Iya, cinta kamu udh gak ada buat aku. Cinta kamu udah berkurang, karna kesalahan aku sndri. Aku kasar. Itu pengakuanmu.
Kenapa sesakit ini yang aku rasa?
Kenapa? Aku menyesal dg sikap buruk itu. Aku menyesal tidak bisa menjaga hati kamu. Aku menyesal tidak bisa mempertahankan cinta kamu.
Sumpah, sakit kali. Sedikitpun aku gk nyangka. Dlu, lebaran yang lalu. Hubungan kita pun kayak gini, tapi setidaknya, kamu tetap melayani aku. Tetap minta untuk bertahan, tetap gk mau putus. Tapi skrang, kamu benar2 membiarkan aku meminta putus tanpa memintaku untuk bertahan.
Apa yang harus kutulis di sini? Supaya ketika kamu baca kamu tau bahwa aku benar-benar hanya mencintai kamu. Aku benar2 ingin hidup bersamamu. Tapi ternyata, aku tidak layak untuk kamu, mgkin untuk semua orang.
Aku rindu, hanya itu. Aku belum bisa melupakan saat pertama kamu datang, kamu gk bosan dan sanggup telponan Berjam jam, kamu sanggup vc setiap saat. Bahkan mendengarkan aku bicara dg teman atau telponan dg orang tuaku pun kamu mau menunggu.
Setiap saat kita vc. Gk pernah kamu mematikannya kecuali kita emang udah sangat ngantuk dan tertidur.
Pagi2, selalu ada pesan dari kamu. Gak pernah aku liat kamu online tanpa mengirim aku pesan. Gk pernah chat aku gk kamu baca. Bahkan, saat aku marah2 pun kamu masih tetap menerima dan mau membujuk. Tapi kali ini, aku tau, mgkin perasaanmu udh gk bisa dipaksa, kamu udh gk mgkin mempertahankan orang seperti aku. Mgkin kamu berpikir udh gk bisa diubah, percuma iya?
Percayalah, aku emosi hanya sesaat. Emosi krna kamu tidak mengerti keinginanku.
Yang sulit aku terima saat ini adalah, kamu tega gk baca pesan aku, kamu udh gk punya kata2 apapun lagi untuk meminta aku bertahan. Aku tahu, memang kamu udh gk bisa bertahan lagi.
Entahlah, aapapun, aku masih sayang, aku masih cinta. Aku masih berharap kamu mau memaafkan aku.
Aku masih berharap kamu mau kembali kepadaku. Entah itu akan menjadi nyata entah tidak.
Aku sadar sebenarnya kamu udh menunjukkan penolakan kamu. Tpi kamu tau kenapa aku masih kekeh hubungi kamu? Karna wktu aku minta putus, kamu masih tetap chat aku. Masih tetap baik. Bahkan beberapa hari yg lalu, kita juga telponan. Ketika aku tanya "Mau kamu apa" kamu jawab "Mau kamu berubah, bisa menghargai orang, dan kita biasa aja. Kayak dulu lagi" "Kamu mau putus?" Kamu jawab "Kan kamu yang minta, ya aku setuju krna mgkin itu yg terbaik buat kamu" stelah itu aku sudah mencoba menjalankan isi hatiku bahwa aku hanya gk sabar dg keadaan, aku rindu tapi aku takut berdosa, kamupun udh sering cuek makanya aku minta putus.
Tpi dalam minta putus itu, aku sama sekali gk niat untuk dekat dg laki2 lain. Malam itu aku sedang sedih, gundah sndiri. Tpi besoknya kan kita udh baik kayak biasa.
Ketika kamu cerita udh ada 2 cewek itu kan kita udh baikan lagi. Kamu lupa?
Aku kira, stlah itu hubungan kita masih tetap baik. Aku masih santai dan tetap tunggu kabar dari kamu. Kenapa cuma tunggu kabar kamu? Sebab klo aku yg dluan chat, aku pengennya cepat diblas, aku pasti akan chat banyak2. Kayak malam ini. Tpi dg menunggu kamu yg chat dluan, aku lebih bisa menjaga perasaanku untuk tidak terlalu menggebu gebu...
Kamu tau yang sulit aku terima saat ini apa? Kamu udh dekat sama permpuan lain, mengaku atau tidak. Aku yakin emang ada permpuan lain yg menarik hati kamu. Entah kamu udh bilang ke dia entah tidak. Wlau alasan kamu hanya berteman, iya aku akui benar mgkin berteman. Tapi berteman yang sebenarnya kamu suka sama dia. Mgkin blum pas waktunya aja kamu bilang ke dia. Iya kan?
Yang jelas, kamu online selalu dan gk pernah hubungi aku pasti krna kamu udh ada kebahagian dg orang lain. Kamu lalai dg dia. Jdinya cuma bisa bilang sibuk ek aku iya kan?
Maaf, aku tulis tuduhan ini. Aku hanya ingin kamu tau, bahwa sebuah hubungan, ketika berubah krna perasaan yang hilang dan adanya orang ketiga EMG akan selalu bgini. Pasangan kita akan merasakan perubahan kita. Shrusnya kamu tau, aku marah2 itu krna kamu sndiri yg berubah. Coba kamu kayak dlu, selalu ada.
Mgkin aku marah2 kecuali kita lagi bahas pernikahan, aku yg ngebet dan maksa. Tapi kan gk pernah aku tuduh yg tidak2.
Kenapa? Sungguh, tidak pernah sebelum ini aku curiga dan menduga kamu selingkuh. Kenapa? Karna aku terlalu percaya dan yakin sama kamu. Apalagi kamu selalu bilang "Aku cuek dg permpuan, aku gk mgkin selingkuh. Aku gk pernah selingkuh. Aku setia"
2 th aku jomblo dll. Itu kalimatnya, kamu lupa?
Aku sangat mudah percaya, bahkan dulu, tidak pernah terbersit pun kamu akan buat aku kayak gini dan dekat dg permpuan lain.
EMG kalian cuma berteman, tpi kamu suka dan ingin kan sama dia?
Makanya skrang, wlau aku bilang aku akan berubah dan berusaha sabar pun kamu udh gk mau tau. Sebab kamu emang ingin aku pergi.
Gk ada niat aku tulis ini untuk marah2. Niat aku tulis ini untuk membuat hati kamu kembali ke aku. Tapi hanya ini yang bisa kuketik. Gk ada perasaan manis yg bisa aku ketik, sebab memang perasaanku sedang hancur.
Percayalah, aku masih sangat cinta. Ketahuilah, aku akan berubah. Bukan untuk kamu, tpi untukku sndiri.
Jika suatu saat kamu membaca ini, ada perasaan kamu untuk kembali, silahkan datang lagi. Aku akan selalu memaafkan kamu.
Aku gk bilang akan tunggu kamu, karna untuk apa aku tunggu orang yang gk mau ditunggu. Dari pada aku berharap setiap harinya. Lebih baik aku lupakan kamu. Tapi bukan berarti klo kamu udh baik hatinya lagi, kamu gk punya kesempatan.
Kalau kamu masih mau, aku akan selalu menerima kamu kembali. Segini murahnya aku ya kan? Mudah x ya kan? Sebab aku cinta. Aku membiarkan egoku malu asal aku bisa bersama kamu lagi.
Tpi, kalau emang perasaan itu sudah gk bisa dipaksa ya aku tidak bisa berbuat apa apa lagi. .
Biarlah tulisan ini jadi tempat aku melampiaskan perasaan ini.
Aku cinta, aku sayang, aku ingin kita seperti pertama x dulu. Aku rindu kita vc yg kamu bilang rindu terkahir x, yg kamu bilang "Kamu cantik dek" ingat? Yang aku pakai jilbab ungu, yg aku pulang dari kamar teman ke kamar sndiri. Malam itu kita vc seolah olah kayak pertama 2 dlu, akrab, baik, becanda, aku senang...
Rasanya, aku pengen blokir kamu, setiap kali pesan aku gk kamu baca dan gk kamu balas. Tapi percuma kuhpus krna aku pasti akan buka lagi. Aku juga gk mau blokir krna aku masih berharap kamu akan datang lagi dan hubungi aku lagi.
Pengen hpus nomor kamu aku juga gk tega, krna aku berharap bisa tetap liat kamu dan kamu liat status2 aku.
Tapi kalau aku masih tetap berteman dg kamu di wa atau di mana pun. Aku akan semakin tersiksa dan rindu. Masih terus berharap dan menganggap semua ini seolah olah tidak terjadi.
Aku rindu kamu chat dan panggil2 aku.
Kayaknya sblum lebaran itu kita udh baiklah, udh biasa aja. Kok bisa skrang langsung berubah?
Sampai tega gk balas chat aku. Gk perduli dg status2 ku. Kenapa? Kok bisa secepat itu? Dlu akku juga kasar, tpi kenapa kamu masih terima? Skrg kok langsung berubah?
Krna udh ada yg lain ya kan?
Aku mohon, kalau udh gk mau lagi, blokir aku. Biar aku ikhlas dan benar2 bisa lupain kamu. Pelan2 aku bisa klo udh gk ada kabar lagi.
Aku masih berharap kita baikan, tau kenapa ?.
Krna kamu vc2 kayak tdi. Kek mana aku mau ngomong? Seolah2 KIta gk ada maslaah, pdhal masalahnya banyak. Bang, aku rindu...
Rindu kamu. Pengen dgr suara kamu. Hati aku sakit, aku gk tenang ketika ingat kamu dan aku udh benar2 putus...
Aku gk bisa terima ini. Aku nyesal minta putus. Maafin aku bang...
Ya Allah, sakit x ketika aku bayangkan kita udh gk ada hubungan lagi. Sakit x ketika aku ingat aku yg bodoh minta putus.
Bang, aku sakit. Aku sayang kamu.
Ya Allah, ampuni aku yg melwan takdir ini. Pdhaal aku tau ini sudah ketentuanmu. Engkau pasti tau yg terbaik..
Ya Allah ikhlaskan aku