Minggu, 19 Februari 2017

Sebenarnya, Jangan Lupakan Kenyataan Itu!

Hal y paling membuatku gelisah adalah ketika kita kembali berinteraksi baik langsung atau melalui jejaring sosial. Seperti hari.ini, aku hanya bermaksud untuk bertanya tentang skripsi padamu tapi malah terbawa perasaan y haus untuk melepas rindu. Seandainya aku tidak mengirimmu pesan aku pasti tidak akan membayangkanmu. Hatiku tak akan sakit seperti saat ini ketika aku hrus mengakhiri obrolan dg mu. Aku trus melawan hasrat untuk berkomuniksi dgmu, sayangnya rasa rindu mengajakku untuk berhenti berjuang. Aku akan lebih baik tanpa mengganggumu. Tapi jika itu kulakukan aku juga merasa hidupku terlalu hampa tanpa khadiranmu.

Sungguh, aku sudah tidak waras lagi. Apa y aku hrapkan dri pesan2 itu? Dalam bayangku, kau akan bermain sajak dan merayuku atau sekedar melambungkanku ke angkasa seperti y pernah kualami dlu. Kenyaataannya apa?? Sejak 2 bulan setlah hubungan yang sulit kunamai y kita jalani kau berubah total. Tak ada sepatah katapun lagi y menyiratkan makna kau menginginkaanku atau menggodaku. Kau bahkan menjadi sngat dingin kepadaku kini. Kau lupa bahwa kau pernah berperan sbagai seorang kekasih untukku. Kau lupa bahwa kau pernah membuatku menantikan satu malam y indah. Kau juga lupa bahwa kau pernah menghabiskan waktu hingga larut maalm hanya untuk melayani kerinduaku, y katamu itu juga keinginanmu.

Kau bhkan lupa bahwa kau pernah memanggilku sayang. Kau sama sekali tak ingat lagi bahwa kau pernah membhongi istrimu hanya agar kita dapat bertemu dan memadu kasih. Sulit rasanya memaksamu untuk mengingat semua kenangan y kuanggap indah seperti aku y tk pernah melupakannya wlo sudah  setahun berbalu. Aku hanya ingin kau ingat bahwa kau pernah melupakan statusmu saat bersamaku. Kau berperan bukan sabagai siapa kamu melainkan sebagai org y aku cintai dan juga ingin bersamaku. Entah itu hanya hasrat lelakimu entah pula murni batinmu y meminta seperti y kau katakan. Y jelas, sulit bagiku menerima sikapmu y kembali netral dg senetral netralnya. Kembali menjdi dirimu y sok profesional dan bijaksana. Memang Aku bangga padamu krna kau pandai menjaga sikap dan bermain peran, tpi aku muak. Dulu kau bilang kita akan layaknya seperti status kita ketika di tempat umum dan di hadapan org lain. Kita akan menjdi kita hanya saat berdua tanpa hrus mengingat siapa kita. Tapi semua itu kau ingkari.

Skrang, walau kita hanya berdua saja kau tetap menjadi sosok yang bijaksana, tegas dan mendidik seperti statusmu. Baik itu langsung ataupun tidak. Kau tahu?? Aku merasa aneh, mengapa seakan kau bukan org y pernah bersamaku?? Mengapa aku menjadi bgtu segan dgmu?? Mengapa tanganku tidak seberani bibirmu dlu y mengkecup bibirku untuk mengetik kata2 merayu untukmu???

Ada keganjalan y sulit aku pahami. Aku selalu brusaha menepis bahwa  kau sudah memusnahkan tentangku.Aku tahu kau  hanya benar2 ingin memeperbaiki pernikahanmu. Tapi mengapa sedemikian sikapmu skrg??

Haruskah secuek itu kepadaku?? Hruskah menjaga jarak sedemikiannya?? Kau tahu kan, aku jga sdg berjuang, tpi tidak munafik bahwa aku juga ingin kita sesekali berbincang tentang asmara y pernah kita lalui wlo tanpa kita mengulang keindahan seperti y sudah pernah kita lakukan. Aku hanya mau kau ada untukku seperti dlu.

Bru 45 hari y lalu kau memelukku manja dg penuh kelembutan dan seakan kaupun rindu kepadaku. Tapi kenapa skrg semua itu seakan terlewati tanpa bekas dan kesan bagimu. Aku masih rindu kepadamu, rinduku tak pernah habis. Aku selalu menyebut namamu tanpa henti meski ku tahu memilikimu lagi adalah mustahil bagiku..

Terkadang aku menyesal mengapa aku terlalu menuntut lebih saat hubungan kita masih baik2 saja dulu. Mengapa aku terlalu memaksa tanpa bersabar dg kenyataan y tak mungkin dirubah?? Mengapa aku seposesif itu. Andai dulu aku tak membuatmu marah, mungkin sampai saat ini kita masih baik2 saja, masih berhubungan sedrhana wlo tanpa berjumpa kusus. Andai smua itu tidak pernah trjdi kau pasti msih kumiliki wlopun tidak seutuhnya.

Tapi Allah lebih tau mana y terbaik untuk kita. Jika itu tak pernah trjdi mgkin sampai saat ini aku masih jauh dariNya. Mungkin sampai saat ini hidupku masih dalam kehinaan. Allah memang sempurna, Allah mengubahku dg jalan y tak kuduga. Allah memberiku petunjuk melalui nasihat2 dan sikapmu. ALLAH membimbingku melalui sikapmu. Aku berlatih hijrah dalam bnyak hal karena kamu.

Meski aku kesal pada sikapmu yang mulai sangat jauh driku tapi aku selalu bersyukur karna kau tetap menjadi lelaki terbaik y bagiku. Kau tetaplah sosok lelaki idamanku meski kau terlihat smkin kurus, tapi ketampananmu semkin membuaatku trgoda terlebih dg rambut y baru kau pangkas. Kau terlihat lebih menarik dan manis.  

Apapun itu, sebenarnya aku bersykur krna kau masih melyaniku dan masih memberiku ksemptan untuk berteman dgmu. Kau masih mau memperhtikan dan menasehtiku. Meski itu hanya kau beri ketika aku datang dg curahan hati kpadamu.

Tapi itulah kamu,.lelaki baik. Sosok guru y menyenangkan dan pastinya kau memang sosok suami y jahat (jaga hati) seperti katamu. Kau jg sosok org tua y lembut dan penyayang. Aku smkin mencintaimu meski kutahu cintaku tak akan pernah bertepi. Cintaku selamanya hanya akan berlalu begtu saja. Aku akan trus menepis rasaku seperti janjiku y hampir stiap saat aku ucapkan. Maafkan jika sampai saat ini janji itu belum mampu aku tetapi.

Aku tau, langkah y kau ambil untuk mnjauh adlah y terbaik, tapi aku tidak akan bisa menerima itu. Aku akan smkin sakit jika kau tak ada untukku lagi. Aku merayu padamu, tetaplah ada untukku meski hanya sesekali dg batasan y sudah kita janjikan. Tetaplah ramah kpadaku. Janganlah bersikap seolah kita tidak pernah berkasih. Kau harus mengakui meski tak resmi kau pernah mnjdi kekasihku wlo dalam malam malam ya kelam dan gelap. Hubungan kita tetap ada wlo itu sebuah kandal pengkhianatan y kita jalani scara diam diam.

Kenyatann tidak akan berubah bahwa aku pernah menjadi "istrimu" wlo hanya aku dan kau saja y tau. Meski hanya satu malam, kita berdua pernah saling memiliki keduanya. Kau harus trima kenyataan itu bahwa kau pernah mengungkap syg dan rindu padaku. Seperti halnya aku y hrus menrma knyataan bahwa kau memang suaminya dan ayah bayi kesyanganmu.

Aku terima itu, sebab itulah aku belajar melwan hatiku y tak pernah henti mngharapkanmu. Aku mrindumu seperti malam2 dulu y tak pernah lupa aku beritahu.....

U, Frequently in writing, Pimen....

#efekskripsi&curhathijrah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar