Ustadzah Halimah Alaydrus :
kemampuan menjaga lisan dari aib orang
.
kisah tentang ulama yang bernama Syekh Hatim Al Asham
.
suatu ketika Syekh Hatim lagi di tempat dia belajar, ada perempuan mau menayakan masalah pribadi. Syekh Hatim mempersilahkan perempuan itu untuk masuk kedalam ruangan
.
perempuan : yaa Syekh, saya mau bertanya masalah rmh tangga ( tiba-tiba keluar kentut besar dari si perempuan ini )
.
perempuan ini kentut di depan Syekh Hatim. betapa malunya si perempuan ini luar biasa
.
Syekh Hatim tau perempuan ini malu. beliau berusaha menutupi aib itu dengan bertingkah seakan kurang pendengaran
.
Syekh : kamu kayaknya ada bicara sesuatu yah?
.
perempuan : iya Syekh. mau bertanya masalah rumah tangga
.
Syekh : maaf boleh lebih keras lagi? ( berkali-kali Syekhnya begini sampai pada akhirnya Syech menyahut pertanda beliau sudah dengar dengan jelas
.
wah perempuan ini seneng karena merasa Syekh tidak mendengar ketika dia kentut. lalu setelah dijawab pertanyaan perempuan itu, dia pamit pulang
.
Syekh Hatim berfikir, perempuan ini tinggalnya dekat di sekitar rumahnya Syekh. Syekh khawatir perempuan itu bisa tau kalau Syekh Hatim pendengarannya tidaklah berkurang dan timbul rasa malu dari perempuan itu
.
maka selama masa hidupnya perempuan ini, Syekh Hatim menjadi orang yang seakan-akan pendengerannya kurang, hanya demi menutupi perempuan ini dari rasa malunya
.
beginilah ulama-ulama kita. beginilah kita seharusnya. bukannya malah kesenangan menyebarkan aib orang ketika kita mengetahuinya
Bermimpi satu kesengan harianku. Berbagi dengan dia yang meminta. Ramah dengan semua yang menantiku jika ia yang kupinta. Tiada jeda pada seribu kata y kututur juga yang tertulis. Semua hal sama hingga takut bukanlah pilihan. Menyatakan segala yang nyata adalah jatiku. Meski gelas itu sudah pecah, bagiku akan tetap sama bila sudah disatukan kembali. Aku mengalir seadanya, bagaikan asa sang penantiku. Itulah Aku, PiePop.
Minggu, 13 Mei 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar