Jumat, 17 Maret 2017

Suami Orang

Mencintai suami orang adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal.  Cintanya saja sudah salah maka akan sangat wajar apapun yang kita perbuat akaan tetap selalu salah. 

Setiap saat aku belajar untuk tidak melakukan hal yang tidak engkau sukai.  Aku memaksa diri agar berhati hati dg segala tindakan termasuk dalam hal mengirimmu pesan. 

Aku selalu menunggu pemberitahuan online di akun whatsappmu.  Aku rela menunggu berpuluh puluh menit bahkan sampai berjam sekalipun hanya untuk membuka dan menutup akunmu.  Tujuannya adalah agar aku dapat menyapamu saat kau sedang membuka whatsappmu.  Hal ini aku lakukan agar pesanku tidak masuk di waktu yang salah misal aku takut jika kau sedang tidak online tapi aku mengirimmu pesan aku takut pesan itu akan dibaca oleh istrimu.  Jujur aku tak pernah membayangkan jika saat akunmu online dan hp mu sedang di tangan istrimu karena sejak pertama kita dekat aku tidak pernah ditegur oleh istrimu.  Singkatnya aku mengambil kesimpulan bahwa hpmu jarang dipegang  oleh sang istri. 

Terkadang aku berharap agar sesekali istrimu yang membuka pesanku lalu membalasnya.  Bukan tujuan ingin menghancurkan keluargamu justru aku ingin kita sama-sama selamat khususnya dalam hal akhirat.  Aku berharap istrimu tau keberadaanku agar dia dapat menolongku.  Aku ingin dia mengetahui kesengsaraanku menahan diri karena tidak dapat memilikimu.  Aku ingin bercerita banyak kepadanya agar ia mengerti dan memahami posisiku ya walau nanti aku tahu ketika kami saling bercerita akan ada hati yang patah dan air mata akan membasahi patahan itu.  Aku juga tahu bahwa dia juga akan memintaku untuk memahami lukanya lalu membaca hatinya.  Tapi itulah intinya aku ingin berkenalan dengannya dg harapan masalah kita akan terselesaikan dengan baik.

Kau bilang aku seperti anak kecil.  Oke aku mengaku katamu benar jika dilihat dari caraku yang tak pernah henti menghubungimu.  Aku selalu ingin mengobrol dg mu shingga keinginan atas dasar rindu itu memang pantas kau katakan buruk.  Tapi tidakkah engkau sadar betapa aku telah berusah menjadi dewasa dalam mencintaimu??  Kedewasaan itu terbukti dari caraku yang tidak pernah berusha mengusik istrimu meski setiap hari aku memeriksa media sosialnya dan juga keluarganya. 

Jika aku tidak dewasa status keharmonisan keluargamu sudah berubah menjadi petaka sejak dulu.  Aku bisa saja menghancurkanmu dengan berbagai bukti yang aku punya.  Tapi kau tahu bukan,  betapa aku baik dalam menahan diri.  Aku sangat menjagamu.  Aku tidak ingin hidupmu berantakan meski kau bahkan tak pernah memikirkan keadaanku yang sakit karena menginginkanmu yang mustahil untuk aku miliki.  Kenapa aku tidak melakukan semua itu?  Jawabannya kau pasti tahu.  Aku mencintaimu.  Aku menginginkanmu.  Aku merindukanmu dan aku ingin selalu dekat denganmu bukan untuk merebutmu.  Aku hanya ingin memilikimu meski kutahu mendapatkanmu tidak akan ada caranya jika bukan kau sendri yang menerimaku. 

Sayang,  semua obrolan kita sejak awal masih rapi tersimpan di arsipku.  Semua tentangmu masih kusimpan.  Jika aku mau aku bisa saja "bercerita" banyak kepada istrimu dan menunjukkan beberpa bukti yang memang akan diakui kebenrannya oleh dia.  Tapi sekali lagi aku tegaskan bukan itu tujuanku.  Jikapun suatu saat dia tahu aku berharap kami bisa akrab dan berteman dengan baik.  Kau tahu kan?  Aku hanya ingin memilikimu saat ia tidak di sisimu.  Memelikimu dalam sesaatpun sudah sngat berharga bagiku.  Begitulah dalamnya cintaku padamu.

Katamu kau tidak mencintaiku.  Semua yang pernah kita lewati hanyalh buing kenangan yang disapa oleh nafsu. Jika benar,  kenapa  aku tidak melihat penolakan darimu ketika kau di sisiku?  Itukah hasutan syaitan?  Mengapa engkau kalah dengannya? Bukankah cinta yang agung tak akan dilemahkan oleh syaitan?  Lantas mengapa engkau menunjukkanku jalan untuk mengusik bahteramu? 

Kau menolakku setelah banyak hal yang kita lewati. Bukankah itu sebuah keegoisan?  Bukankah itu sebuah tindakan tidak bisa menghargai?  Bukankah Itu pertanda kebosanan darimu?? 

Karena semua yang membuatmu ingin tahu mungkin sudah kau ketahui sehingga mudah bagimu untuk mengusirku padahal kau tahu betapa kekuatan cinta akan mengakari semua ucapan dan tindakan.

Seandainya kau memang ingin setia dan tidak menyakitinya kau harus benar-benar membuatku pergi darimu.  Sayangnya selama ini aku menilai kau hanya belagu ketika kita berjauhan sedangkan saat bersama kau melahirkan sebuah rasa nyaman yang mungkin engkau sendiri tidak menyadarinya. 

Kau sudah dewasa sedangkan katamu aku sangat jauh dri kata itu.  Marilah kita berpikir jaalan apa yang harus kita lalui ke dpan dan coba kita mengenang lalu instropeksi diri sudah seperti apa sudah sikap dan cara kita saat bersama. 

Ketahuilah aku benar2  sangat mencintaimu meski kita tidak akan pernah saling mencintai dengan dalam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar