Jumat, 11 Mei 2018

10 Penyebab Matinya Hatimu


Kitab Tanwir Qulub, karangan Imam Al Ghazali
Malam Sabtu, 11 Mei 2018
Tgk Mursal

Kalau hati mati, Jiwa pun mati, akibatnya, dia tidak bisa membedakan mana yg benar dan mana yg salah, dia tidak mau berpikir hukum apapun lagi. Dia hanya mengikuti hawa nafsu dan gejolak inginnya saja. Kalau hati sudah mati, tidak bisa untuk dihidupkan, kecuali Allah yg bantu , hanya Allah yg bisa hidupkan hati yg mati itu, hanya Allah yg punya kuncinya.  tapi jika  tidak dibantu Allah meski banyak yg memberi nasihat, semuanya akan sia2. , sebab memberi nasihat itu mudah, tpi menjalankan atau menerima nasihat itu sangat pahit dan sakit. Hati yg mati tidak akan bisa menerima nasihat lagi, meski ia ingin, tpi akan sangat sulit ia jalankan. Kecuali dg iradah Allah.

1. Engkau mengenal Allah sedangkan engkau tidak pernah menunaikan hak Allah.

2. Kamu membaca kitab Allah (Al Qur'an) sedangkan kamu tidak mengamalkan isi Al Qur'an itu. Contoh, kamu baca Qur'an, tpi kamu tetap pacaran, kamu baca Qur'an, tpi kamu tidak menghindari larangan2 Allah. Qur'an baca terus tapi telponan dan video call pun jalan trus, baca Qur'an terus , tpi subuh ada, Zuhur tak ada, magrib ada, isya tak ada. Yg benr adalah, baca Qur'an dan amalkan...

3. Kamu mengakui iblis itu adalah musuh-musuh yg terbesar, tidak bisa jadi teman, tapi kita mengikuti hasutannya, kita berteman dg nya. Semua yg dia suruh kita buat.

4. Engkau mengaku cinta kepada rasul, tapi engkau meninggalkan sunah2 rasul, tingkah2 rasul tidak ada yg kita ikuti. Tpi KLO ditanya org, kamu cinta gk sama nabi Muhammad? Oo, aku cinta mati padanya, tpi bukti tidak ada, salam pun jarang kau hantarkan.

5. Engkau mengakui cinta akan surga, tapi engkau tidak pernah mengerjakan amal2 yg bisa menghantarkan mu ke surga itu, contoh, salat, sedekah, zikir, berbuat baik, dll. Surga dan neraka itu sama2 punya jalan, tinggal pilih yg mana, mau ke jalan mana? Yg jelas, kedua nya itu hak dan benar adanya.

6. Engkau mengakui sangat takut kepada neraka, sedangkan engkau tidak pernah mencegah diri dari lautan api neraka. Tidak menghindari hal2 yg bisa mengantarmu ke neraka.

Kita tidak pernah mencegah diri dari maksiat, maka berdoalah kepada Allah. "Ya Allah, aku benci pada maksiat, sebenarnya aku tidak mau melihat dan berbuat yg haram itu, tpi nafsuku terus merengek, menggodaku, bantulah aku ya Allah, bantu aku untuk menghindari itu. Aku malas x pigi ngaji, malas baca Qur'an, padahal aku sangat ingin, tolonglah aku ya Allah, bantu aku untuk betah dan suka terhadap ibadah dan taat kepadamu. Berilah aku manisnya taat agar aku nyaman pada semua kebaikan yg akan memberi manfaat kepadaku. Buat aku tidak suka pada maksiat. Buat aku benci pada dosa2.

Tlong aku ya Allah." Maka, sering2lah minta tolong pada Allah, sebagaimana kita minta tolong pada makhluk karena dianiaya atau dizolimi orang, seperti itulah juga kita minta tolong kepada Allah krna selalu dizalimi oleh nafsu dan setan. Insyaallah Allah pasti bantu.

(Dunia itu hanya bayangan setelah engkau sampai di akhirat, tpi skrg, dunia yg nyata, akhirat yg bayangan. Pdhal ketika di akhirat nanti semua yg guru kita bilang terbukti nyata , krna kita sudah mengalaminya. Contoh, gemuruh api neraka itu bersuara, benar2 nyata.)

7. Engkau mengakui kematian itu benar dan hak, tpi engkau tidak mempersiapkannya. Kita bebas hidup tanpa mengingat mati.

Kita tidak melunaskan semua kewajiban kita, kita merasa diri siap padahal kita tidak punya bekal apapun.

Contoh, punya hutang dg org, tpi belum kita lunaskan. Maka, lunaskan agar selamat di hari akhirat. Jangan sampai kita menjumpai maut dg celaka, tidak selamat iman, maka, persiapkanlah diri dg bekal atau persediaan atau modal yg banyak agar selamat iman, yaitu taat kepada semua perintah Allah.

(Dalam kitab ihya Ulumuddin, karangan imam Al Ghazali , org yg mati ini lupa mempersiapkan diri, tpi sibuk mengejar jodohnya. Sedangkan kematian tidak dikejar, untuk jodoh, semua uang dikeluarkan,  apa yg pacar minta kita kasih, sedangkan untuk mati, kita gk ingat, gk terpikir untuk kejar, pada mati lebih dekat, sedangkan jodoh lebih jauh. Mati itu tidak terlihat, tpi dekat, sedangkan jodoh, terlihat tapi jauh.

Org relatif lebih suka mengejar yg jauh atau yg tidak pasti, sedangkan yg pasti org sering mengabaikan.)

(Jangan lupa baca Kisha Jalaluddin Ar-rumi. Seorang sufi yg rela cinta mati demi Allah. Bagi yg sedang kasmaran boleh baca ini, beliau wafat di turki, sangat romantis)

8. Engkau sibuk mengurusi aib atau kesalahan orang lain, kita bimbingan dg kesalahan org selain kamu, sedangkan kamu meninggalkan celah dari mengurusi kesalahan atau aib diri sendiri. Sibuk urus buruknya org lain, lupa bahwa kita punya 1000 keburukan. Padahal, kesalahan dan aib kita saja gk cukup waktunya untuk kita cari tau, tpi di waktu luang, kita sibuk mencari kesalahan orang lain. Kalau ini terjadi, maka ini salah satu ciri2 hati kita telah mati.

Contoh kesalahan sndiri "Semalam, telponan dan video call dari jam 1 sampai jam 6 pagi, untung hp nya gk meletus.  itu kesalahan, tpi kita lupa introspeksi diri.

(Hukum telponan meski sudah tunangan tetap haram kecuali hanya mengingatkan, udh salat? Klo udh diblas langsung akhiri, jgn berlanjut chat2 yg gk penting, krna KLO sudah berlebihan akan mengundang syahwat, apalagi klo tengah malam. Berhati hatilah dg hati mu yg sedang jatuh cinta. )

9. Engkau memakan Rizki Allah, sedangkan engkau lupa bersyukur dan berterimakasih kepada Allah. Rizki itu bukan uang saja, tpi apapun itu Rizki, contoh, istri yg shalihah, anak yg baik, anak yg pintar, selalu Allah beri dalam taat, istiqamah menjaga aurat, istiqamah dalam pengajian, hidup dg sehat, tidak berantam dg orang, sekolah tunggi2, nilai bagus, disayang sama tetangga , punya teman yg setia dan baik, jdi org Islam, lahir dg Islam, beriman, , semua Rizki.

Cara berterimakasih ialah dg cara tidak berbuat dosa, malulah sama Allah yg ngasih bnyak nikmat tpi kita balas dg maksiat. Maka, syukuri dg amal ibadah dll...

10. Engkau menguburkan orang yg mati, sedangkan engkau tidak bisa mengambil pelajaran dari kematian mereka. Kita pergi ke tempat orang meninggal, tpi sesampai di sana engkau msih bisa tertawa dan bercanda ria. Itu adalah ciri2 hati yg mati. Tingkah lakumu tidak layak.

Maka, untuk menghidupkan hati, seringlah membayangkan atau bertanya, aku kapan mati? Sudah siapkah aku untuk bertemu dg ajalku? Hrus belajar mengingat mati setiap hari, apakah dri kecelakaan atau musibah org lain....

Kalau hati mati, akan sangat sulit dihidupkan. Tapi klo hati sakit, bisa disembuhkan. Dg cara bertaubat, dan berusaha untuk jadi lebih baik.  lalu dia obati hatinya itu dg amalan2 ibadah , bila sudah sembuh, maka pada saat itulah hati akan bercahaya. Bila sudah bercahaya, maka Allah akan membantunya dlm segala hal.

Maka hati lebih parah mati dari pada sakit, sakit masih ada obatnya, bisa sembuh, tpi KLO udh mati habislah riwayat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar