Kamis, 03 Desember 2015

Berhentilah Menderai

Turunmu tak tentu
kau terlampau rindukan bumi
tanah yg dulu kering
kini bagai adonan siap diolah

sangat lembab
kuyub dan remuk
menampungmu saja ia sudah tak lagi mampu
ia begitu lemah tak berdaya

hadirmu melampaui rindu
sentuhanmu menyiksa kami
kami tak berdaya
rindu alam dulu menyerang kami

kau ada di mana-mana
bahkan hadirmu menyiksa
kau menenggelamkan permada
tuk rebahkan tubuhpun tak bisa lagi

wahai hujan
air mata sucimu meresahkan
genanganmu menggilakan
berhentilah menangis wahai hujan
berdiamlah sejenak dengan tenang

semoga kau tak lenyapkan laut tenang
kami lapar terpal kering
tenggelam dalam bendunganmu sangatlah melelahkan

kasihanilah kami wahai hujan
berhentilah menderai
jangan basahi bumiku lagi
sentuhanmu sangatlah dalam.

Banda Aceh, 24 Desemeber 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar