Berilah hamba jdoh di saat y tepat menurutmu dg org yang kau pilih dan y kau ridhai.

Jika menikah memang baik untuk agama, akhirat dan dunia serta khidupan dan keluarga hamba. Tlong segrkan hamba mnjdi seorang istri. Mak hamba sudah sering kali dan hampir setiap saat bertanya akann haln itu. Beliau ingin saya beri menantu. Bantulah hamba untuk itu ya Allah. Sempurnakan hamba, jdikan hamba wanita y pantas dinikahi oleh lelaki y sholeh yang cinta  kpada-Mu,.y menerima hamba apa adanya dan menyanyangi hamba dg sepnuh hati. Aamiin.

Ya Allah, perbaikilah tulisan tangan hamba baik di buku atau di papan tulis agar hamba mnjdi sosok guru cerdas, berbakat, menyenangkan dan  idaman smua murid.

Bantulah hamba untuk tidak lalai lagi.

Ya Allah, kuatkanlah ingatan hamba. Berilah Nur ilmu dan cahaya-Mu kepada hamba. Hamba sedng menghafal surat2-Mu. Bantu dann mudahkanlah hamba dalam melafalkannya dg benar Ya Allah.

Perbaikilah hubungan hamba dg Mu dan juga dg semua hamba2-Mu y lain. Tlong jgn kau jdikan hamba org yang egois,sombong,.ria,.ujub dan takabur. Sungguh hamba takut engkau murkaa. Hamba ingin mnjdi org y sukses, yang mampu melaksanakan smua tanggungjawab dan tugas hamba dg baik. Aamiin Ya Allah,.sesungguhnya engkau maha pengasih dan maha penyayang. Kabulkankan doa2 hamba. Alhamdulillahirabbil'alamin. Allahumma shalli 'ala Saidina Muhammad.

Kamis, 23 Februari 2017

Kau Hilang

Kau bahkan tidak sekalipun mengingatku, mungkin. Aku bahkan tanpa arti apapun. Betapa malangnya nasibku. Betaapa pilunya hatiku. Betapa sedihnya aku. Mengabaikan y pasti demi kau yang mustahil. Inilah dosaku. Memilihmu dan jauh dari-Nya. Ini salah. Aku memang hrus kembali seperti biasanya. Melawan rindu dan memaksa lupa. Kau sangat kejam.

Kau sama sekali tak mengerti betapa aku mencintaimu dg penuh rindu.

Aku Memburuk, Kasihanilah Aku!

Aku memburuk. Memburuk karena merindukan dirimu. Memburuk kaarena menunggumu. Memburuk karena terus membayangkan kau hadir dalam hariku lalu mengukir alunan syair yang menghanyutkan. Aku memburuk terus mengharapkan sosokmu kembali kumiliki walau hanya sepenggal malam. Aku memburuk karena menanti rangkaian katamu yang meninggalkan aroma cinta meskipun itu  samar-samar. Aku memburuk karena menghabiskan seluruh waktuku hanya untuk mengingat dan mengenangku. Aku memburuk karena terus menyebut namamu bahkan tanpa sedetikpun waktu berlalu yang menepiskan kau dari anganku. Aku memburuk sejak aku melihatmu kemarin waktu.

Kau, tidakkah kau kasihan kepadaku? Tidakkah kau iba melihat keadaanku? Tidakkah kau sedia menghiburku seperti dulu? Tidakkah kau ingin menolongku? Membawaku keluar dari keburukan ini? Aku meminta padamu yang tercinta. Aku memohon padamu yang teramat aku cintai. Kasihanilah aku.  Bantulah aku menggapai secercah asaku meski hanya untuk sedikit waktu.

Kau tahu, aku tidak akan menuntutmu lebih. Aku tak akan memaksamu seperti dulu. Aku juga tidak akan mengajakmu pergi lalu meninggalkan yang amat kau kasihi. Aku tahu kau memang bukan untuk aku miliki. Tapi percayalah. Aku hanya ingin kau ada, ada untuk mengisi cerita di hatiku lagi. Kasihanilah aku yang tersesat ini. Sayangilah aku yang tersiksa ini. Rinduilah aku yang rinduku hanya untukmu. Temuilah aku yang tak pernah bosan menantimu meski selama penantian itu kau tak pernah mengerti atau sekedar mencoba memahamiku.

Bagaimana caranya aku memberitahumu akan semua keburukan ini?? Bagaimana caranya aku mengajakmu untuk melihat ke dalam hatiku yang sangat perih? Bagaimana caranya aku menunjukkan padamu betapa hatiku tersayat dengan sikapmu? Bagaimana caranya aku memaksamu untuk mengerti gejolak di batinku? Jangankan untuk mengerti, bahkan kau tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskannya. Kau bahkan menghalangiku untuk melepas sakit karena merindu. Kau menjadi sangat dingin. Seakan kita tidak pernah bersama.

Aku mohon, pahamilah. Apa karna sudah setahun yang lalu sehingga semua kenangan yang ada bagimu sudah tak bermakna lagi? Apa krna sudah lama tiada sehinggga bagimu sudah tak tergambarkan lagi? Apa kau benar2 sudah lupa?? Aku hanya ingin membaca kata-katamu saja. Jelaskan sedikit kepadaku mengapa kau menyiksaku sekejam ini??

Kau, izinkan aku mencium hatimu. Izinkan aku menikmati kata-katamu lagi. Izinkan aku membaca suara di hatimu. Tunjukkan padaku rasa apa yang kau punya untukku? Aku mohon. Aku hanya ingin tahu. Aku hanya ingin benar-benar kau beritahu kenyataan batinmu. Aku ingin kau menjelaaskannya.

Sejak sehari silaam, setelah aku memiliki lukisan indah itu aku menjadi semakin buruk. Lukisan kau dan aku. Sejak memandangmu sepertiga siang itu aku menjadi buas  pada batinku. Aku menjadi gila karenamu. Kau tahu? Betapa air mata mengantarku tidur lalu menjemputku lagi di kala fajar??  Kau tak tahu betapa air mata mampu melembabkan selimut penghangatku. Seandainya kau lihat betapa air mata mewarnai hidung dan mataku, mungkin sedikit kasihan kau akan memelukku. Mataku bengkak, perih dan kepalaku sakit. Aku tepar karena semalam suntuk menangisi rinduku yang tak tertuang.

Betapa aku menyesali perjumpaan itu. Betapa aku menyesali persetujuanku dari moderatormu untuk ikut dalam acara menyaksikan kehebatanmu. Sungguh, jika aku tak  ikut ajakkannya mungkin aku masih baik-baik saja.

Sayangnya, miliknya, kekasih halalnya. Bolehkan aku meminta sedikit ruang di sudut hatimu lagi? Bolehkan aku meminta untuk memeluk ragamu lagi?? Aku mohon mengertilah, betapa air mata tak dapat kubendung sejak pertama aku menulis ini.

Aku rinduuuu sekali. Aku rindu ingin bicara denganmu. Aku rindu ingin dekat denganmu lagi. Aku rindu. Aku rindu..Aku pilu. Aku sakit. Aku lemah dan rapuh.

Aku kesalll, menyesal dan marah. Aku mengabaikan "Kekasih Abadiku" karenamu. Aku mengabaikan-Nya di hari yang penuh berkah ini hanya karena sibuk mengingatmu. Aku meninggalkan-Nya. Aku murka kepada-Nya. Aku tidak bercinta dengan-Nya seperti malam-malam berkah yang biasanya aku lakukan sejak aku mencoba menyulap sampulku.

Demi agar dapat bersamamu aku mengorbankan rangkaian agenda yang telah aku susun. Aku lebih memilih melihatmu, menyaksikanmu dan ada untukmu. Sejak zuhur-Nya, aku hanya menyembah demi kewajiban hutang yang harus aku lunaskan, bukan menyembah seperti rindu yang biasa aku persembahkan. Aku sujud tanpa bekas. Aku berdiri tanpa mengingat-Nya. Aku bersaksi tanpa meyakini-Nya. Aku memuja tanpa keikhlasan. Semua itu karena nafsuku yang berkuasa. Ia menghasutku untuk memilihmu.

Astaqhfirullah,  asarku semena-mena. Magribku kacau balau. Isyaku terdesak dan subuhku penuh penyesalan. Kini, di waktu dhuha ini bahkan aku menepis hasrat untuk menyapa-Nya. Semua ini bukanlah aku sebelum kemarin. Satu ayat indah-Nyapun tidak aku  nyanyikan seperti biasanya sejak siang kemarin.  Surah dan ayat rutinku setiap 5 kali penyembahan itu musnah. Zikirku melayang. Tangisanku bukan mengingat dosa dalam sjudku, melainkan mengingatmu seusai salamku. Doaku padam seakan aku tak punya permintaan selain hanya ingin bersamamu.

Ya Allah. Ampuni aku yang mengabaikan-Mu karenanya. Ampuni aku yang tidak lagi dalam kehendak baik-Mu. Aku rela mengabaikan amalan rutin yang telah menjadi daging bagiku karena membayangkannya . Aku dengan tanpa takut menghilangkan kebiasaan baik yang telah aku wajibkan pada diriku. Padahal engkau tahu Ya Allah, betapa selama ini aku tak pernah membiarkan Jumat-Mu berlalu tanpa shalawat kepada kekasih-Mu. Kau tahu betapa aku tak pernah membiarkan Al-kahfi-Mu tak berdendang di malam berkah ini. Kau tahu betapa aku rela berlama lama dalam bercinta dengan-Mu. Kau tahu betapa aku menikmati ibadah yang kusebut ritual  bercinta  itu telah menjadi bagian dari hidupku belakangan ini. Tapi mengapa malam tadi aku rela semua itu berlalu. Bahkan Yasinpun tidak menyentuh batinku. Al-waqiah yang telah menjadi darah y mengalir di lidahkupun tidak terlafalkan. Ar-rahmanpun tak membuatku tak menjauh dari-Mu. Aku marah Ya Allah. Aku marah pada diriku. Aku marah karena Al-mulk tidak mengantarku tidur seperti malam-malam yang sudah kulewati hampir setengah tahun ini. Aku marah karena 2 surah terkhir Al-baqarah-Mu tak terjamah di penutupan hariku kmrin dan permulaan pagiku tadi. Aku menyesali kelalaianku yanf rela mengabaikan semua ritual yang tak pernah kutinggalkan setiap 5 waktu itu.

Aku meninggalkan semua itu seolah olah aku sedang dalam dosa yang besar. Padahal aku hanya merindukan dia. Ya Allah, apa ini pertanda engkau marah ? Sehingga engkau tidak mengkehendakiku untuk bercinta dengan-Mu?? Apa kau tak ridha jika hatiku teruntuk selain kepada-Mu? Ya Allah. Sungguh, aku mohon. Hilangkanlah semua hasrat di hatiku selain hanya untuk dekat dengan-Mu. Aku tahu engkau murka. Maka, aku mohon. Sudah berulang kali aku meminta kepada-Mu. Jika rasa untuknya tidak baik untukku hilangkanlah. Aku ikhlas ia musnah di hatiku mesti terkadang aku tak ingin hidupku tanpa ada dia di benakku. Tapi aku juga tidak ingin aku melewati hariku tanpa bercinta dengan-Mu. Kaulah segaalanya Ya Allah. Sungguh, hilangkanlah rindu gila ini. Karena sampai kapanpun ia tak akan dapat menjadi milikku. Dia tidak menginginkanku. Buatlah aku sadar akan kenyataan itu. Buatlah aku malu pada sikapnya yang selalu menolakku secara nyata.Buatlah aku menjauh meski tidak untuk membencinya. 

Sungguh, jiwaku sangat hancur. Hatiku sakit. Batinku merintih. Kesedihan membuatku menjadi orang yang pesimis. Penolakannya membuat aku menjadi tidak percaya diri. Itu bukanlah aku yang dulu. Aku ingin menjadi diriku. Bukan diri yang menggilai suami orang.  

Sungguh, meski aku masih ada kesempatan setengah hari lagi di hari yang berkah ini. Seakan aku menolak untuk menjadi diriku yang sudah mencoba dekat dengan-Nya dengan penuh ketaatan dan amal shalih seperti biasanya. Mengapa engkau biarkan syaitan menggodaku sedemkian ?? Aku ingin bangkit dan kembali paada-Mu. Tapi aku seperti ingin memalingkan asaku itu.

Kamu, "H",  Pemilik hatiku yang hancur. Tidakkah kau kasihan melihat aku yang memburuk ini?? Seandainya kau ada. Aku juga tidak tahu seperti apa akan jadinya diriku. Aku tahu, Allah telah merancang semuanya dengan sempurna. Semoga aku mampu menepis gejolak yang buruk ini. Semoga aku kuat dan mampu melawan rindu ini.
Foto kita telah menyita setengah malamku hanya untuk memandang wajahmu yang  bersanding dengan wajahku.

#Bedah, 09.16...

Jumat, 24 Februari 2017



Senin, 20 Februari 2017

Selamat Tinggal Masa Lalu

Malam ini curhat rutin lagi dg mak, curhatnya sampai habis smua isi hati sampai ke hal kecil sedetail detailnya. Dua hari gk telponan bnyak x cerita kata mak. Hahahaha

Inilah anakmu y lebay mak....
Intinya, mak bilang "Nyan mandum tergantung tanyo hai nyak, meunyo ek ta ubah ngen ek ta theun sit ubah keudroe jih. Mandum bak kebiasaan. Lwan hawa nafsu dalam sgal hal. Jino nyesal sabe y na tupu peugah, dak meudari baroken lage nyo ken ka sempurna. Man hanapu, nyo galom teulat,.berjuang ju. Nyan bek bak abah manteng, mak jioh hana deuh pu beutoi ngen ken. Bek hek cula calo  mak meudoa tapi nye droe keuh hana usaha han sit, sama sit nol hana hasil. Dumpu dumpu beu seimbang,.beusesuai pasti Allah mudahkan"" Nasihat mak panjang lebar...

"Iya mak, ini usha kok, makanya stiap sujud mamak doa keulon"  Celutusku

"Jeut hai nyak, nyan hana payah droenueh peuingat,.gob ureung syik geuh sit ka nyan but geuh. Pue muelam sujud lheuh saleum sit mak duk meuseulinya khusus meudoa keu aneuk". Jawab mak lagi....

"Lage nyanlah mother, kob bereh ju nah, mmuacch (cium hp)" godaku

"Beh nyan kapeuget ju pu y perle,.bek lale le. Pokok jih mak beujadeh jak thon nyo jak kalen aneuk dara wisuda. Peng peng kaleuh mak kubah, nyo hana lheuh hana mak bi peng" Mak mengancam...hahahha

Ais mak, jnganlah...

"Iya ini udh dpat judul,.besok mau ketmu dosen"
"Beut kiban?" Tanya mak
"Hana aman, woe kula hek sabe. Jatah lheuh leuho ek beudoh asa. Jino mak ken uro malam lam kama, peng hana abeh wate termanfaatkan. Kob bereh aneuk.droe neuh ka ken???"
"Hai ho tajak sit man, mak manteng i rumoh hana meuseuk saho. Lalo ngen but but set han abeh2."
"Nyan breuh kiban?? Puna meuapak lage baroken??" Mak bertanya kebiasaanku y jarang masak.

"Oh tidak mother, ini malah kurang, hahahha hebat kan?? Jino tip uro lon magun dan puasa nafsu"
"Oman rugo that oee"

Setelah panjang lebar lagi bercerita mak menambahkan "dak meu dari jameun ka hemat ken kaa ek kablo meuh keudroe keuh meu 1/2 manyam tip buleun. Nyo ken, peng abeh meu awo hana meuho. Pu yang ka eu ka bloe, ka eu itek kabloe ka eu   manok toh boh pih kablo, trok bak ek maneng ka blo." Sindir mak akan kebiasaanku y boros tanpa menabung. Ngomongnya kayak "Lagu Bergek, Dumpu Na" hahahahaa

"Bimbel kiban??" Tanya mak tentang aktivitas y baru aku gelutuki bebrrpa bulan ini.

"NOL MAK, udh sebulan hana lon jak. Gk pernah buat tgas, jdi gk brni dtang. "

"Nyan keuh meunan, bak yu meudoa bak gob ken le droe, beu uro malam mak neumeudoa beulewat lon dan beu sukses lon jeut keu tentor. Nyan tan ijak, man pu ta peugah ata sit kameunan sabe. Nyan geuubah, jak ju. Lapor bak awak bimbel."

Makpun menambah
"Mengajar bak SMA kiban?? Manteng batat aneuk murid?" Tanya mak penuh kebanggaan (krna anaknya udh honer ecek2)

"Maafkan anakmu mak, hana lon jak lee sebab gak sanggup. Lagi fokus PPL dan Skripsi" Jwabku dg hati2

"Euhmmm, skripsi pih galom sapu. Homlah hana mak tuoh peugah. Kah y jalani kapeuget ju kibn y galak keuh" jwb mak kecewa

"Nyan bak ngen keuh na kajak jak meen?? Na ka sms2 ngen keuh?? " Pertanyaan mak bnyak sekali malam ini. Mak tahu bahwa aku malas berinteraksi dg org2 semnjak 2 thun trkahir ini. Entah hal apa y membuatku menjdi seacuh dan secuek ini. Hubungan dg teman2 n sudara tidak pernah terurus. Kalo.org gk nyapa aku tetap ego gak akan sms kecuali udh berusha untuk.ramah baru bisa itupun hilang2 moodnya.

"Hana mak, alah mak kan tau,.malas x urusin org"

"Bukan urus, itu kwajiban tanyo sbgai muslim hai neuk, bek ngen Allah manteng ta perbaiki hubungan. Ngen syedara teuh pih bek putoh"
"IYA MAK, tau. Tapi susah"
"Sang meusidro hana le ka meungen nyeh?"
"Gak. Sebab jrang keluar skrg mak, sibuk di kmr. Siang mlam di kmr. Cuma keluar liat dunia klo ada y dibeli dan saat ke sekolah"

"Nyan keuh, lale meen "PLEHBUK ngen BBM, eh jula malam peugah le saket tuleung" mamak menimpali

"OH TIDAK MOTHER, udh sminggu anakmu tak meen ata nyan lagi. Udh lon hapus demi skripsi..hahahaha kop mangat udep jino hana saket jaro, hana kuweut meen hp. "

"Lage nyanlah. Nyan dumbu beumeu ubah, bek peugah manteng. Nyan bakso, manok, nasi uduk, eh krem kajeut beh keudeh. Sige ge manteng bek tip uro. Hireun teuh i seumajoh han glak glak ih ata set set"  Mak mengingatkan

"OKAY mother..." jawbku y suka menggunkan kata asing itu untuk.menunjukkan btpa cerianya aku. Kebiasaan klo nelpon panggilan untuk mak begtu2, suka2...

"Pkok jih beulheuh kuliah, nyan nye kabeh mita kerja ju inan. Hana kawo keuno pih hana pu. Bah kaduk inan lage permintaan keuh, bek itam aju2 nye kawo keuno. Ci buktikan bak mak beu  meuteumeung lako lagak sabak kaduk i Banda. " goda mak dg sedkit trtwa

"HAH A HAHA, Aman nyan mother, insyaallah beh. Doa bek tuwo. Tapi serius mamak ikhlas penuh ridho nye lon tinggai hino?? Hana pu lon jioh sabe dari mak" tanyaku tak percaya sebab biasanya stiap kli minta izin tinggal di sini mak slalu pakai syarat harus nikah dlu baru boleh. Tpi ini tiba2 mak stuju. ALHAMDULILLAH.

ini baru rencana, sebab akupun sudah trlalu lama jauh dri mak. Sejak SMP sdah merantau. Adik di bwahku y laki2pun stlah SMA ini akan meninggkkan kmpung halamn jga. Dia pernah bilang " Kak, hana sayg keuh keu mak ? Dari ubeut ka kajak. Hana trep kadang ka ka meukawen, khut ka duk sajan mak, ka jaga mak.slagi ada kesmptan. Long ka kujak, so kalen lom. Si Cut  (adikku y cewek.anak ke 3) meusapu galom bereh. So bantu mak??? Ka pike keunan. Bek ka pike keu mangat udep droe keuh i banda inan. Syg mak ka tuha. Kawo kah ka alih but le kah." Nasihat adik lelakiku sllu mnjdi pertmbngan bagiku. Meski malam in mak sudah restu. Smga apapun nanti itulah y trbaik...

Terkhir mak bilang "Nyan kajeut mita meulinte keu lon, bek gadoh pungo keu lako gob. Hana puleh2 le jawai" Ini nasihat y hmpir tiap saat disandingkan dg permintaan.

"Iya mak, kmrin kami ada jumpa. Ada chat juga. Tapi dia......"Plak telponnya diputuskan. Entah ini sngaja entah pula ada alasannya. Y jelas ini udh sering mak lkukan, nanti beberpa menit kemudian tlpon lagi. Asal udh cerita tentang "dia" pasti dimatikan. Pdhal tdi mak sndri y panceng, hhahahaha

.....masih bnyak lgi critnya tapi gk snggup tulis,.udh satu jam lalai. Tugas RPP HARUS SIAP UNTUK BESOK. Wktu udh pkl 22'16. Ka lale ngen radio lom. ALLAH, NA SAJA CARA JEN DIPEULALE...

Husss, bismillah...

Lawan neng eee...

.....

Saat kau membuka pintu hatimu
Mungkin aku telah jauh
Meninggalkan dirimu
Dan kenanganku
Rasa kecewaku padamu....

Harapku

Meski harii ini belum kau cintaiku, tapi  esok hari siapa yang bisa tau. MUNGKIN cinta kan ada karena terbiasa....

Kenang diriku sayang, bila malam telah menjemputmu. Buailah dalam impian...

Jangan siksa diriku, sungguh aku rapuh wahai pujaanku. Menatap maatamu sungguh aku layu memandang snyummu benar kutak mampu....

Kumoohon kpdamu genggam tganku, dan bisikkan kata kata cinta untukku....

Bilang kau I love me..

Minggu, 19 Februari 2017

Sebenarnya, Jangan Lupakan Kenyataan Itu!

Hal y paling membuatku gelisah adalah ketika kita kembali berinteraksi baik langsung atau melalui jejaring sosial. Seperti hari.ini, aku hanya bermaksud untuk bertanya tentang skripsi padamu tapi malah terbawa perasaan y haus untuk melepas rindu. Seandainya aku tidak mengirimmu pesan aku pasti tidak akan membayangkanmu. Hatiku tak akan sakit seperti saat ini ketika aku hrus mengakhiri obrolan dg mu. Aku trus melawan hasrat untuk berkomuniksi dgmu, sayangnya rasa rindu mengajakku untuk berhenti berjuang. Aku akan lebih baik tanpa mengganggumu. Tapi jika itu kulakukan aku juga merasa hidupku terlalu hampa tanpa khadiranmu.

Sungguh, aku sudah tidak waras lagi. Apa y aku hrapkan dri pesan2 itu? Dalam bayangku, kau akan bermain sajak dan merayuku atau sekedar melambungkanku ke angkasa seperti y pernah kualami dlu. Kenyaataannya apa?? Sejak 2 bulan setlah hubungan yang sulit kunamai y kita jalani kau berubah total. Tak ada sepatah katapun lagi y menyiratkan makna kau menginginkaanku atau menggodaku. Kau bahkan menjadi sngat dingin kepadaku kini. Kau lupa bahwa kau pernah berperan sbagai seorang kekasih untukku. Kau lupa bahwa kau pernah membuatku menantikan satu malam y indah. Kau juga lupa bahwa kau pernah menghabiskan waktu hingga larut maalm hanya untuk melayani kerinduaku, y katamu itu juga keinginanmu.

Kau bhkan lupa bahwa kau pernah memanggilku sayang. Kau sama sekali tak ingat lagi bahwa kau pernah membhongi istrimu hanya agar kita dapat bertemu dan memadu kasih. Sulit rasanya memaksamu untuk mengingat semua kenangan y kuanggap indah seperti aku y tk pernah melupakannya wlo sudah  setahun berbalu. Aku hanya ingin kau ingat bahwa kau pernah melupakan statusmu saat bersamaku. Kau berperan bukan sabagai siapa kamu melainkan sebagai org y aku cintai dan juga ingin bersamaku. Entah itu hanya hasrat lelakimu entah pula murni batinmu y meminta seperti y kau katakan. Y jelas, sulit bagiku menerima sikapmu y kembali netral dg senetral netralnya. Kembali menjdi dirimu y sok profesional dan bijaksana. Memang Aku bangga padamu krna kau pandai menjaga sikap dan bermain peran, tpi aku muak. Dulu kau bilang kita akan layaknya seperti status kita ketika di tempat umum dan di hadapan org lain. Kita akan menjdi kita hanya saat berdua tanpa hrus mengingat siapa kita. Tapi semua itu kau ingkari.

Skrang, walau kita hanya berdua saja kau tetap menjadi sosok yang bijaksana, tegas dan mendidik seperti statusmu. Baik itu langsung ataupun tidak. Kau tahu?? Aku merasa aneh, mengapa seakan kau bukan org y pernah bersamaku?? Mengapa aku menjadi bgtu segan dgmu?? Mengapa tanganku tidak seberani bibirmu dlu y mengkecup bibirku untuk mengetik kata2 merayu untukmu???

Ada keganjalan y sulit aku pahami. Aku selalu brusaha menepis bahwa  kau sudah memusnahkan tentangku.Aku tahu kau  hanya benar2 ingin memeperbaiki pernikahanmu. Tapi mengapa sedemikian sikapmu skrg??

Haruskah secuek itu kepadaku?? Hruskah menjaga jarak sedemikiannya?? Kau tahu kan, aku jga sdg berjuang, tpi tidak munafik bahwa aku juga ingin kita sesekali berbincang tentang asmara y pernah kita lalui wlo tanpa kita mengulang keindahan seperti y sudah pernah kita lakukan. Aku hanya mau kau ada untukku seperti dlu.

Bru 45 hari y lalu kau memelukku manja dg penuh kelembutan dan seakan kaupun rindu kepadaku. Tapi kenapa skrg semua itu seakan terlewati tanpa bekas dan kesan bagimu. Aku masih rindu kepadamu, rinduku tak pernah habis. Aku selalu menyebut namamu tanpa henti meski ku tahu memilikimu lagi adalah mustahil bagiku..

Terkadang aku menyesal mengapa aku terlalu menuntut lebih saat hubungan kita masih baik2 saja dulu. Mengapa aku terlalu memaksa tanpa bersabar dg kenyataan y tak mungkin dirubah?? Mengapa aku seposesif itu. Andai dulu aku tak membuatmu marah, mungkin sampai saat ini kita masih baik2 saja, masih berhubungan sedrhana wlo tanpa berjumpa kusus. Andai smua itu tidak pernah trjdi kau pasti msih kumiliki wlopun tidak seutuhnya.

Tapi Allah lebih tau mana y terbaik untuk kita. Jika itu tak pernah trjdi mgkin sampai saat ini aku masih jauh dariNya. Mungkin sampai saat ini hidupku masih dalam kehinaan. Allah memang sempurna, Allah mengubahku dg jalan y tak kuduga. Allah memberiku petunjuk melalui nasihat2 dan sikapmu. ALLAH membimbingku melalui sikapmu. Aku berlatih hijrah dalam bnyak hal karena kamu.

Meski aku kesal pada sikapmu yang mulai sangat jauh driku tapi aku selalu bersyukur karna kau tetap menjadi lelaki terindah  dan tercinta y TAK pernah kumiliki. Kau tetaplah sosok lelaki idamanku. Kau tampak lebih berisi. Ketampananmu semkin membuaatku trgoda terlebih dg rambut y baru kau pangkas. Kau terlihat lebih menarik dan manis.  

Apapun itu, sebenarnya aku bersykur krna kau masih melyaniku dan masih memberiku ksemptan untuk berteman dgmu. Kau masih mau memperhtikan dan menasehtiku. Meski itu hanya kau beri ketika aku datang krna curahan hati kpadamu.

Tapi itulah kamu,.lelaki baik. Sosok guru y menyenangkan dan pastinya kau memang sosok suami y jahat (jaga hati) seperti katamu. Kau jg sosok org tua y lembut dan penyayang. Aku smkin mencintaimu meski kutahu cintaku tak akan pernah bertepi. Cintaku selamanya hanya akan berlalu begtu saja. Aku akan trus menepis rasaku seperti janjiku y hampir stiap saat aku ucapkan. Maafkan jika sampai saat ini janji itu belum mampu aku tetapi.

Aku tau, langkah y kau ambil untuk mnjauh adlah y terbaik, tapi aku tidak akan bisa menerima itu. Aku akan smkin sakit jika kau tak ada untukku lagi. Aku merayu padamu, tetaplah ada untukku meski hanya sesekali dg batasan y sudah kita janjikan. Tetaplah ramah kpadaku. Janganlah bersikap seolah kita tidak pernah berkasih. Kau harus mengakui meski tak resmi kau pernah mnjdi kekasihku wlo dalam malam malam ya kelam dan gelap. Hubungan kita tetap ada wlo itu sebuah kandal pengkhianatan y kita jalani scara diam diam.

Kenyatann tidak akan berubah bahwa aku pernah menjadi "istrimu" wlo hanya aku dan kau saja y tau. Meski hanya satu malam, kita berdua pernah saling memiliki keduanya. Kau harus trima kenyataan itu bahwa kau pernah mengungkap syg dan rindu padaku. Seperti halnya aku y hrus menrma knyataan bahwa kau memang suaminya dan ayah bayi kesyanganmu.

Aku terima itu, sebab itulah aku belajar melwan hatiku y tak pernah henti mngharapkanmu. Aku mrindumu seperti malam2 dulu y tak pernah lupa aku beritahu.....

U, Frequently in writing, Pimen....

#efekskripsi&curhathijrah

Sebenarnya, Jangan Lupakan Kenyataan Itu!

Hal y paling membuatku gelisah adalah ketika kita kembali berinteraksi baik langsung atau melalui jejaring sosial. Seperti hari.ini, aku hanya bermaksud untuk bertanya tentang skripsi padamu tapi malah terbawa perasaan y haus untuk melepas rindu. Seandainya aku tidak mengirimmu pesan aku pasti tidak akan membayangkanmu. Hatiku tak akan sakit seperti saat ini ketika aku hrus mengakhiri obrolan dg mu. Aku trus melawan hasrat untuk berkomuniksi dgmu, sayangnya rasa rindu mengajakku untuk berhenti berjuang. Aku akan lebih baik tanpa mengganggumu. Tapi jika itu kulakukan aku juga merasa hidupku terlalu hampa tanpa khadiranmu.

Sungguh, aku sudah tidak waras lagi. Apa y aku hrapkan dri pesan2 itu? Dalam bayangku, kau akan bermain sajak dan merayuku atau sekedar melambungkanku ke angkasa seperti y pernah kualami dlu. Kenyaataannya apa?? Sejak 2 bulan setlah hubungan yang sulit kunamai y kita jalani kau berubah total. Tak ada sepatah katapun lagi y menyiratkan makna kau menginginkaanku atau menggodaku. Kau bahkan menjadi sngat dingin kepadaku kini. Kau lupa bahwa kau pernah berperan sbagai seorang kekasih untukku. Kau lupa bahwa kau pernah membuatku menantikan satu malam y indah. Kau juga lupa bahwa kau pernah menghabiskan waktu hingga larut maalm hanya untuk melayani kerinduaku, y katamu itu juga keinginanmu.

Kau bhkan lupa bahwa kau pernah memanggilku sayang. Kau sama sekali tak ingat lagi bahwa kau pernah membhongi istrimu hanya agar kita dapat bertemu dan memadu kasih. Sulit rasanya memaksamu untuk mengingat semua kenangan y kuanggap indah seperti aku y tk pernah melupakannya wlo sudah  setahun berbalu. Aku hanya ingin kau ingat bahwa kau pernah melupakan statusmu saat bersamaku. Kau berperan bukan sabagai siapa kamu melainkan sebagai org y aku cintai dan juga ingin bersamaku. Entah itu hanya hasrat lelakimu entah pula murni batinmu y meminta seperti y kau katakan. Y jelas, sulit bagiku menerima sikapmu y kembali netral dg senetral netralnya. Kembali menjdi dirimu y sok profesional dan bijaksana. Memang Aku bangga padamu krna kau pandai menjaga sikap dan bermain peran, tpi aku muak. Dulu kau bilang kita akan layaknya seperti status kita ketika di tempat umum dan di hadapan org lain. Kita akan menjdi kita hanya saat berdua tanpa hrus mengingat siapa kita. Tapi semua itu kau ingkari.

Skrang, walau kita hanya berdua saja kau tetap menjadi sosok yang bijaksana, tegas dan mendidik seperti statusmu. Baik itu langsung ataupun tidak. Kau tahu?? Aku merasa aneh, mengapa seakan kau bukan org y pernah bersamaku?? Mengapa aku menjadi bgtu segan dgmu?? Mengapa tanganku tidak seberani bibirmu dlu y mengkecup bibirku untuk mengetik kata2 merayu untukmu???

Ada keganjalan y sulit aku pahami. Aku selalu brusaha menepis bahwa  kau sudah memusnahkan tentangku.Aku tahu kau  hanya benar2 ingin memeperbaiki pernikahanmu. Tapi mengapa sedemikian sikapmu skrg??

Haruskah secuek itu kepadaku?? Hruskah menjaga jarak sedemikiannya?? Kau tahu kan, aku jga sdg berjuang, tpi tidak munafik bahwa aku juga ingin kita sesekali berbincang tentang asmara y pernah kita lalui wlo tanpa kita mengulang keindahan seperti y sudah pernah kita lakukan. Aku hanya mau kau ada untukku seperti dlu.

Bru 45 hari y lalu kau memelukku manja dg penuh kelembutan dan seakan kaupun rindu kepadaku. Tapi kenapa skrg semua itu seakan terlewati tanpa bekas dan kesan bagimu. Aku masih rindu kepadamu, rinduku tak pernah habis. Aku selalu menyebut namamu tanpa henti meski ku tahu memilikimu lagi adalah mustahil bagiku..

Terkadang aku menyesal mengapa aku terlalu menuntut lebih saat hubungan kita masih baik2 saja dulu. Mengapa aku terlalu memaksa tanpa bersabar dg kenyataan y tak mungkin dirubah?? Mengapa aku seposesif itu. Andai dulu aku tak membuatmu marah, mungkin sampai saat ini kita masih baik2 saja, masih berhubungan sedrhana wlo tanpa berjumpa kusus. Andai smua itu tidak pernah trjdi kau pasti msih kumiliki wlopun tidak seutuhnya.

Tapi Allah lebih tau mana y terbaik untuk kita. Jika itu tak pernah trjdi mgkin sampai saat ini aku masih jauh dariNya. Mungkin sampai saat ini hidupku masih dalam kehinaan. Allah memang sempurna, Allah mengubahku dg jalan y tak kuduga. Allah memberiku petunjuk melalui nasihat2 dan sikapmu. ALLAH membimbingku melalui sikapmu. Aku berlatih hijrah dalam bnyak hal karena kamu.

Meski aku kesal pada sikapmu yang mulai sangat jauh driku tapi aku selalu bersyukur karna kau tetap menjadi lelaki terbaik y bagiku. Kau tetaplah sosok lelaki idamanku meski kau terlihat smkin kurus, tapi ketampananmu semkin membuaatku trgoda terlebih dg rambut y baru kau pangkas. Kau terlihat lebih menarik dan manis.  

Apapun itu, sebenarnya aku bersykur krna kau masih melyaniku dan masih memberiku ksemptan untuk berteman dgmu. Kau masih mau memperhtikan dan menasehtiku. Meski itu hanya kau beri ketika aku datang dg curahan hati kpadamu.

Tapi itulah kamu,.lelaki baik. Sosok guru y menyenangkan dan pastinya kau memang sosok suami y jahat (jaga hati) seperti katamu. Kau jg sosok org tua y lembut dan penyayang. Aku smkin mencintaimu meski kutahu cintaku tak akan pernah bertepi. Cintaku selamanya hanya akan berlalu begtu saja. Aku akan trus menepis rasaku seperti janjiku y hampir stiap saat aku ucapkan. Maafkan jika sampai saat ini janji itu belum mampu aku tetapi.

Aku tau, langkah y kau ambil untuk mnjauh adlah y terbaik, tapi aku tidak akan bisa menerima itu. Aku akan smkin sakit jika kau tak ada untukku lagi. Aku merayu padamu, tetaplah ada untukku meski hanya sesekali dg batasan y sudah kita janjikan. Tetaplah ramah kpadaku. Janganlah bersikap seolah kita tidak pernah berkasih. Kau harus mengakui meski tak resmi kau pernah mnjdi kekasihku wlo dalam malam malam ya kelam dan gelap. Hubungan kita tetap ada wlo itu sebuah kandal pengkhianatan y kita jalani scara diam diam.

Kenyatann tidak akan berubah bahwa aku pernah menjadi "istrimu" wlo hanya aku dan kau saja y tau. Meski hanya satu malam, kita berdua pernah saling memiliki keduanya. Kau harus trima kenyataan itu bahwa kau pernah mengungkap syg dan rindu padaku. Seperti halnya aku y hrus menrma knyataan bahwa kau memang suaminya dan ayah bayi kesyanganmu.

Aku terima itu, sebab itulah aku belajar melwan hatiku y tak pernah henti mngharapkanmu. Aku mrindumu seperti malam2 dulu y tak pernah lupa aku beritahu.....

U, Frequently in writing, Pimen....

#efekskripsi&curhathijrah

Sabtu, 11 Februari 2017

Cerminan Jodoh

Jodoh itu seperti kita bercermin, smkin kita mempercantik diri kita maka pantulannyapun akan smkin  indah pula, insyaallah dg ridha Allah smua pasti ada jalan.. Pribadi y baik bukan hanya org y tidak pernah bersalah, orang y pernah bersalahpun pantas mnjdi pribadi y baik jika dia bersungguh2 untuk memperbaiki dirinya dg tidak mengulangi kesalahan y sama.
Y penting adalah bukan btapa baiknya dia krna tdk pernah buat salah, tetapi sperti apa sikap dan perilakunya ketika ia bersalah, sejauh mana ia mau mengubah dirinya. Allah Yang Maha Mengetahui akan segala isi hati hambaNya dan bagaimana hambaNya.

Manusia tdak baik menilai seseorang hanya dri sampulnya atau menilai hidupnya berdasarkan masa lalunya. Kita hrus membuka mata dan memberi kesempatan untuk org2 y memilih menjemput hidayah Allah dg cara melupakan dia di masa y lalu.
Sesungguhnya Allah Yang Menciptakan saja senantiasa memberikan ampunan kepada hambaNya yang ingkar  y terus memohon dan berdoa serta bertaubat dg sungguh. Ketika Allah sudah mengiradahkan taubatnya, Allah akann memberikan petunjuk kepadanya berupa hal hal y tdak disangka sangka shingga ia dg sendrinya mnjdi lebih baik dan istiqomah.
Smga kita mnjdi hamba Allah y selalu menilai org dg baik, Aamiin.

Hidayah

Mempertahankan hidayah lebih sulit dari pada menjemputnya. Bagaimana cara  melawan keinginan untuk menyerah dari hidayahNya? Jalan untuk mendapatkan taufikNya kita tahu, tapi syaitan juga berperan dg baik? Apa y hrus kita lakukan??? Jawbannya hanya ada pada sejauh mana kamu mengenal Allah dan seperti apa kamu memahami firmanNya dalam surat At taubah. Maka berpuasalah dg trus berkhulwah kepadaNya. Insyaallah iman akan terjaga meski syaitan sangat menggodamu.
Maka dekatilah DIA dg mengikuti pesanNya kepada KekasihNya yaitu "Jadikan malammu sebagai siang dan siangmu sebagai Malam". Sesungguhnya manusia selalu diuji untuk dinaikkan derajatnya seperti org y ujian hendak naik kelas di sekolah. Jika kita mampu maka kita akan lulus ujianNya tpi jika tidak maka kita akan menjdi org y merugi. Allah selalu punya rahasia dan akan senantiasa memberikan hikmah dibalik apa y diiradahkan olehNya.
Ketika y Allah kehendaki itu buruk menurut kita jgn pernah berpikir betapa zalimnya Allah, sesungguhnya Allah memiliki kebebasan atas semua ciptaanNya trmsuk dalam membolak balikkan hati kita. Tpi ketika aturan y diberikan kpda kita adlah sesuatu y buruk kita tdak boleh ridha atas aturab tersebut. Tetaplah memohon petunjuk dan perlindungan dirinya.
#br

Jodoh

Begitulah jodoh. Dia akan datang dengan sendrinya. Kita cukup menunggu dan berdoa tapi tetap dg usaha jgn pasif,  biarkan Allah yang mengantarnya ke pangkuan kita dengan jalan yang diridhai olehNya.
Yang jelas, Allah tidak akan menyatukan dua insan y berlawanan. Allah akan mengatur apapun untuk hambaNya dg sebaik baik mgkin meski trkadang tdak baik mnurut kita. Allah lebih tahu dan selalu tahu apapun y pantas untuk hambaNya.
Jika ingin mendpatkan jodoh y baik, maka perbaikilah diri kita agar kita pantas untuk menjadi wanita muslim yang diharapkan dg pnuh kerinduan. Smga Allah memberikan kita jodoh y seimbang, timang dan bek singet siblah.
Cntoh, jika kita hobi berzikir, mengaji dan berbuat amal shalih smga jodoh kita juga org y nyaman dan senang dg semua itu shingga ktika kita mnjdi istrinya kta dapat selalu melakukan hal2 y kita senangi tapi masih dalam ridha dan izin suami. Aamiin.
Sesungghnya Allah tidak ridha dg pasangan yang tidak sesuai dg firmanNya kecual dia bertaubat!

Status

Sekalipun kau ahli maksiat dan pekerjaanmu adalah larut dalam zina dan dosa besar lainnya kau tetap harus mengikuti majlis ta'lim dan jgn pernah meninggalkan shalat. Sesungguhnya Allah Maha penerima taubat dan maha pengampun bagi hamba yang memintanya. Jika sekali dua kali amal baik yang kau lakukan belum membuatmu berubah dan berhenti melakukan mksiat, jgnlah engkau berputus asa. Insyaallah jika Allah sudah mengkehendaki kau akau mndpat manfaat dan hikmah serta hidayahNya dg penuh rahmat. Insyaallah perlhan hatimu akan lembut dan trbuka dan bersih shinga dg kekuasaan Allah kau akan berubah dan meninggalkan dosamu. Jgn pernah berputus asa. Ssungguhnya Allah maha pngasih yang sngat setia pada hambaNya. Teruslah bertaubat meskipun setiap hari kau ingkar pada perintah n laranganNya. Taubat itu tak pernah terbtas kecuali saat nafas sudah di kerongkongan.

Jumat, 10 Februari 2017

Pujian Terburuk Part 1

Tulisan ini ditulis slama 1 jam.
_______^-^________

Sekilas kalau melihat arti pujian itu yang terbayang oleh kita  pasti bagus. Jika pujian itu buruk maka sama dengan sebuah sindiran dalam penerapan gaya bahasa. Seharusnya  setiap pujin itu menjadi hal yang indah bagi seseorang. Sayangnya  bagi saya  pujian malah menjadi sebuah malapetaka. Mungkin dulu saya selalu mengharapkan itu karena saya tipe orang yang mudah selalu merasa bangga dan selalu merasa saya yang paling baik. Sombong sekali bukan??. Tapi hal ini sekarang sudah tidak berlaku bagi saya. Entah anggapan ini akan berlaku sampai berapa lama. Yang jelas saya berharap semoga pujian2 apapun itu tidak akan lagi menyapa saya. Semga itu selamanya.

Saya adalah orang yang cepat puas dengan segala sesuatu. Saya juga orang yang mudah merasa bangga sehingga "Ke-Akuan" itu membuat sayaa selalu berhasil dihasut oleh syaitan. Saya akan menjadi orang yang ujub dan berhenti berbuat setelah saya mendapat pujian. Saya akan puas dengan pujian itu sehingga tidak akan ada usaha apapun lagi atas segala sesuatu yang saya lakukan jika sudah dianggap baik. Saya bukan tipe orang yang menjadi semakin baik setalah dipuji.

Ada orang yang menjadikan pujian sebagai satu dorongan untuk terus mempertahankan pujian itu. Hal ini berbeda dengan saya. Saya malah menjadi semakin buruk setiap kali saya dipuji. Saya merasa tidak ada lagi yang perlu saya lakukan. Toh saya sudah sempurna dari pujian2 itu. Ini anggapan saya. Subhanallah, betapa halusnya permainan dan tipu daya syaitan dalam membuat saya menjadi org yaang penuh penyesalan dan merugi.

Sejak SD. Saya selalu menjadi 3 besar di kelas, atau minimal 10 besar dari 30-an. Lebih minimal lagi 5 besar karena sejak kelas 1 SD saya hanya pada kelas 1 mendapat juara 10, selebihnya selalu 5 besar. Saya selalu mendapat juara 1, 2, 3 dan 4. Di SMP saya mendapat juara 1, 2, 3 dan 5. Di SMA hanya sekali saya mendapat juara 8  yaitu di kelas 1. Selebihnya menjadi juara 2 dan 3. Saat menulis ini saya lupa entah saya pernah mnjd juara 1 atau tidak. Y jelas saya selalu mendapat juara.

Ketika kuliah, sampai sudah semester 7 IPK saya tetap masuk dalam kategori 5 tertinggi. Bedanya di perkuliahan tidak hanya satu org yang dapat nilai tinggi, bisa sampai 3 orang mndpat IPK yang sama. Jadi saya bukan masuk org lima trtinggi, maksudnya adalah nilai saya masuk.kategori nilai tinggi dalam 5 besar. Kurang lebih begitulah penjelasannya.

Jujur, saya sudah menjadi orang y malas membaca sejak SD, hanya saja saya pernah belajar ketika SMP. Saya sering mengulang dan belajar saat SMP. Hal ini saya lakukan karna saya memang ingin menjadi nomor 1 di kelas. Alhamdulillah saya dapat. Tapi selain krna ingin jadi juara kelas alasan saya belajar adalah karna saya pernah jatuh cinta dengan kepala sekolah saat itu. Bapak itu guru Bahasa Inggris. Beliau jga alasan yang membuat saya bisa Bahasa Inggris. Dari yang "La tak tau" hingga mendapat juara dalam lomba kosa-kata dan bebrpa kali memegang sertifikat nilai tertinggi dalam pelajaran Bahasa Inggris. Selain itu saya juga pernah belajar karena saya jatuh cinta dengan sang juara yang tiada duanya di sekolah saya. Misi saya untuk jadi juara hanya karena ingin berdiri di sampingnya saat hari pengumuman dan pembagian piala juara. Alhamdulillah hal itu juga tercapai pada kelas 2 SMP. Kami di kelas yang berbeda.

Nah, saat itu keluarga juga selalu menyajung saya. Sebagai anak pertama Ibu saya sangat bangga menceritakan tentang juara2 saya di kampung dan  ke keluarga y lain. Sehingga di kampung itu saya dikenal sebgai orang yang pintar karena saya selalu mendapat beasiswa sejak SMP hingga Kuliah. Saya sekolah di sekolah Swasta. Hanya akhir2 ini keluarga saya mulai menyadari tingkat "Ngeut" saya dalam kehidupan, itupun hanya pihak keluarga sperti bibi, paman, sepupu dan tetangga atau teman dekat saja. Sedangkan orang2 di kmpung masih mengganggap saya anak pintar seperti di SD dulu. Merka tidak tahu krna saya belum sempat bercerita kepada merka, sdangkan keluarga setiap libur kuliah saya selalu cerita sperti apa perkembangan saya. Itulah saya. Saya selalu bangga jika orang mengetahui yang sebenarnya tentang saya. Bodoh sekali bukan,.shrusnya saya menjaga aib ini agar merka tetap mengira saya hebat. Tapi itulah salah satu sifat saya. Saya lebih suka berkata jujur walaupun itu suatu musibah bagi saya.

Nah, lanjut ke pujian. Saat SD saya bahkaan tidak pernah belajar khusus di rumah. Di SD saya hanya menjadi siswa yang patuh mendengar dan memperhatikan sehngga saya akan memahami a apapun y guru sampaikan wlo hanya sekali tanpa hrus mengulangnya di.rumah. Seingat saya dan ini memang tidak meleset.Saya hanya belajar membaca tidak lebih dari 5 kali bahkan mungkin kurang. Itu belajar seblum sekolah saat masih kecil2. Malah yang sangat melekat saya hanya diajarkan sekali cara membaca dg serius oleh Mak saya. Kalian tau apa y terjadi?? Saat materi membaca pertama kali diberikan kepada anak kelas 1 SD .guru meminta siswanya untuk praktik membca ke depan. Hanya dua atau tiga orang saja y maju, salah satunya saya. Entah dari mana keberanian itu muncul dan entah apa dorongannya saya berhasil membaca dg baik di depan kelas.

Begitu juga dalam mengaji, kelas 2 SD saya sudah mengaji al quran 30 jus. Walau saat itu maasih kurang memprhatikan tajwidnya. Setiap hari bagi rapor saya selalu dipuji oleh orang kampung. Pujiannya y sangat melekat seperti ini "O nyan hana rugo abah meusyap, ken peugah haba manteng y careng rupa jih ule careng sit." Artinya " Gak rugi mulut ceplas ceplos. Bukan bicara aja y pandai rupanya kepala pintar juga".  Begitulah selalu.

Pujian lainnya "Rupa jih mami dumpu careng, ken meunyanyi tok, kula careng sit" kurang lebih bgtulah.
Di kmpung sampai skrg masih ada yang panggil saya mami karena wktu kecil saya memanggil Mak saya dengan kata Mami, shingga ada yang dengar dan mnjdi bahan ejekan.  Wktu kecil saya pandai bernyanyi dan sering maju di kelas atau saat2 ada acara di skolah dll. Kebetulan nama saya Elfi jadi saya sering dipanggil Epi Sukaesih atau Epi Tamala juga. Pangglan ini tetap berlaku sampa skrg saat perkenlan dg siapapun meski saya sudah tidak pernah bernyanyi lagi.

Ah, lama sekali sampai pada inti ceritanya. Maklum saja, hidup saya terlalu berwarna. Jadi butuh waktu y panjang untuk mengabdikannya.

Lanjut yaa...

Initinya di SD saya gak pernah belajar, entah sekolah saya y rendah kualitasnya entah teman saya banyak y bodoh shingga sya selalu mnjdi juara.  Di SD saya tidak pernah punya dorongan untuk blajar, tapi ada bnyak hal yang saya nampu selain nilai bagus di jelas saya bisa perpidato,.bernyanyi dan menjelaskan. Mungkin di sinilah kelebihan saya yang mampu menyelamatkan saya hingga detik ini yaitu punya kemampuan komunikasi y baik. sehingga dengan kemampuan olah badan saya orang2 dg mudah dapat mengerti apa y saya sampaikan .insyaallah. hal ini menutupi kekurangan saya. Satu y pasti, saya selalu gagal dalam lomba cerdas cermat dan teka teki baik itu permainan atau TTS. INILAH MASALAH SAYA SEKARANG. Kemampuan bicara saya mnjadikan saya orang yang sangat bodoh di dunia. Kemmapuan bicara saya mengundang pujian y akhirnya membuat saya smkin bodoh dan malas.

Ketika SMP. Penyakit saya mulai muncul. Saat kelas 3 saya sudah mulai jarang membaca buku. Anehnya saya tetap mendapat nilai y bagus setiap latihan dan ulangan. Jujur bahkan saya bisa dikatakann tidak pernah belajar / latihan menjawab soal UN. Nah, setiap akan ulangan saya selalu mlas belajar dan kbiasaan itu trjdi sampai skrg. Saya hanya mampu mngeluh bgni "Gimana ni, besok ujin. Aku belum belajar" ini selalu saya sampaikan pada teman-teman. Semua merka sejak SMP hingga kuliah baik itu teman lama atau baru tetap mnjwab "Alah. Kamu gak belajarpun nilai tetap tinggi juga, gak belajar aja selalu bisa apalg klo belajar"

Sungguh, itulah salah satu kalimat yang saya maksud di judul. Pujian Terburuk yang terlambat saya sadari. Bukan terlambat, sejak dulu saya tahu itu salah tapi baru bulan ini saya mendapatkan efek buruk dari kelalaian sikap saya itu.

Di SMA karena selalu dipuji seperti itu membuat saya malu untuk belajar, semacam ada rasa ingin membuktikan bahwa saya memang mampu seperti pendapat merka sehngga ulanganpun saya jrang sekali baca buku. Jika presentasi saya hanya membaca bagian teori y akan saya jelaskan saja. Tapi kemampuan olah bahasa, tubuh dan mengolah kata serta olah suasana dan kondisi  membuat saya selalu terlihat menguasai bahan padahal sebenarnya saya tidak sehebat itu.

Y lebih parahnya, setiap malam ujian baik itu ulangan, ujian tengah semestr atau akhir ujian saya bahkan malu sekali kalau kethauan sama teman saya belajar. Saya takut merka bilang "wajarlah nilainya tinggi org dia serius x belajar" Saya selaalu mnghindari itu bahkan sampai sudah semstr 8 ide bodoh itu masih saya pertahankan untuk msalah skripsi. Sya selalu ingin membuktikan "MESKIPUN GAK.BELAJAR DIA BISA" Ya beginilah skrg. Saya menjadi orang terbodoh dan terugi.

Efek tidak pernah membaca ktika brada di dunia pendidikan y sesungghnya saya kewalahan karna kekurangan teori dan lemah ilmu.

Bisa dikatakan "Tong Kosong Nyaring Bunyinya".

Di SMA, ketika sudah mepet sekali misalnya malam ujian Matematika. Teman2 y lain semua belajar dg cara mencari dan latihan mnjwab soal dg sstem belajar bersama baik itu di mesjid setelah agenda rutin malam hari atau di asrama menjelang tdur. Apa yang saya lakukan? Saya malu jika kethuan belajar shingga saya tidak jarang belajar. Jika sudah terdesak saya hanya akan belajar 2 jam seblum ujian misal menjelang sbuh hingga pagi hari, itupun dg cara sembunyi-sembunyi. Jika plajaran MTK saya hanya akan menghafal rumus dan mengingat 2 soal y ada di contoh, jdi ketika sedikit soal ujiannya melenceng dri soal sya akan kerepotan menjwabnya.

Tapi di saat menjelang UN ada peningkatan, saya lumayaan belajar  terbukti dengan saya memiliki buku bank soal. Itupun gak semua tahun terisi. Sedangkan di SMP,.semua teman sibuk meminjam bku di perpus atau membelinya sdgkan saya memikirkannya dg panik saja tidak.

Alhasil saya tetap mendapat juara dan alhamdulilah lulus ujian nasional dg baik dg nilai 3 atau ke 4 tertinggi dari dua kelas.  Sayangnya mungkin saya salah satu juara kelas yang tidak memiliki prestasi di luar pelajaran sekolah. Saya jarang sekali ikut lomba apapun, baik itu pendidikan atau nonpendidikan.

Olimpiade saya tidak pernah ikut, aktif organisasi ngak, lomba apapun saya ngak. Hal ini trjdi sampai di akhir semstr kuliah. Saya menyadari saya tidak mampu karena saya malas dan tidak mau berusha.

Baru skrang saya menyesal ketika ada permintaan2 sertifikat berharga atau apapun y berhubgan dg prestasi. Tapi stidaknya di SD pernah ada satu piala dari saya yaitu piala saat lomba 17 Agustus,.hahahahaha buruk sekali bukan??? Tapi SD lebih baik, saya sering ikut lomba hanya memangnya saja y tidak.  Saaya sering lomba pidato, untuk tingkat sekolah pernah bebrpa kali menang.

Sedangkan SMP dan SMA saya mengoleksi bnyak sertifikat tp bukan hasil lomba melainkan srtifikat di pelajaran krna sistem di sekolah saya ada penghargaan nilai tiap pelajaran. Kalau untuk lmba tingkat sekolah d SMP adalah seperti lomba nasyid,.pidato, bercerita dll. Stidaknya ada piala wlo hanya piala juara. Sedangkan di SMA saya mulai mati dan jatuh. Saya masih pegang bnyak sertifkat pelajaran tp tidak sertifikat y lain. Saya hanya memberikan satu piala untuk sekolah itupun di bidang nonpendidikan yaitu menjad juara 2 dalam lomba memasak saat pramuka SAKA Bahari  di  Lanal Lhokseumawe,  tingkat provinsi kalau gk salah,  krna pesertanya dari bebrpa Kabupaten y ada di Aceh.

Begitulah kurang lebih, intinya kalau lomba di luar sekolah y keren2 itu saya tidak pernah ikut. Hal ini terjdi sampai skrg. Selama kuliah tidk ada satu srtifikat prestasipun.y saya dapatkan. Baik di bidang ilmu atau lainnya. Malah y trburuk selama kuliah di Unsyiah sudah 3 tahun lebih saya haanya pernah pinjam buku 3 kali di perpus itupun dari 9 buku y pinjam hanya dua y ada saya baca. Selbihnya saya pinjam hanya krna saya tidak ingin peminjaman saya kosong, kebtulanpun wktu itu lagi datang masa sadar ingin bangkit kayak sekarang, tepatnya malam ini.

Dulu, aduhh, asik duluuu aja y saya cerita. Kenapa saya cerita dlu?? Karna y membuat saya sangat menyesal malam ini adalah karena pngalaman masa lalu.

Jujur, saya orang yang sangat aktif dan antusias serta orang y sangat menghargai org bicara, itu.duluuu. seblum kelas 3 SMA. Ceritanya dulu itu saya selalu berpegang tguh pada moto hidup saya yaitu "jdikan sesuatu itu y trakhir bagimu" jadi setiap belajar dan klo ada acara seminar atau diskusi saya selalu jdi pemberi pertanyaan dan penanggap y baik. Ini salah satu tanda saya menyimak dg baik, jika tidak menyimak maka saya tidak akan mampu mengajukan pertanyaan krna setiap saya bertanya itu benar2 hal y ingin saya kthui bukan tujuan untuk menjtuhkan atau cari perhtian.

Saya selalu aktif di kelas. Tapi semua itu berubah sejak kelas 2 SMA. Malah masa trparahnya ialah pada kelas 3 SMA dan skitaran semestr 2/3 saat kuliah.

Ceritanya,.ada satu teman laki-laki yang tidak akan pernah saya lupakan. Dia brasal dari daerah y sama dg saya hanya beda kecamatan saja. Saya tidak tahu apa maslah saya dg dia, y jelas setiap apapun asal saya maju dan aktif dia selalu mengolok olok atau meremehkan atau bahkan mengabaikan atau y lebih sakit trkadang lgsung menjatuhkan semngat. Entah dia sadar atau tidak dengan tindakannya trhadap saya jujur saya sngat menyesali semua kbodohan saya y memperdulikan smua tanggapan buruk dari dia. Entah dia akan memungkiri jika dia membaca ini entah tidak..dia sering perang mulut juga dg saya di sekolah dlu. Tapi itulah kita, stiap orang pasti punya tanggapan lain dari sikap kita atau punya efek lain dari y kita mksud. Yang jelas smua sikapnya masih tergambar di pikiran saya.. Sbenarnya bukan cuma dia, tapi ada temaan laki2 y lain jga. Cuma dialah y sangat melekat di benak saya.

Mungkin beberpa teman permpun dari asrama tau jika msih ingat cerita itu. Tapi saya bukan mksudnya dendam. Saya hanya mencoba bercerita asal muasal saya jatuh selain karena mlas.

Salah satu komentarnya seperti "Alahhhhhhhg" dg keluahan y panjang jika saya dan saya lagi y maju ke dpan dlm hal aapapun. Atau "Alah,.muka muka diaaa aja, muak. Kayak gk.ada.y lain" seperti itulah strusnya.

Jadi sekali dua kali jika mndengar ucapan itu saya masih biasa aja, yahhhhhh karna trlalu sering saya mnjdi malu jga  akhirnyaa... bukan malu, patah semgat teppatnya krna dia bukan hanya mebtasi ruang gerak saya tetapi jg membuat saya minder dg cara menghna bentuk fisik tubuh  dan suara saya.

Apa y terjdi,.sejak saat kelas 2 SMA saya mnjd org y mulai membatasi diri dan malas mnjdi unggul. Saya mnjdi org y slalu terbyang bayang akan mndpat hinaan y sama dri org lain jika saya tetap menjdi diri saya sndri.

Akhirnya krna sudah sering minder pada kelas 3 SMA saya mnjd org yang mulai cuek sekali guru dan benar2 jatuh smmgat. Bhkan saya mnjdi org y tidak menghargai guru lagi. Padahal saat itu lelaki itu sudah sekelas dg saya dan udah hampir berteman dg baik. Sayangnya efek y timbul tanpa pemblasan dendam sudah dluan melekat.

Hingga akhirnya saya lulus SMA dg isi nol meski saya lulus dg baik dan mndpat panggilan undangan untuk kuliah di Unsyiah dg program beasiswa juga.

Saat pertama x kuliah. Ah, udh panjang x, pasti capek skroll ke bawah. Lanjut lagi gak ya? Klo dilanjut ceritnya pasti nyambung krna lg bersarang di kepala, tapi klo gk takutnya akan hilang,.okelah klo aku tulis lagi sambungannya. Biasanya aku tidak akan menyambungnya. Nanti semngat di malam ini y sdg panas dg masa lalu dan ingin brubah akan hilang, kayak hbis nonton film. Menggebu gebu ingin sperti di film. Bgtu juga saya,.malam n hari ini saya benar2 menyesal sekali dg masa lalu saya. Saya kuat ingin brubah tpi entah bisa entah gk. Biasanya akan panas2 taik ayam.

Ide ini saya tulis setlah saya mndpat kritikan y sangat membangun dari para tentor di BIMAFIKA trcinta. Saat saya praktik mengajar dalam tahap bimbingan.

Ah, capek x ngetik udh satu jam. Intinnya bnyak x masih y mau saya tulis .tpi.saya mulai.ngantuk,.liatlah aturan hp saja.udh acakan.bgini. udh pkl 2 dini hari. Mulai ngantuk,.hrus tdur, biar gk nyesal lgi krna besok PPL n hrus msuk kelas sprti biasa...

Jom tidur. Smga tulisan ini akan bersmbung dan idenya akan ttap sama. Kuliah, nilai.bagus,.tanggapan org, tanggapan akhir, singan awal, minat,.smbgat, skripsi.dan.kualitas.tulisan. kemampuan mengajar .praktik.kuliah prsentasi danninteraksi,ospek prtma dll. Ini adlah kisi2 tulisan.slnjutnya....uang,.boros, waktu sia2 teman, sopan.ngaji, cinta,nhidup dll...

Aamiin...