Setiap menit kubuka WhatsApp
Aku terus mencari tahu, kapan terakhir kamu aktif
Aku terus memeriksa obrolanku, berharap ada pesan masuk dari kontakmu
Inginku memulai, tapi aku takut
Aku takut kamu marah
Takut kamu malah akan menghindari ku
Aku terus menunggu
Selalu berharap kita bisa sedekat dulu
Saling menyapa
Saling merindu
Dan saling mencari dan menunggu kabar
Ingin sekali aku beritahu kamu tentang perasaanku
Namun, aku sudah terlanjur malu dan berjanji dg diriku
Aku tak ingin kau tahu rinduku
Tak ingin melunaskan rindu ku lagi
Sebab kau dan aku masih belum dalam ikatan yang suci
Aku dan kamu belum mampu menyelesaikan rindu itu
Aku hanya mampu menjaganya
Dan menitipkan rindu itu kepada Tuhan
Berharap kau tau, bahwa kamu selalu di hati
Semoga tuhan tidak marah kepadaku
Sebab menahan rindu yang berat kepadamu
Semoga tuhan mengizinkanku mendoakanmu dari jauh
Menyebut namamu untuk kupinta menjadi yg terbaik yang Allah pilih untukku
Ketika aku begitu jauh darimu
Tidak tau kabarmu
Tidak mendengar suaramu
Tidak melihat wajahmu
Jiwaku begitu sakit, dan aku sadar
Ternyata aku begitu sangat mencintaimu
Ternyata aku benar-benar merindukanmu tanpa henti
Sempat ku terpikir
Jika kamu selalu di sisiku, seakan perasaanku mati, tidak ada rindu yg memuncak
Hanya sebatas ingin duduk bersama
Ketika engkau jauh tanpa kabar
Akupun menyadari
Ternyata kaulah yang paling unggul di hati
Bahkan, jiwaku sakit membayangkan kamu hilang tak kutemui lagi
Jiwaku sakit membayangkan kamu pergi bersama yang lain
Sungguh, jiwaku belum mampu merelakan
Seandainya engkau memang bukanlah takdirku
Sebab cintaku sudah terlanjur kuberi kepadamu
Semoga Tuhan mengindahkan kamu menjadi takdirku
Semoga kamulah takdirku
Terimakasih sudah mengajarkanku bahwa cinta harus banyak memahami dan mengerti dengan segala kerendahan hati untuk mau mengalah kepada waktu.
With love Elfi
*OQ*
Geudong Phase, 22 Agustus 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar