Kamis, 03 Desember 2015

Senyum Dalam Tangis


Kelabuku menyiksa batin
merobek jiwa bagai gigitan sakti sang buas
perih, luka, pedih, pilu
sungguh sangat menyiksa

dalam senyumkupun duka tetap tak terpendam
sakit, sungguh sangat sakit
membiarkanmu pergi bukanlah satu harap
sesalan terus menjeratku

membuat hidup seolah mati
aku bak kapur tak berbekas
bak darah tak mampu beku
semuanya sangat nihil terjadi

aku pilu, sakit dan pedih
sangat terluka kasih!
bisa kah kau pahami kecewaku?
asamu menjeratku 

aku enggan tuk hidup
sesak bila namamu terlintas
aku merindukan kau sayang
aku resah

kembalilah padaku
temanilah hariku
aku sakit tanpamu
lihatlah diriku

senyumku menyelipkan resah
tawaku terbuat
perihkupun terselubung dibalik ketakutanku
sakitku bagai hantu yang menjelma
membuatku tak kuat lagi berdiri.

Banda Aceh, 28 November 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar