Minggu, 22 Juli 2018

Menghapus Semua Kontakmu Lagi

Apa kamu merasa terjebak dengan masa lalu aku? Iya?
Jadi kamu merasa aku ngk pantas buat kamu yg sesempurna itu ? Oke, fine! Aku terima, tapi kenapa gk jujur?

Kenapa harus dengan cara diam dan menghindar?

Aku gk tau, apa yg sebenarnya kamu rasakan itu aku gk bisa tebak. Kamu gk pernah terbuka dan jujur. Meski katamu kamu udh jujur, tpi aku merasa ya itu cuma alasan manis yang aku gk bisa yakin.

Bukan aku yg udh gk bisa percaya sama kamu, tpi ketika aku mencoba yakin dg kata2 kamu, kamu sendiri yg membuat aku ragu lagi.

Kalau ditanya, kamu selalu bilang masih sayang, anggap aku kekasih mu, masih pacaran, gk mau putus, sibuk, banyak kegiatan, ke gunung, dll...
Pertanyaannya, sesibuk apa sih?

Dulu kenapa ngk gitu?
Alah, percuma bahas ini ini aja, toh kamunya juga gk pernah akurat menjawabnya. Udh tau aku ragu, kenapa gk cerita dg jelas semuanya?

Kamu udh gk nyaman sama aku? Kenapa harus bersandiwara? Mau buat aku yg mundur perlahan sndiri?

Kmrin, dg kamu bilang masih sayang, aku termakan omonganmu. Sampai teman aku pun yg awalnya gereget juga dgr sikap kamu akhirnya ikut terbodoh kan juga minta aku bertahan aja dlu.

Aku buka hati lagi untuk mencoba baik seperti sebelumnya kayak gk pernah ada masalah. Tpi apa? Klo udh beda ya memang akan beda. Dampaknya interaksi kita kayak orang udh saling bosan, aku gk tau mau ngomong apa meskipun rindu, apalagi kamu.

Akhirnya sering mati bgtu saja kalau pas lagi telponan. Terus setelah aku banyak2 komen, kamu udh nampak kayak mau berubah. Akhirnya aku senang dan bahagia.

Aku tetap mencoba kayak gk ada maslah, senang dg kehadiran kamu lagi meskipun hanya selalu miskol doank. Sampai hampir seminggu kamu mulai membuka diri dan mencoba baik, aku tahu, aku senang dan berharap itu bisa bertahan lama.

Tapi ternyata? Aku salah. Klo orang EMG udh gk nyaman, mau dipaksa gimana pun ya dia memang akan bosan.

Itu kan yg kamu rasa?
Aku benar2 rindu kamu, sampai berturut turut 2 malam aku mimpiin kamu. Mimpi pertama, kamu selingkuh dan menikah dg perempuan lain tanpa sepengetahuan aku.

Sepanjang hari aku teringat kamu, tpi aku pendam rasa rindu itu sampai akhirnya aku salat dan aku berdoa

"Ya Allah, jika memang dia dan aku berjodoh, dekatkanlah kami. Jauhkan dia dri aku klo dia bukan jodoh terbaik untukku. Jika dekat dg nya membuat aku jauh darimu, tlong jauhkan kami. Jika dg kehadirannya aku akan semakin baik dan imanku terjaga, tlong dekatkan kami. Aku lebih ikhlas kehilangan dia dari pada harus kehilangan-Mu"

Saat doa itu kuucapkan, bukan aku tak berpikir akibat dari doa ku. Tapi krna aku berusaha ikhlas dg segala ketentuan Allah dan berusaha senang dg apapun yg Allah takdirkan kepadaku.

Aku percaya, Allah punya cara dan kekuasaan yg akan mampu menyatukan kita bila memang kita pantas  untuk bersama. Allah pasti akan pisahkan kita meski saat ini kita jaga erat hubungan kita.

Saat doa itu aku ucapkan, aku menangis. Aku sedih, aku teringat dg semua kenangan yg ada sama kamu.

Lalu aku berpikir, aku yakin klo kita memang gk jodoh. Sudah pasti, aku akan kehilangan kamu selamanya. Mimpiku untuk hidup berkeluarga dan menjadi ibu dari anak anakmu akan kandas begitu saja. Aku tidak akan bisa lagi memandangmu dg puas. Aku tidak akan lagi mendengar suaramu yg kusukai itu.

Aku terus berpikir bagaimana rasanya aku akan kehilanganmu. Aku begitu ngilu membayangkannya. Aku sampai tak kuasa untuk melanjutkan khayal burukku itu.

Aku benar2 gk mau kehilangan kamu, aku gk kuat berpisah dan melepaskan kamu begitu saja apalagi tanpa bertanya alasan yg pasti kepadamu. Aku benar2 tidak ingin meninggalkanmu sepihak.

Tapi, kau benar2 membuatku tersiksa, tanpa kabar begitu.

Aku seakan tak percaya dg semua alasanmu. Aku sudah tak kuasa membendung rinduku. Akhirnya, aku telpon kamu malam itu dg menangis.

Sungguh, aku menangis dari hati dan bukan lelucon. Aku benar2 sakit merasakan kamu dimiliki orang lain seperti dalam mimpiku.

Aku senang, krna malam itu berbeda x kamu memiskol aku. Tapi stelah malam itu? Kamu kembali hilang kabar, tak ada sapa atau apapun.

Akhirnya malam itu, aku mimpi kamu lagi.
Kali ini mimpiku baik, dg namamu, tapi bukan wajahmu. Aku bermimpi kau melamarku. Tapi aku tidak suka dg hantaran yg kau bawa. Tpi aku menerima mu dg sepenuh cinta ku yg tulus.

Aku berniat memberi tahu mu, tapi kau tak ada kabar balasan dari SMS yg aku kirim.

Hingga malam hari pun tiba. Aku tak pernah bisa lupa dari mengingatmu.

Aku membayangkan chat kamu masuk, panggilan video dari kamu, panggilan suara dari kamu. Saking rindunya, aku mencoba menghubungi kamu dg nomor 59 itu lagi.

Sesuatu yg aku takutkan pun terjadi.

Yg angkat adalah seorang perempuan. Aku ragu itu suara ibumu, krna suara itu masih sangat muda.

Tak ada telpon atau SMS balik. Apa kamu udh ke gunung atau tidak aku tak tau.

Yg saat itu aku pikirkan adalah "Kamu sengaja suruh seorang perempuan untuk angkat telpon itu krna kamu gk mau bicara. Kamu bosan?  Gk suka. Iya?

Entahlah, aku bukannya gk berniat sopan, jujur seandainya aku tau ibumu sudah kenal aku dg baik, aku pasti akan bicara dg sopan padanya bahwa aku mencarimu, tpi krna aku yakin mereka belum kenal aku, akhirnya aku putuskan untuk diam saja lalu mematikan hp itu lagi. Aku malu bicara krna aku seorang perempuan, masak cari laki2 malam2 gini?

Akhirnya, dg perasaan menyesal, gk enak dll. Aku pun teringat, klo kamu EMG mau ke gunung, kenapa sekali bawa HP sekali tidak? Siapa cewek tadi?

Hrusnya kamu kan bisa sms atau miskol aku pas mau berangkat. Ini ngk

Akhirnya, dg berbagai rasa, aku relakan hati untuk hapus semua kontak nomor hp Abg mu, 22 nomor mamak kamu, nomor Keude dan nomor pribadi mamak, aku hpus.

Bahkan sampai ke nomor Abg dan temanmu yg pernah aku simpan.

Sbelum aku hpus, aku simpan dlu semua kenangan ini. Nomor, riwayat panggilan kita, hp atau semua chat2 nya, termasuk SMS pun...

Demi tujuan agar aku tahan diri untuk bisa melupakan selama aku gk hungi kamu.

Dari hati, aku masih menunggu kabarmu, menunggu nomormu masuk ke layar hp aku. Dan aku akan tetap menyayangimu.

Sebentar lagi udh Agustus, dan sampai detik ini, berita pertunangan dan lamaran dari kamu juga blum ada seperti janjimu dlu. Yaudah, aku belajar anggap bahwa itu tak akan jadi kenyataan...

Bukan aku kekanak-kanakan. Tpi dg menhapus akan membuat aku lebih mudah untuk move on. Jika memang kamu udh gk niat datang dan melanjutkan hubungan sama aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar