Rabu, 02 Desember 2015

KEBOHONGAN LDR



“Asal kau tahu saja mas, sebenarnya sejak awal kita menikah aku tidak pernah menjadi istri yang baik untuk kamu, aku bukanlah perempuan yang sebenarnya engkau inginkan, aku jauh dari kata setia, aku mengkhianati cinta kita, bahkan aku sudah mengingkari kepercayaanmu sejak dua bulan aku sah menjadi istrimu, selama tiga tahun aku mengenalmu, aku tidak pernah menjadi milikmu saja, aku selalu jalan dan dekat dengan pria yang kuanggap mampu membahagikanku, bukan hanya itu, aku juga memuaskan batinku yang tidak bisa kau jamah dengan tidur bersama pria-pria lain, dan kau tidak pernah tahu akan semua itu, aku tahu aku memang perempuan yang tidak pantas dan tidak layak untukmu mas, teman-temanku melarang aku menikah denganmu, tapi aku tetap memaksamu menikahiku karena kau terlalu sempurna untukku, aku tidak ingin ada orang lain yang menjadi milikmu apalagi disentuh lembutnya belaian tanganmu. Aku memang egois, tapi kebodohan dan ketidakperhatianmulah yang membuat aku menjadi begini, aku mengandung anak orang lain saja kau tak pernah sadar, iya, Dira bukanlah anakmu, saat kau pergi ke Batam sebenarnya aku belum hamil, tapi karna kesendirian dan jauh darimu aku tidak bisa menjaga diriku, dan itulah sebuah pengkhianatanku yang nyata terhadapmu, tempat pengistirahatan yang selalu menjadi tempatmu memberiku segala kepuasan dan kebahagian duniawi sudah sering dikotori oleh banyak pria, maafkan aku karena aku telah membohongimu, maafkan aku sebab tidak bisa menjadi istri yang seharusnya mengabdi kepadamu, aku tidak bisa mas, aku tidak bisa jika selalu engkau tinggal pergi bekerja ke tempat yang jauh, aku rindu akan semua kasih sayang, aku ingin selalu dimanja dan diperhatikan, aku butuh belaian yang bisa membahagiakan birahi duniawiku, kau terlalu lama dan terlalu jauh dariku, maafkanlah semua pengkhianatanku yang baru bisa aku ungkapkan kepadamu, sebenarnya aku masih perawan saat pertama kali aku menjadi pacarmu, aku memang tidak pernah setia padamu, aku sengaja membohongimu dan mengatakan bahwa aku bukanlah gadis suci lagi sebelum kau manjadi pacarku agar kau tidak kecewa jika kau menikahiku nanti, aku memang jujur, tapi kejujuranku adalah sebuah sandiwara, aku minta maaf, mungkin memang sudah saatnya kita berpisah, hubungan yang kita bina memang tidak bisa bertahan selamanya, kau lebih baik dengan perempuan yang lain, akupun sudah menemukan orang yang tepat untuk mendampingiku saat ini. Aku terima talak darimu mas, terimkasih atas semua warna yang telah engkau berikan dalam hidupku, kau lelaki terbaik yang pernah aku kenal, aku percaya kau tidak pernah sepertiku yang tidak saja milikmu, aku yakin kau tidak pernah menyakiti hatiku, aku doakan semoga kau bahagia setelah tidak bersamaku lagi, biarlah pernikahan kita yang seumur jagung ini menjadi sebuah cerita yang usang, aku berjanji akan melupakanmu, akan aku jauhi engkau dari hidupku, pergilah mas, aku sudah sangat ikhlas melepaskanmu.”

Tiba-tiba Edy mendapatkan email itu setelah 6 bulan perceraian dengan istrinya yang sangat ia cintai. Edy terpaksa menceraikan  Tara karena ia tidak ingin Tara terus-menerus membiarkan perempuan yang dinikahinya setahun lalu menderita karena hubungan yang mereka jalani dari jarak jauh. Edy sangat terluka membaca email yang berupa kejujuran dariorang yang selalu dia percayakan selama ini, dia selalu menyayangi Tara dengan sepenuh hatinya dan juga selalu ia rindukan di setiap detik hidupnya meskipun Tara selalu mengeluhkan semua itu. Edy memang bukanlah tipe lelaki gombal yang pandai merayu dan membujuk perempuan, dia sangat instrovet, dia lebih suka memendam saja apa yang dia rasakan, berbeda dengan Tara gadis yang memiliki pendidikan tinggi dan sangat mahir menunjukkan isi hatinya, Tara selalu bisa terbuka kepada siapa saja, dia juga perempuan yang sangat asik diajak bicara, dia perempuan yang sangat aktif dalam segala hal. Kepribadianya tulah yang membuat Edy sangat menyukainya dan tidak pernah sekalipun mengkhianati  sang istri yang pernah ia pacari selama tiga tahun itu. Tapi apalah daya seorang lelaki yang hanya berprofesi Manajer tambahan sebuah perusahaan swasta  di Batam, Edy sangat terikat oleh pekerjaannya siang dan malam, dia tidak pernah berkumpul dengan lama bersama  istrinya setelah pertama ia meninggalkannya, ia hanya memiliki cuti di akhir tahun, sayangnya saat ia cutipun Tara sedang tidak di Indonesia saat itu, sehingga mereka tidak pernah mengahbiskan waktu yang panjang untuk bersama. Mereka hanya bertemu setiap bulan dengan cara Tara selalu mengunjungi sang suami di Piayu, itupun hanya di akhir pekan, dan mereka tidak pernah bertemu lama kecuali hanya tiga hari. Setiap Edy pulang bekerja mereka hanya berkomunikasi leat udara, hanya menatap wajah dari balik layar hp saja, hanya itu cara mereka melepaskan rindu. Hal itulah yang membuat Tara selalu marah-marah dan berubah drastis. Mereka sudah sering ribut setelah menikah, padahal selama tiga tahun pacaran hubungan mereka sangat harmonis, tidak pernah ada pertengkaran apalgi perbedaan pendapat, mereka selalu bahagia. Mungkin benar yang dikatakan oleh banyak orang, hubungan yang terlalu menggebu-gebu saat pacaran biasanya akan pudar dan hilang kemesraannya setelah berumah tangga, dan hubungan yang dijalani dengan jarak jauh memang sulit  untuk dipertahankan. Itu bukan soal hati, tapi kebosananlah yang menguasai sehingga setiap pasangan akan merasa jenuh dengan keadaanya.

Edy tidak membalas email yang Tara kirimkan padanya, ia hanya menangis dengan hati yang sangat terpukul, hari-harinya semakin buruk, ia menjadi sangat pendiam, apalagi sikapnya yang memang dingin, ia terlihat tidak memiliki gairah dan semangat hidup lagi. Ia sengaja tidak meladeni celotehan sang mantan istrinya karena apapun yang ia lakukan hubungan mereka memang sudah tidak bisa dilanjutkan, dia sudah sangat kewalahan melayani istrinya yang super posesif dan agresif itu.

Tara terus menerus menghubungi Edy dengan berbagai cara, mengirim SMS, membuat status di dinding Edy dan mengirimkannya chat di setiap akun sosial Edy. Namun sejak hari perceraian hingga kini Edy sudah jarang membalas semua itu. Edy juga sudah memblokir nomor Tara. Dua bulan setelah berecerai E dy juga langsung memblokir  akun Facebook Tara. Edy tidak kuasa melihat setiap postingan bahagia Tara, baik status maupun foto-foto yang ia unggah dengan pacar barunya yang berstatus TNI AD, lelaki itu adalah mantan pacar dari keponakan Edy sendiri.  Bagi Edy, Tara sangat keterlaluan. Hal itulah yang membuat Edy merasa sangat disakiti dan tidak bisa lagi memafkan Tara.

Anehnya Tara seperti tidak ingin melepaskan Edy sebelum email itu diterimanya, ia selalu saja menghubungi Edy, Tara sanggup menelpon Edy hingga 100 kali lebih meskipun tak satu panggilannyapun dijawab Edy. Sebenarnya Edy masih sangat mencintai mantan istrinya, Edy juga selalu merindukan mantan istri dan anak mereka Dira. Edy tidak percaya kalau Dira bukan anaknya, karena semua yang ada pada Dira adalah sebagian diri Edy. Namun seiring dengan masuknya pesan-pesan aneh dari Tara yang selalu bercerita bahwa dia selalu tidur dengan pria-pria lain membuat Edy sedikit ragu. Edy benar-benar hancur dan terluka.

Waktu terus berlalu, Tara benar merasa sudah putus asa, ia sudah tidak mungkin lagi rujuk dengan mantan suaminya meski dengan usaha apapun, ia sudah sangat menyesal. Sebenarnya Tara juga masih memiliki perasaan yang sama dengan Edy, hanya saja dia tidak berani mengakuinya. Tara memang merasa bersalah, memang pada awalnya Tara sudah tidak ingin lagi bertahan dengan suaminya yang jauh, ia merasa lelah saja, sehingga setiap hari ia selalu meminta cerai yang setelah sekian kali baru dipenuhi Edy. Itu hanya emosi semata, dari lubuk hati mereka, keduanya masih saling mencintai.

“ Kalau memang kamu sudah tidak kuat lagi untuk bertahan bersamaku, akan aku lepaskan kamu dari genggamanku. Tapi dengan satu syarat, izinkanlah aku kembali menjadi imammu saat aku selesai kontrak nanti. Sejak aku jatuhkan talak kepadamu nanti maka aku perbolehkan kamu untuk dekat dengan pria lain dengan satu syarat, hanya sebatas pacaran biasa yang tidak lebih, aku tidak mengizinkanmu bermesraan secara berlebihan dengan lelaki lain apalagi di depan anak kita. Aku tidak ingin dia menyaksikan hal yang tidak baik meskipun dia belum tahu semua itu, aku takut dia menyimpan memori itu saat dia besar nanti. Ingatlah Tara, sengaja aku lepaskan kau saat ini karena aku ingin kau bahagia, bukan aku sudah tidak mencintaimu seperti yang kamu tuduhkan. Aku akan kembali, percayalah itu, aku akan selalu setia di sini untukmu asal kamu menerimaku lagi bila aku kembali nanti. Permintaanku, tetaplah seperti biasa, rutin berkomunikasi, walaupun tidak sama seperti dulu, setidaknya setiap hari kirimkanlaha aku satu pesan apa saja terutama mengenai Dira. Aku ingin meski aku ceraikan kau nanti kau masih bersedia menerima telpon dariku dan bercerita di akhir minggu tentang apa saja yang kau alami.” Itu adalah kalimat terakhir yang Edy ucapkan sebelum mereka bercerai.  Keadaan yang membuat semua menjadi begitu.

Tara selalu menuduh Edy berubah dan memiliki perempuan lain di Batam, sehingga seiring waktu Edy menjadi kesal karena istrinya selalu meragukannya dan bahkan tidak mau  lagi percaya apa yang dilakukan Edy. Hingga akhirnya Edypun berpura-pura memiliki pasangan baru dan mengupload foto mesra dengan seorang gadis cantik yang juga seksi. Karena melihat foto itu Tara menjadi sangat kecewa dan marah. Akhirnya karena saling curhat dengan Romy calon suami dari keponakan Edy tanpa direncakan keduanya menjadi dekat setelah Tara dan Edy sah bercerai. Romy datang dengan segala perhatiannya yang membuat Tara bahagia dan merasa sempurna. Sebulan setelah mereka berpacaran Tara bisa sedikit melupakan Edy, namun parahnya yang terjadi, setiap kali ia bersama Romy dia selalu terbayangkan Edy, apapun yang ia lakukan dengan Romy selalu mengingatkannya pada Edy.

Hal yang sama terjadi, Romypun pergi karena tugas ke Kalimantan, sehingga pasangan baru yang rencananya akan menikah satu tahun mendatangpun berjauhan juga. Waktu terus berputa, cinta tetaplah satu rasa yang tidak bisa dibagi-bagi, ia akan tetap pada labuhan pertamanya, sulit menggantikan sosok yang sebenarnya diinginkan oleh hati meskipun dengan ribuan canda tawa.  Tara kembali merasa kesepian, sejak ia ketahuan pacaran yang dipicu  oleh foto mesra Edy dengan gadis asal padang Nova,  membuat Edy dan Tara semakin jauh, Edy sudah tidak pada janjinya, ia tidak lagi menghubungi Tara walau hanya sekedar bertanya tentang Dira, hanya 3 bulan setelah perceraiannya saja Edy selalu mengirikannya uang sebagai biaya hidup dia dan Dira. Edy adalah lelaki yang sangat bertanggung jawab, baik hati dan sopan juga lembut, itulah yang mmebuat Tara menyesal sudah mensia-sikannya dan tidak bersabar setiap menunggunya. Romy jauh darinya, setiap perempuan pasti merindukan kasih sayang dan perhatian soerang lelaki. Tara terus menerus menghubungi Edy dan meminta maaf agar Edy membuka kembali pintu hatinya.Setiap hari Tara terus mengganggu Edy dengan pesan-pesan singkat yang mesra seperti saat mereka baru menikah dulu, karena Edy selalu mengabaikannya Tara juga selalu memakai nomor baru dan Edy selalu tahu itu adalah dia. Hanya saja Edy sudah sangat tersakiti karena ia merasa Tara sangat munafik, dan ia kecewa kenapa harus Romy meskipun ia tahu pacaran itu adalah izin darinya.

“Mas, percayalah pada hatiku, hanya kamu saja yang hatiku mau, aku ingin kembali mas, aku rindu padamu, siang dan malam aku terus memimpikanmu, aku tidak bisa melupakanmu mas, tolonglah mengerti hatiku, aku tau aku salah, aku minta maaf, percayalah mas, aku hanya bersandiwara dengan Romy, aku tidak serius mencintai dia, aku jalani itu semua hanya sebagai pelampiasan hatiku saja, dia hanya media untuk hatiku berintropeksi diri, percayalah mas, aku sangat menginginkan kembali menjadi istrimu lagi, jika memang kau sudah bersama yang lain aku ikhlas, aku rela menjadi yang kedua. Aku siap asal kau menerima aku dan  Dira lagi. Aku sudah mencoba mencintai dan menjalani hidupku yang baru dengan Romy, tapi aku tidak bisa mas, aku hanya mencintai kamu seorang, aku tidak bisa bertahan dengan Romy, aku tidak mencintai dia, aku tidak bisa bahagia dengan dia meskipun aku sudah mencobanya. Kaulah lelaki paling sempurna untukku mas.” Tara selalu mengirimkan pesan-pesan semacam ini, entah apa yang diraskan olehnya, terkadang dia bisa melupakan dan membuang pikiran tentang suaminya, tapi terkadang ia terus mengingatnya dan lupa pada Romy. Hingga akhirya Romy membaca langsung pesan itu dari Hp Tara dan ternyata masih sangat banyak kenangan Edy di Hp nya itu dan membuat Romy sangat kecewa karena mereka telah berjanji akan saling melupakan masa lalu dan memulai hidup baru berdua. Romypun pergi meninggalkan Indonesia, ia ditugaskan ke Palestina. Tara sendiri merasa bingung dengan hatinya, ia juga tidak ingin kehilangan Romy, tapi saat Romy jauh ia juga tidak bisa melupakan Edy, ia selalu saja mengingat antara keduanya saat keduanya tidak di sisinya.

Setelah berbulan-bulan Tara sendiri Edy tak juga mau memaafkan keslahannya dan tidak ingin lagi rujuk dengannya, Edy sangat kecewa karna hubungannya dengan Romy. Edy selalu teringat akan satu pesan Tara.
“Saat ini aku sudah bahagia dengan Romy, tidak lama lagi kami akan menikah, aku akan hidup bahagia dengannya, Romy akan menerim aku dan Dira dengan sebaik-baiknya, dia akan bisa menggantikanmu dalam hidupku dan Dira, aku akan melupakanmu dan jangan pernah tunjukkan dirimu di ahdapanku lagi, ku harap kau jangan pernah lagi menghubungiku dan mengganggu hidupku, biarlah Dira menjadi tanggung jawabku sendiri.  Aku besumpah akan menghapus kau dari dari hidupku.” Itulah alasan Edy tidak lagi memperdulikan Tara, Edy memang satu lelaki yang sangat berpegang teguh pada penderiannya, meskipun sebenarnya ia tidak kuasa untuk menjauh dari Tara tapi itu sengaja ia lakukan karna atas dasar permintaan Tara sendiri.  Sedangkan Tarapun bersikokoh sok bahagia dengan orang baru karena Tara menganggap Edy sudah benar-benar tidak menginginkannya lagi, ia yakin Edypun sudah bahagia dengan wanita lain sehingga ia berpura-pura mengirimkan pesan email yang menyatakan ia selalu selingkuh dengan banyak pria, padahal saat ia mengirimkan email palsu itu dia sudah sendiri dan sudah diputuskan oleh Romy. Namun Edy tetap bisu tanpa tanggapan. Entah Edy tahu atau tidak yang sebenarnya.

Tidak terasa sudah dua tahun setelah perceraian itu. Kini Edy sudah kembali ke kampung halaman, tapi Edy yang bertubuh kekar dan bugar tidak lagi dalam fisiknya yang sesempurna dulu. Edy sempat mengalami kecelakaan saat masih di Batam dulu dan beberapa hari setelah menerima email yang sebenarnya isinya adalah kebohongan semata yang Tara ciptakan sebagai satu ajaln cepat untuknya melupakan Edy. Edy menjadi cacat, kakinya patah. Bukan hanya itu, Edy juga menderita penyakit Hernia. Penyakitnya semakin parah, meskipun pihak keluarga memaksanya berobat Edy tetap pada hatinya, ia tidak ingin sembuh karena ia merasa hidupnya sudah tidak ada arti lagi. Tara adalah wanta yang sangat ia cintai sepanjang hidupnya, Tara adalah perempuan pertama yang menjadi pujaan ahti Edy, selama dua tahun bercerai dengan Tara ternyata sebenarnya Edy tdak pernah membuka hatinya untuk perempuan lain. Ia siang dan malam hanya merinduka Tara dan Dira, mereka berdualah harta paling berharga bagi Edy.

Tidak lama setelah Edy kembali dari Batam dan  ia juga sengaja melarang keluarganya untuk memberi  tahu kepada Tara akhirnya Edy meninggal dunia. Sebelum meninggal ia sempat meninggalkan sebuah kotak yang berisi puluhan foto Edy dan Tara juga Dira, ternyata setiap hari Edy selalu membuka Facebook Tara dan selalu mnyimpan setiap foto mantan sitri dan anaknnya, kotak itu adalah kotak saat Tara memberinya hadiah ulang tahun Edy yang ke-23 saat mereka masih pacaran dulu, Edy masih menyimpan semua ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman Tara di kampus dan juga surat ungkapan hati Tara yang menceritakan betapa bahagainya dia saat menerima pinangan Edy, di surat itu Tara menuliskan sebuah janji, “Atas nama cinta kita, Aku berjanji akan selalu setia kepadamu mas, aku akan senantiasa mendampingimu, aku tidak akan pernah  meninggalkanmu, aku akan selamanya menjadi milikmu, jika itu aku ingkari aku akan kehilanganmu”. Itulah sumpah, Tara sangat merasa menyesal atas kebodohannya sendiri, ia membaca setiap lemabaran buku harian mantan suaminya itu dengan penuh air mata. Di dalam kotak itun juga ada sebuah kotak kecil yang isinya emas seberat 25 gram sebagai hadiah untuk Tara dan Dira. Tidak hanya itu, Edy juga memberikan sebuah buku bank dengan jumlah uang 75 juta rupiah dan tertera nama Tara. Itulah kekuatan cinta, sumpah juga akan terwujud seperti yang Tara janjikan, jika ia ingkar maka oa akan kehilangan Edy, dan itu terjadi. Tara benar-benar sangat menyesal atas semua itu.
Dirapun semakin tumbuh dengan ceria, ia sangat mirip dengan Edy. Lama kelamaan, hingga usia Dira 5 tahun Tara masih tetap sendiri, Romy juga telah menikah dengan gadis lain. Tara sudah banyak menolak lamaran dari banyak pria, ia mengahabiskan seluruh sisa hidupnya dengan mengingat Edy dan mencintai sosok Edy meski di dunia yang berbeda. Semua harta yang Edy tinggalkanpun ia bangun sebuah yayasan anak yatim dengan fasilitas tempat bermain yang memadai, ia juga menadapat bantuan dari pihak perusahaan tempat Edy bekerja sebagai tunjangan Edy. Yayayasan itu diberi nama DiRa yang menjadi inisial nama Edy dan Tara sekaligus nama anak mereka. Setahun kemudian Tarapun menyusul sang mantan suami yang sangat ia cintai dan masih selalu ia cintai itu dengan tidak sedikitpun mengingkarinya. Ia meninggal karena Tumor payudara yang sudah ia derita selama 2 tahun, dan penyakitnya itu tidak ada satu keluarganyapun yang tahu. Kini tinggallah Dira dirawat oleh Ibunya Tara termasuk dengan Yayasan Dira sudah beralih menjadi tanggung jawab adiknya Tara.

Cinta yang sejati akan selalu berdiri pada hatinya sendiri, ia akan terus bersemi sampai kapanpu, cinta sejati yang hakiki tidak mengenal kata bosan dan jenuh, ia akan senantiasa pada kesetiaannya. Hati harus dijaga, apa yang dirasa akan menajdi sempurna bila saling adanya keterbukaan dan komunikasi. Kita pasti akan menyadari betapa cintanya pasangan kita jika kita selalu setia menunggunya di manapun ia berada, kita tidak akan menyesal karena kehilanganya bila selama ia ada kita tak sedikitpun mengecewakannya. Tapi hati akan menangis jika cinta kita bersedih dengan air mata. Setialah pada pasangan kita, karna kita tidak pernah tau kapan kita akan tidak bisa lagi dan melihat menyentuhnya. Bahagialanlah dia semampu jiwa dan raga, karan cinta akan bertemu pada satu hati di waktu yang indah bagi kedua insan yang memiliki cinta itu. Sebuah hubungan tidak akan bisa dijalani bila tanpa adanya kepercayaan, dua insan yang saling mencintai haruslah saling jujur, terbuka dan percaya, bila itu tidak ada maka hubunganpu akan hancur dan terabaikan. Percayalah pada pasangan hidup kita.



#With Love, AdeLfi
Banda Aceh, 18 Mei 2015

1 komentar: