Kelabuku menyiksa batin
merobek jiwa bagai gigitan sakti sang buas
perih, luka, pedih, pilu
sungguh sangat menyiksa
dalam senyumkupun duka tetap tak terpendam
sakit, sungguh sangat sakit
membiarkanmu pergi bukanlah satu harap
sesalan terus menjeratku
membuat hidup seolah mati
aku bak kapur tak berbekas
bak darah tak mampu beku
semuanya sangat nihil terjadi
aku pilu, sakit dan pedih
sangat terluka kasih!
bisa kah kau pahami kecewaku?
asamu menjeratku
aku enggan tuk hidup
sesak bila namamu terlintas
aku merindukan kau sayang
aku resah
kembalilah padaku
temanilah hariku
aku sakit tanpamu
lihatlah diriku
senyumku menyelipkan resah
tawaku terbuat
perihkupun terselubung dibalik ketakutanku
sakitku bagai hantu yang menjelma
membuatku tak kuat lagi berdiri.
Banda Aceh, 28 November 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar