Jumat, 10 Februari 2017

Pujian Terburuk Part 1

Tulisan ini ditulis slama 1 jam.
_______^-^________

Sekilas kalau melihat arti pujian itu yang terbayang oleh kita  pasti bagus. Jika pujian itu buruk maka sama dengan sebuah sindiran dalam penerapan gaya bahasa. Seharusnya  setiap pujin itu menjadi hal yang indah bagi seseorang. Sayangnya  bagi saya  pujian malah menjadi sebuah malapetaka. Mungkin dulu saya selalu mengharapkan itu karena saya tipe orang yang mudah selalu merasa bangga dan selalu merasa saya yang paling baik. Sombong sekali bukan??. Tapi hal ini sekarang sudah tidak berlaku bagi saya. Entah anggapan ini akan berlaku sampai berapa lama. Yang jelas saya berharap semoga pujian2 apapun itu tidak akan lagi menyapa saya. Semga itu selamanya.

Saya adalah orang yang cepat puas dengan segala sesuatu. Saya juga orang yang mudah merasa bangga sehingga "Ke-Akuan" itu membuat sayaa selalu berhasil dihasut oleh syaitan. Saya akan menjadi orang yang ujub dan berhenti berbuat setelah saya mendapat pujian. Saya akan puas dengan pujian itu sehingga tidak akan ada usaha apapun lagi atas segala sesuatu yang saya lakukan jika sudah dianggap baik. Saya bukan tipe orang yang menjadi semakin baik setalah dipuji.

Ada orang yang menjadikan pujian sebagai satu dorongan untuk terus mempertahankan pujian itu. Hal ini berbeda dengan saya. Saya malah menjadi semakin buruk setiap kali saya dipuji. Saya merasa tidak ada lagi yang perlu saya lakukan. Toh saya sudah sempurna dari pujian2 itu. Ini anggapan saya. Subhanallah, betapa halusnya permainan dan tipu daya syaitan dalam membuat saya menjadi org yaang penuh penyesalan dan merugi.

Sejak SD. Saya selalu menjadi 3 besar di kelas, atau minimal 10 besar dari 30-an. Lebih minimal lagi 5 besar karena sejak kelas 1 SD saya hanya pada kelas 1 mendapat juara 10, selebihnya selalu 5 besar. Saya selalu mendapat juara 1, 2, 3 dan 4. Di SMP saya mendapat juara 1, 2, 3 dan 5. Di SMA hanya sekali saya mendapat juara 8  yaitu di kelas 1. Selebihnya menjadi juara 2 dan 3. Saat menulis ini saya lupa entah saya pernah mnjd juara 1 atau tidak. Y jelas saya selalu mendapat juara.

Ketika kuliah, sampai sudah semester 7 IPK saya tetap masuk dalam kategori 5 tertinggi. Bedanya di perkuliahan tidak hanya satu org yang dapat nilai tinggi, bisa sampai 3 orang mndpat IPK yang sama. Jadi saya bukan masuk org lima trtinggi, maksudnya adalah nilai saya masuk.kategori nilai tinggi dalam 5 besar. Kurang lebih begitulah penjelasannya.

Jujur, saya sudah menjadi orang y malas membaca sejak SD, hanya saja saya pernah belajar ketika SMP. Saya sering mengulang dan belajar saat SMP. Hal ini saya lakukan karna saya memang ingin menjadi nomor 1 di kelas. Alhamdulillah saya dapat. Tapi selain krna ingin jadi juara kelas alasan saya belajar adalah karna saya pernah jatuh cinta dengan kepala sekolah saat itu. Bapak itu guru Bahasa Inggris. Beliau jga alasan yang membuat saya bisa Bahasa Inggris. Dari yang "La tak tau" hingga mendapat juara dalam lomba kosa-kata dan bebrpa kali memegang sertifikat nilai tertinggi dalam pelajaran Bahasa Inggris. Selain itu saya juga pernah belajar karena saya jatuh cinta dengan sang juara yang tiada duanya di sekolah saya. Misi saya untuk jadi juara hanya karena ingin berdiri di sampingnya saat hari pengumuman dan pembagian piala juara. Alhamdulillah hal itu juga tercapai pada kelas 2 SMP. Kami di kelas yang berbeda.

Nah, saat itu keluarga juga selalu menyajung saya. Sebagai anak pertama Ibu saya sangat bangga menceritakan tentang juara2 saya di kampung dan  ke keluarga y lain. Sehingga di kampung itu saya dikenal sebgai orang yang pintar karena saya selalu mendapat beasiswa sejak SMP hingga Kuliah. Saya sekolah di sekolah Swasta. Hanya akhir2 ini keluarga saya mulai menyadari tingkat "Ngeut" saya dalam kehidupan, itupun hanya pihak keluarga sperti bibi, paman, sepupu dan tetangga atau teman dekat saja. Sedangkan orang2 di kmpung masih mengganggap saya anak pintar seperti di SD dulu. Merka tidak tahu krna saya belum sempat bercerita kepada merka, sdangkan keluarga setiap libur kuliah saya selalu cerita sperti apa perkembangan saya. Itulah saya. Saya selalu bangga jika orang mengetahui yang sebenarnya tentang saya. Bodoh sekali bukan,.shrusnya saya menjaga aib ini agar merka tetap mengira saya hebat. Tapi itulah salah satu sifat saya. Saya lebih suka berkata jujur walaupun itu suatu musibah bagi saya.

Nah, lanjut ke pujian. Saat SD saya bahkaan tidak pernah belajar khusus di rumah. Di SD saya hanya menjadi siswa yang patuh mendengar dan memperhatikan sehngga saya akan memahami a apapun y guru sampaikan wlo hanya sekali tanpa hrus mengulangnya di.rumah. Seingat saya dan ini memang tidak meleset.Saya hanya belajar membaca tidak lebih dari 5 kali bahkan mungkin kurang. Itu belajar seblum sekolah saat masih kecil2. Malah yang sangat melekat saya hanya diajarkan sekali cara membaca dg serius oleh Mak saya. Kalian tau apa y terjadi?? Saat materi membaca pertama kali diberikan kepada anak kelas 1 SD .guru meminta siswanya untuk praktik membca ke depan. Hanya dua atau tiga orang saja y maju, salah satunya saya. Entah dari mana keberanian itu muncul dan entah apa dorongannya saya berhasil membaca dg baik di depan kelas.

Begitu juga dalam mengaji, kelas 2 SD saya sudah mengaji al quran 30 jus. Walau saat itu maasih kurang memprhatikan tajwidnya. Setiap hari bagi rapor saya selalu dipuji oleh orang kampung. Pujiannya y sangat melekat seperti ini "O nyan hana rugo abah meusyap, ken peugah haba manteng y careng rupa jih ule careng sit." Artinya " Gak rugi mulut ceplas ceplos. Bukan bicara aja y pandai rupanya kepala pintar juga".  Begitulah selalu.

Pujian lainnya "Rupa jih mami dumpu careng, ken meunyanyi tok, kula careng sit" kurang lebih bgtulah.
Di kmpung sampai skrg masih ada yang panggil saya mami karena wktu kecil saya memanggil Mak saya dengan kata Mami, shingga ada yang dengar dan mnjdi bahan ejekan.  Wktu kecil saya pandai bernyanyi dan sering maju di kelas atau saat2 ada acara di skolah dll. Kebetulan nama saya Elfi jadi saya sering dipanggil Epi Sukaesih atau Epi Tamala juga. Pangglan ini tetap berlaku sampa skrg saat perkenlan dg siapapun meski saya sudah tidak pernah bernyanyi lagi.

Ah, lama sekali sampai pada inti ceritanya. Maklum saja, hidup saya terlalu berwarna. Jadi butuh waktu y panjang untuk mengabdikannya.

Lanjut yaa...

Initinya di SD saya gak pernah belajar, entah sekolah saya y rendah kualitasnya entah teman saya banyak y bodoh shingga sya selalu mnjdi juara.  Di SD saya tidak pernah punya dorongan untuk blajar, tapi ada bnyak hal yang saya nampu selain nilai bagus di jelas saya bisa perpidato,.bernyanyi dan menjelaskan. Mungkin di sinilah kelebihan saya yang mampu menyelamatkan saya hingga detik ini yaitu punya kemampuan komunikasi y baik. sehingga dengan kemampuan olah badan saya orang2 dg mudah dapat mengerti apa y saya sampaikan .insyaallah. hal ini menutupi kekurangan saya. Satu y pasti, saya selalu gagal dalam lomba cerdas cermat dan teka teki baik itu permainan atau TTS. INILAH MASALAH SAYA SEKARANG. Kemampuan bicara saya mnjadikan saya orang yang sangat bodoh di dunia. Kemmapuan bicara saya mengundang pujian y akhirnya membuat saya smkin bodoh dan malas.

Ketika SMP. Penyakit saya mulai muncul. Saat kelas 3 saya sudah mulai jarang membaca buku. Anehnya saya tetap mendapat nilai y bagus setiap latihan dan ulangan. Jujur bahkan saya bisa dikatakann tidak pernah belajar / latihan menjawab soal UN. Nah, setiap akan ulangan saya selalu mlas belajar dan kbiasaan itu trjdi sampai skrg. Saya hanya mampu mngeluh bgni "Gimana ni, besok ujin. Aku belum belajar" ini selalu saya sampaikan pada teman-teman. Semua merka sejak SMP hingga kuliah baik itu teman lama atau baru tetap mnjwab "Alah. Kamu gak belajarpun nilai tetap tinggi juga, gak belajar aja selalu bisa apalg klo belajar"

Sungguh, itulah salah satu kalimat yang saya maksud di judul. Pujian Terburuk yang terlambat saya sadari. Bukan terlambat, sejak dulu saya tahu itu salah tapi baru bulan ini saya mendapatkan efek buruk dari kelalaian sikap saya itu.

Di SMA karena selalu dipuji seperti itu membuat saya malu untuk belajar, semacam ada rasa ingin membuktikan bahwa saya memang mampu seperti pendapat merka sehngga ulanganpun saya jrang sekali baca buku. Jika presentasi saya hanya membaca bagian teori y akan saya jelaskan saja. Tapi kemampuan olah bahasa, tubuh dan mengolah kata serta olah suasana dan kondisi  membuat saya selalu terlihat menguasai bahan padahal sebenarnya saya tidak sehebat itu.

Y lebih parahnya, setiap malam ujian baik itu ulangan, ujian tengah semestr atau akhir ujian saya bahkan malu sekali kalau kethauan sama teman saya belajar. Saya takut merka bilang "wajarlah nilainya tinggi org dia serius x belajar" Saya selaalu mnghindari itu bahkan sampai sudah semstr 8 ide bodoh itu masih saya pertahankan untuk msalah skripsi. Sya selalu ingin membuktikan "MESKIPUN GAK.BELAJAR DIA BISA" Ya beginilah skrg. Saya menjadi orang terbodoh dan terugi.

Efek tidak pernah membaca ktika brada di dunia pendidikan y sesungghnya saya kewalahan karna kekurangan teori dan lemah ilmu.

Bisa dikatakan "Tong Kosong Nyaring Bunyinya".

Di SMA, ketika sudah mepet sekali misalnya malam ujian Matematika. Teman2 y lain semua belajar dg cara mencari dan latihan mnjwab soal dg sstem belajar bersama baik itu di mesjid setelah agenda rutin malam hari atau di asrama menjelang tdur. Apa yang saya lakukan? Saya malu jika kethuan belajar shingga saya tidak jarang belajar. Jika sudah terdesak saya hanya akan belajar 2 jam seblum ujian misal menjelang sbuh hingga pagi hari, itupun dg cara sembunyi-sembunyi. Jika plajaran MTK saya hanya akan menghafal rumus dan mengingat 2 soal y ada di contoh, jdi ketika sedikit soal ujiannya melenceng dri soal sya akan kerepotan menjwabnya.

Tapi di saat menjelang UN ada peningkatan, saya lumayaan belajar  terbukti dengan saya memiliki buku bank soal. Itupun gak semua tahun terisi. Sedangkan di SMP,.semua teman sibuk meminjam bku di perpus atau membelinya sdgkan saya memikirkannya dg panik saja tidak.

Alhasil saya tetap mendapat juara dan alhamdulilah lulus ujian nasional dg baik dg nilai 3 atau ke 4 tertinggi dari dua kelas.  Sayangnya mungkin saya salah satu juara kelas yang tidak memiliki prestasi di luar pelajaran sekolah. Saya jarang sekali ikut lomba apapun, baik itu pendidikan atau nonpendidikan.

Olimpiade saya tidak pernah ikut, aktif organisasi ngak, lomba apapun saya ngak. Hal ini trjdi sampai di akhir semstr kuliah. Saya menyadari saya tidak mampu karena saya malas dan tidak mau berusha.

Baru skrang saya menyesal ketika ada permintaan2 sertifikat berharga atau apapun y berhubgan dg prestasi. Tapi stidaknya di SD pernah ada satu piala dari saya yaitu piala saat lomba 17 Agustus,.hahahahaha buruk sekali bukan??? Tapi SD lebih baik, saya sering ikut lomba hanya memangnya saja y tidak.  Saaya sering lomba pidato, untuk tingkat sekolah pernah bebrpa kali menang.

Sedangkan SMP dan SMA saya mengoleksi bnyak sertifikat tp bukan hasil lomba melainkan srtifikat di pelajaran krna sistem di sekolah saya ada penghargaan nilai tiap pelajaran. Kalau untuk lmba tingkat sekolah d SMP adalah seperti lomba nasyid,.pidato, bercerita dll. Stidaknya ada piala wlo hanya piala juara. Sedangkan di SMA saya mulai mati dan jatuh. Saya masih pegang bnyak sertifkat pelajaran tp tidak sertifikat y lain. Saya hanya memberikan satu piala untuk sekolah itupun di bidang nonpendidikan yaitu menjad juara 2 dalam lomba memasak saat pramuka SAKA Bahari  di  Lanal Lhokseumawe,  tingkat provinsi kalau gk salah,  krna pesertanya dari bebrpa Kabupaten y ada di Aceh.

Begitulah kurang lebih, intinya kalau lomba di luar sekolah y keren2 itu saya tidak pernah ikut. Hal ini terjdi sampai skrg. Selama kuliah tidk ada satu srtifikat prestasipun.y saya dapatkan. Baik di bidang ilmu atau lainnya. Malah y trburuk selama kuliah di Unsyiah sudah 3 tahun lebih saya haanya pernah pinjam buku 3 kali di perpus itupun dari 9 buku y pinjam hanya dua y ada saya baca. Selbihnya saya pinjam hanya krna saya tidak ingin peminjaman saya kosong, kebtulanpun wktu itu lagi datang masa sadar ingin bangkit kayak sekarang, tepatnya malam ini.

Dulu, aduhh, asik duluuu aja y saya cerita. Kenapa saya cerita dlu?? Karna y membuat saya sangat menyesal malam ini adalah karena pngalaman masa lalu.

Jujur, saya orang yang sangat aktif dan antusias serta orang y sangat menghargai org bicara, itu.duluuu. seblum kelas 3 SMA. Ceritanya dulu itu saya selalu berpegang tguh pada moto hidup saya yaitu "jdikan sesuatu itu y trakhir bagimu" jadi setiap belajar dan klo ada acara seminar atau diskusi saya selalu jdi pemberi pertanyaan dan penanggap y baik. Ini salah satu tanda saya menyimak dg baik, jika tidak menyimak maka saya tidak akan mampu mengajukan pertanyaan krna setiap saya bertanya itu benar2 hal y ingin saya kthui bukan tujuan untuk menjtuhkan atau cari perhtian.

Saya selalu aktif di kelas. Tapi semua itu berubah sejak kelas 2 SMA. Malah masa trparahnya ialah pada kelas 3 SMA dan skitaran semestr 2/3 saat kuliah.

Ceritanya,.ada satu teman laki-laki yang tidak akan pernah saya lupakan. Dia brasal dari daerah y sama dg saya hanya beda kecamatan saja. Saya tidak tahu apa maslah saya dg dia, y jelas setiap apapun asal saya maju dan aktif dia selalu mengolok olok atau meremehkan atau bahkan mengabaikan atau y lebih sakit trkadang lgsung menjatuhkan semngat. Entah dia sadar atau tidak dengan tindakannya trhadap saya jujur saya sngat menyesali semua kbodohan saya y memperdulikan smua tanggapan buruk dari dia. Entah dia akan memungkiri jika dia membaca ini entah tidak..dia sering perang mulut juga dg saya di sekolah dlu. Tapi itulah kita, stiap orang pasti punya tanggapan lain dari sikap kita atau punya efek lain dari y kita mksud. Yang jelas smua sikapnya masih tergambar di pikiran saya.. Sbenarnya bukan cuma dia, tapi ada temaan laki2 y lain jga. Cuma dialah y sangat melekat di benak saya.

Mungkin beberpa teman permpun dari asrama tau jika msih ingat cerita itu. Tapi saya bukan mksudnya dendam. Saya hanya mencoba bercerita asal muasal saya jatuh selain karena mlas.

Salah satu komentarnya seperti "Alahhhhhhhg" dg keluahan y panjang jika saya dan saya lagi y maju ke dpan dlm hal aapapun. Atau "Alah,.muka muka diaaa aja, muak. Kayak gk.ada.y lain" seperti itulah strusnya.

Jadi sekali dua kali jika mndengar ucapan itu saya masih biasa aja, yahhhhhh karna trlalu sering saya mnjdi malu jga  akhirnyaa... bukan malu, patah semgat teppatnya krna dia bukan hanya mebtasi ruang gerak saya tetapi jg membuat saya minder dg cara menghna bentuk fisik tubuh  dan suara saya.

Apa y terjdi,.sejak saat kelas 2 SMA saya mnjd org y mulai membatasi diri dan malas mnjdi unggul. Saya mnjdi org y slalu terbyang bayang akan mndpat hinaan y sama dri org lain jika saya tetap menjdi diri saya sndri.

Akhirnya krna sudah sering minder pada kelas 3 SMA saya mnjd org yang mulai cuek sekali guru dan benar2 jatuh smmgat. Bhkan saya mnjdi org y tidak menghargai guru lagi. Padahal saat itu lelaki itu sudah sekelas dg saya dan udah hampir berteman dg baik. Sayangnya efek y timbul tanpa pemblasan dendam sudah dluan melekat.

Hingga akhirnya saya lulus SMA dg isi nol meski saya lulus dg baik dan mndpat panggilan undangan untuk kuliah di Unsyiah dg program beasiswa juga.

Saat pertama x kuliah. Ah, udh panjang x, pasti capek skroll ke bawah. Lanjut lagi gak ya? Klo dilanjut ceritnya pasti nyambung krna lg bersarang di kepala, tapi klo gk takutnya akan hilang,.okelah klo aku tulis lagi sambungannya. Biasanya aku tidak akan menyambungnya. Nanti semngat di malam ini y sdg panas dg masa lalu dan ingin brubah akan hilang, kayak hbis nonton film. Menggebu gebu ingin sperti di film. Bgtu juga saya,.malam n hari ini saya benar2 menyesal sekali dg masa lalu saya. Saya kuat ingin brubah tpi entah bisa entah gk. Biasanya akan panas2 taik ayam.

Ide ini saya tulis setlah saya mndpat kritikan y sangat membangun dari para tentor di BIMAFIKA trcinta. Saat saya praktik mengajar dalam tahap bimbingan.

Ah, capek x ngetik udh satu jam. Intinnya bnyak x masih y mau saya tulis .tpi.saya mulai.ngantuk,.liatlah aturan hp saja.udh acakan.bgini. udh pkl 2 dini hari. Mulai ngantuk,.hrus tdur, biar gk nyesal lgi krna besok PPL n hrus msuk kelas sprti biasa...

Jom tidur. Smga tulisan ini akan bersmbung dan idenya akan ttap sama. Kuliah, nilai.bagus,.tanggapan org, tanggapan akhir, singan awal, minat,.smbgat, skripsi.dan.kualitas.tulisan. kemampuan mengajar .praktik.kuliah prsentasi danninteraksi,ospek prtma dll. Ini adlah kisi2 tulisan.slnjutnya....uang,.boros, waktu sia2 teman, sopan.ngaji, cinta,nhidup dll...

Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar