Seandainya bisa aku tulis semua isi hatiku, rasanya aku ingin tulisan ini bisa menggambarkan bagaimana retak dan sakitnya hatiku saat ini.
Aku berusaha untuk mengungkapkan semua yang mengganjal, tapi mungkin semua itu akan percuma saja. Jangankan membuka blog ini dan membacanya, pesan WhatsApp yg kukirim saja aku tak yakin kamu benar2 serius membacanya. Aku tak yakin kamu benar2 pakai hati mencoba memahami isi hatiku. Jangankan membalasnya, mungkin membacanya dan ikut merasakan apa yg tulis aja kamu gk akan mungkin melakukannya.
Ya Allah, engkau yang maha membolak balikkan hati. Engkau yg menciptakan setiap rasa. Engkau yg Mengkendaki segala bentuk tindakan kami. Engkau pula yang menganugerahkan aku sebuah rindu dan cinta meski kutahu seharusnya anugerah ini kujaga dg suci sebagai sebuah bentuk nikmat dan Rahmat.
Ya Allah, engkau yang maha pengampun, selalu melihat dan mengetahui apa yang hamba mu rasa meski orang lain tak tau, atau bahkan aku sendiri tak tau apa yang aku rasa dan apa yg ada di hatiku. Engkau lebih tau dan engkau pemilik kekuasaan, engkau yg berhak bertindak dan menentukan takdirku sesuai kehendakmu. Engkau yang maha melihat, engkaulah saksi yang melihat bagaimana remuknya hatiku saat ini.
Engkau yang maha pengasih dan penyayang, engkau yg maha mendengar dan mengabulkan. Aku datang ingin mengadu kepadamu ya Allah.
Engkau tau betapa sesaknya dadaku saat ini, ampuni aku yg begitu berani bercerita kepadaku. Ampuni aku yg begitu nekad menyampaikan sesuatu yg aku tau engkau tak suka. Sungguh, aku tidak tau kepada siapa lagi aku bisa menceritakan dan mengungkapkan semua isi hatiku saat ini. Kepada teman, mereka jelas akan memintaku untuk tidak memikirkan yg ingin aku ceritakan itu lagi, kepada ibu dan ayah atau adik2 dan Abg ku, aku malu, krna berulang kali akan selalu gagal dalam urusan yang sama.
Kepada siapa lagi ya Allah? Sebab itu, aku yakin, engkau begitu tau isi hati dan keinginanku. Engkau bahkan lebih tau yang terbaik untukku. Aku datang kepadamu dg penuh penyesalan atas dosa dan kebodohan yang selalu aku lakukan. Aku juga sadar, aku tidak pantas mendekatimu dan mengadu kepadamu sebab aku punya banyak kehinaan. Tpi aku benar2 rapuh saat ini.
Ya Allah, aku benar-benar telah mencintainya dg sepenuh hatiku. Ampuni aku yang membagi cinta itu dari-Mu dan juga Rasul-Mu. Aku benar-benar ingin memilikinya menjadi pelengkap separuh imanku. Aku sudah begitu yakin kepadanya Ya Allah, aku sudah begitu percaya kepadanya. Demi Allah, aku menulis ini dg dada yang sesak dan air mata yang berlinang, engkau melihatnya ya Allah, ampuni aku bila aku membuang air mata ku bukan karena mengingat dosa dan ingkar ingkar yang kulakukan kepadamu melainkan menangisi orang yang tak sepantasnya aku tangisi.
Aku sedih, aku kecewa, aku sakit. Ya Allah, mengapa aku selalu gagal mendapatkan seseorang yang akan mengubahku menjadi orang yg lebih yang orang itu benar2 orang yg aku inginkan.
Ya Allah, apakah ini pertanda bagiku, bahwa taubatku belum sungguh 2 dan aku belum layak dikatakan bertaubat?
Apa ini pertanda bahwa taubatku memang belum sah dan engkau belum menerimanya? Atau ini pertanda bahwa aku sudah mulai jauh dan lalai lagi dari perintah-Mu juga sunah Rasul-Mu?
Ya Allah, sungguh, aku tak ingin berpaling dan mengingkarimu. Ampuni aku yg selalu gagal menunaikan keinginan suci dan niat baikku.
Ya Allah, aku cinta dia, aku sayang dia. Aku menyesal pernah memilihnya menjadi orang yg begitu aku percayai. Ya Allah, aku tahu, ini semua takdir mu.
Aku tidak boleh memberontaknya, aku tak boleh membantahnya. Tapi selaku hamba yg lemah, aku memang tak kuat menerima ini ya Allah. Kenapa harus ada wanita lain? Ya Allah, ampuni aku bertanya kenapa, sebab aku tahu, aku tak pantas bertanya dg takdirmu. Engkau punya hak apapun atas kami. Aku berontak pun takdir ku memang dia yang aku sayang dekat dg perempuan2 lain yg jauh lebih baik dari aku. Ampuni aku ya Allah, pdahal aku tau, berontakku juga tidak akan mengubah takdir, malah hanya akan membuatku mendapatkan dosa.
Ya Allah, jika dia memang yg terbaik untukku. Tolong kuatkan hati dia untuk memilih aku. Dari hati yang dalam, aku ingin dia segera halal untukku, bukan aku memaksa, aku ingin menikah tulus dan benar benar karena aku ingin menjaga hukum dan agama-Mu. Aku tidak ingin terus larut dalam dosa meski hanya chatingan dan telponan dari jarak jauh. Aku ingin engkau Ridha dg hubungan kami. Aku ingin dekat dg-Mu, aku ingin beribadah dg baik dan tenang kepadamu tanpa ada ingatan dosa yang menghantuiku.
Aku merasa sakit dan marah setiap kali salat, baca Qur'an, menuntut ilmu, berzikir dan beribadah lainnya kepadamu. Aku malu dg diriku sendiri, aku merasa tak pantas meminta dan berharap apapun kepada-Mu bila aku masih dalam status pacaran, aku malu beribadah ya Allah, aku selalu merasa ibadahku hanya sia2 saja sedangkan aku tau maksiat dan ibadah tak pernah bersatu. Engkau juga tidak akan hidup di dalam hati hamba yg di hatinya ada hamba yg lain.
Oleh sebab itu, aku memohon petunjuk, kekuasan dan pertolonganmu ya Allah. Berilah aku yg terbaik. Aku tau, seharusnya aku pasrah dg setiap takdirmu, artinya aku menerima siapa saja yg datang dg sungguh2 kepadaku. Tapi aku tidak ingin yg lain saat ini kecuali dia.
Ya Allah, aku ingin sekali mengakhiri hubungan sia2 ini, bukan karena aku sudah gk cinta atau bosan dg dia atau ada laki2 lain, tapi aku ingin berhenti karena aku ingin mendapatkan cintamu. Ingin benar2 jdi pilihanmu, ingin benar2 selalu dalam liputanmu tanpa dosa meski kutahu status hamba memang penuh dg hina dan dosa.
Tapi, ketika aku ingin putus, hatiku gk kuat, aku gk kuasa membiarkan diriku jauh dari dia dan tak saling memberi kabar. Aku selalu diserang rasa rindu. Aku ingin selalu dekat dengannya meski kutahu itu salah dan engkau membenci itu. Saat aku ingin memutuskan meninggalkan nya demimu, aku merasa tak kuat dan tak ingin dia jadi milik yang lain, aku takut kami gk bisa bersatu kembali, aku takut kami bukan lah sepasang jodoh yg engkau ciptakan. Padahal aku tau, semua perkara telah ada dalam ilmu dan kitab laul machfudmu. Aku tau tidak ada yg tidak mgkin bagimu bila engkau menakdirkannya.
Aku juga percaya, engkau selalu punya cara untuk mempertemukan 2 orang yg berjodoh meski sebelum kau pertemukan mereka tak saling kenal atau tak saling memiliki rasa atau tak saling berinteraksi. Cukup dg berkata jadi, maka kedua hati itu akan bertaut, begitupun sebaliknya, bila engkau berkata tidak, pacaran dekat dan tiap hari bersamamu akan terpisah juga. Aku tau itu, aku tahu segala yg terjadi kehendakmu. Kita tidak bisa memaksa. Tapi harus sabar dan ikhlas menerimanya.
Aku tahu itu, tapi di hatiku ada perasaan takut, kalau aku minta putus, bagaiman klo ke depan dia terbiasa tanpa kabar aku, dia terbiasa dekat dg prmpuan lain, bagaimana klo perasaannya akan hilang? Lalu dia memilih permpuan lain?
Seharusnya dg kuikat, dia akan terbiasa bersamaku, dg status kami yg pacaran, mgkin kami akan saling menjaga dan berusaha untuk bersama.
Ya Allah, padahal aku tau, semua itu takdir mu. Jika memang tidak, seberat apapun usaha kami ya kami tetap tak akan pernah jadi sepesang suami istri. Tpi bila memang engkau tulis kami memang bersama, tak lagi dalam memberi kabar, berada di daerah yg berbeda pun engkau pasti akan membuat kami bertemu lagi.
Tapi kenapa hal itu sulit aku terima? Padahal aku juga tau, orang seperti ku adalah orang yg tak percaya kepada sifat2 mu sedangkan aku tak ingin menjadi orang seperti itu.
Apa yang harus aku lakukan skrang ?
Yg jelas, kalau pun aku pergi, aku benar2 pergi karena mu ya Allah. Tapi dalam pergi itu, aku berharap dan menunggu dia menjemputmu, jika memang dia memilih ku dan benar akulah yang ada di hatinya.
Aku akan tetap menunggu meski aku harus memblokir semua kontaknya. Itu kulakukan hanya agar aku bisa melupakannya jika suatu saat dia memang bukan jodohku..
Semoga kamu membaca ini dan tau, kalaupun aku pergi, aku masih tetap mengharapkan kamu datang melamar ku seperti janjimu.
Aku kesal, panjang lebar aku ketik pesan , kenapa kamu santai saja?
Salahkah kalau aku menduga bahwa kamu tidak membacanya?
Salahkah kalau aku menduga kamu tidak serius? Kamu gk perduli dg perasaanku. Iya kan?
Entahlah...
Aku bingung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar