Turunmu tak tentu
kau terlampau rindukan bumi
tanah yg dulu kering
kini bagai adonan siap diolah
sangat lembab
kuyub dan remuk
menampungmu saja ia sudah tak lagi mampu
ia begitu lemah tak berdaya
hadirmu melampaui rindu
sentuhanmu menyiksa kami
kami tak berdaya
rindu alam dulu menyerang kami
kau ada di mana-mana
bahkan hadirmu menyiksa
kau menenggelamkan permada
tuk rebahkan tubuhpun tak bisa lagi
wahai hujan
air mata sucimu meresahkan
genanganmu menggilakan
berhentilah menangis wahai hujan
berdiamlah sejenak dengan tenang
semoga kau tak lenyapkan laut tenang
kami lapar terpal kering
tenggelam dalam bendunganmu sangatlah melelahkan
kasihanilah kami wahai hujan
berhentilah menderai
jangan basahi bumiku lagi
sentuhanmu sangatlah dalam.
Banda Aceh, 24 Desemeber 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar