Kamis, 30 Agustus 2018

Pengen Jumpa

Kata kamu, habis lebaran kamu akan ke Banda. Gk jadi ya?

Aku rindu, aku pengen ketemu. Aku pengen kita baikan.

Aku benar benar berharap kamu datang.

Bang, kalau pun kamu udh gk pernah chat aku, misalnya ke Banda. Kabari yaa.

Kalau kamu mau ketemu, aku lebih lebih ingin ketemu. Kamu ingat saat kita pertama x ketemu? Aku rindu.

Benar-benar Putus

Iya, cinta kamu udh gak ada buat aku. Cinta kamu udah berkurang, karna kesalahan aku sndri. Aku kasar. Itu pengakuanmu.

Kenapa sesakit ini yang aku rasa?
Kenapa? Aku menyesal dg sikap buruk itu. Aku menyesal tidak bisa menjaga hati kamu. Aku menyesal tidak bisa mempertahankan cinta kamu.

Sumpah, sakit kali. Sedikitpun aku gk nyangka. Dlu, lebaran yang lalu. Hubungan kita pun kayak gini, tapi setidaknya, kamu tetap melayani aku. Tetap minta untuk bertahan, tetap gk mau putus. Tapi skrang, kamu benar2 membiarkan aku meminta putus tanpa memintaku untuk bertahan.

Apa yang harus kutulis di sini? Supaya ketika kamu baca kamu tau bahwa aku benar-benar hanya mencintai kamu. Aku benar2 ingin hidup bersamamu. Tapi ternyata, aku tidak layak untuk kamu, mgkin untuk semua orang.

Aku rindu, hanya itu. Aku belum bisa melupakan saat pertama kamu datang, kamu gk bosan dan sanggup telponan Berjam jam, kamu sanggup vc setiap saat. Bahkan mendengarkan aku bicara dg teman atau telponan dg orang tuaku pun kamu mau menunggu.

Setiap saat kita vc. Gk pernah kamu mematikannya kecuali kita emang udah sangat ngantuk dan tertidur.

Pagi2, selalu ada pesan dari kamu. Gak pernah aku liat kamu online tanpa mengirim aku pesan. Gk pernah chat aku gk kamu baca. Bahkan, saat aku marah2 pun kamu masih tetap menerima dan mau membujuk. Tapi kali ini, aku tau, mgkin perasaanmu udh gk bisa dipaksa, kamu udh gk mgkin mempertahankan orang seperti aku. Mgkin kamu berpikir udh gk bisa diubah, percuma iya?

Percayalah, aku emosi hanya sesaat. Emosi krna kamu tidak mengerti keinginanku.

Yang sulit aku terima saat ini adalah, kamu tega gk baca pesan aku, kamu udh gk punya kata2 apapun lagi untuk meminta aku bertahan. Aku tahu, memang kamu udh gk bisa bertahan lagi.

Entahlah, aapapun, aku masih sayang, aku masih cinta. Aku masih berharap kamu mau memaafkan aku.

Aku masih berharap kamu mau kembali kepadaku. Entah itu akan menjadi nyata entah tidak.

Aku sadar sebenarnya kamu udh menunjukkan penolakan kamu. Tpi kamu tau kenapa aku masih kekeh hubungi kamu? Karna wktu aku minta putus, kamu masih tetap chat aku. Masih tetap baik. Bahkan beberapa hari yg lalu, kita juga telponan. Ketika aku tanya "Mau kamu apa" kamu jawab "Mau kamu berubah, bisa menghargai orang, dan kita biasa aja. Kayak dulu lagi" "Kamu mau putus?" Kamu jawab "Kan kamu yang minta, ya aku setuju krna mgkin itu yg terbaik buat kamu" stelah itu aku sudah mencoba menjalankan isi hatiku bahwa aku hanya gk sabar dg keadaan, aku rindu tapi aku takut berdosa,  kamupun udh sering cuek makanya aku minta putus.

Tpi dalam minta putus itu, aku sama sekali gk niat untuk dekat dg laki2 lain. Malam itu aku sedang sedih, gundah sndiri. Tpi besoknya kan kita udh baik kayak biasa.

Ketika kamu cerita udh ada 2 cewek itu kan kita udh baikan lagi. Kamu lupa?

Aku kira, stlah itu hubungan kita masih tetap baik. Aku masih santai dan tetap tunggu kabar dari kamu. Kenapa cuma tunggu kabar kamu? Sebab klo aku yg dluan chat, aku pengennya cepat diblas, aku pasti akan chat banyak2. Kayak malam ini. Tpi dg menunggu kamu yg chat dluan, aku lebih bisa menjaga perasaanku untuk tidak terlalu menggebu gebu...

Kamu tau yang sulit aku terima saat ini apa? Kamu udh dekat sama permpuan lain, mengaku atau tidak. Aku yakin emang ada permpuan lain yg menarik hati kamu. Entah kamu udh bilang ke dia entah tidak. Wlau alasan kamu hanya berteman, iya aku akui benar mgkin berteman. Tapi berteman yang sebenarnya kamu suka sama dia. Mgkin blum pas waktunya aja kamu bilang ke dia. Iya kan?

Yang jelas, kamu online selalu dan gk pernah hubungi aku pasti krna kamu udh ada kebahagian dg orang lain. Kamu lalai dg dia. Jdinya cuma bisa bilang sibuk ek aku iya kan?

Maaf, aku tulis tuduhan ini. Aku hanya ingin kamu tau, bahwa sebuah hubungan, ketika berubah krna perasaan yang hilang dan adanya orang ketiga EMG akan selalu bgini. Pasangan kita akan merasakan perubahan kita. Shrusnya kamu tau, aku marah2 itu krna kamu sndiri yg berubah. Coba kamu kayak dlu, selalu ada.

Mgkin aku marah2 kecuali kita lagi bahas pernikahan, aku yg ngebet dan maksa. Tapi kan gk pernah aku tuduh yg tidak2.

Kenapa? Sungguh, tidak pernah sebelum ini aku curiga dan menduga kamu selingkuh. Kenapa? Karna aku terlalu percaya dan yakin sama kamu. Apalagi kamu selalu bilang "Aku cuek dg permpuan, aku gk mgkin selingkuh. Aku gk pernah selingkuh. Aku setia"

2 th aku jomblo dll. Itu kalimatnya, kamu lupa?

Aku sangat mudah percaya, bahkan dulu, tidak pernah terbersit pun kamu akan buat aku kayak gini dan dekat dg permpuan lain.

EMG kalian cuma berteman, tpi kamu suka dan ingin kan sama dia?

Makanya skrang, wlau aku bilang aku akan berubah dan berusaha sabar pun kamu udh gk mau tau. Sebab kamu emang ingin aku pergi.

Gk ada niat aku tulis ini untuk marah2. Niat aku tulis ini untuk membuat hati kamu kembali ke aku. Tapi hanya ini yang bisa kuketik. Gk ada perasaan manis yg bisa aku ketik, sebab memang perasaanku sedang hancur.

Percayalah, aku masih sangat cinta. Ketahuilah, aku akan berubah. Bukan untuk kamu, tpi untukku sndiri.

Jika suatu saat kamu membaca ini, ada perasaan kamu untuk kembali, silahkan datang lagi. Aku akan selalu memaafkan kamu.

Aku gk bilang akan tunggu kamu, karna untuk apa aku tunggu orang yang gk mau ditunggu. Dari pada aku berharap setiap harinya. Lebih baik aku lupakan kamu. Tapi bukan berarti klo kamu udh baik hatinya lagi, kamu gk punya kesempatan.

Kalau kamu masih mau, aku akan selalu menerima kamu kembali. Segini murahnya aku ya kan? Mudah x ya kan? Sebab aku cinta. Aku membiarkan egoku malu asal aku bisa bersama kamu lagi.

Tpi, kalau emang perasaan itu sudah gk bisa dipaksa ya aku tidak bisa berbuat apa apa lagi. .
Biarlah tulisan ini jadi tempat aku melampiaskan perasaan ini.

Aku cinta, aku sayang, aku ingin kita seperti pertama x dulu. Aku rindu kita vc yg kamu bilang rindu terkahir x, yg kamu bilang "Kamu cantik dek" ingat? Yang aku pakai jilbab ungu, yg aku pulang dari kamar teman ke kamar sndiri. Malam itu kita vc seolah olah kayak pertama 2 dlu, akrab, baik, becanda, aku senang...

Rasanya, aku pengen blokir kamu, setiap kali pesan aku gk kamu baca dan gk kamu balas. Tapi percuma kuhpus krna aku pasti akan buka lagi. Aku juga gk mau blokir krna aku masih  berharap kamu akan datang lagi dan hubungi aku lagi.

Pengen hpus nomor kamu aku juga gk tega, krna aku berharap bisa tetap liat kamu dan kamu liat status2 aku.

Tapi kalau aku masih tetap berteman dg kamu di wa atau di mana pun. Aku akan semakin tersiksa dan rindu. Masih terus berharap dan menganggap semua ini seolah olah tidak terjadi.

Aku rindu kamu chat dan panggil2 aku.
Kayaknya sblum lebaran itu kita udh baiklah, udh biasa aja. Kok bisa skrang langsung berubah?

Sampai tega gk balas chat aku. Gk perduli dg status2 ku. Kenapa? Kok bisa secepat itu? Dlu akku juga kasar, tpi kenapa kamu masih terima? Skrg kok langsung berubah?

Krna udh ada yg lain ya kan?

Aku mohon, kalau udh gk mau lagi, blokir aku. Biar aku ikhlas dan benar2 bisa lupain kamu. Pelan2 aku bisa klo udh gk ada kabar lagi.

Aku masih berharap kita baikan, tau kenapa ?.
Krna kamu vc2 kayak tdi. Kek mana aku mau ngomong? Seolah2 KIta gk ada maslaah, pdhal masalahnya banyak. Bang, aku rindu...

Rindu kamu. Pengen dgr suara kamu. Hati aku sakit, aku gk tenang ketika ingat kamu dan aku udh benar2 putus...

Aku gk bisa terima ini. Aku nyesal minta putus. Maafin aku bang...

Ya Allah, sakit x ketika aku bayangkan kita udh gk ada hubungan lagi. Sakit x ketika aku ingat aku yg bodoh minta putus.

Bang, aku sakit. Aku sayang kamu.

Ya Allah, ampuni aku yg melwan takdir ini. Pdhaal aku tau ini sudah ketentuanmu. Engkau pasti tau yg terbaik..

Ya Allah ikhlaskan aku

Selasa, 21 Agustus 2018

Rindu, tapi Takut

Setiap menit kubuka WhatsApp
Aku terus mencari tahu, kapan terakhir kamu aktif
Aku terus memeriksa obrolanku, berharap ada pesan masuk dari kontakmu

Inginku memulai, tapi aku takut
Aku takut kamu marah
Takut kamu malah akan menghindari ku

Aku terus menunggu
Selalu berharap kita bisa sedekat dulu
Saling menyapa
Saling merindu
Dan saling mencari dan menunggu kabar

Ingin sekali aku beritahu kamu tentang perasaanku
Namun, aku sudah terlanjur malu dan berjanji dg diriku

Aku tak ingin kau tahu rinduku
Tak ingin melunaskan rindu ku lagi
Sebab kau dan aku masih belum dalam ikatan yang suci
Aku dan kamu belum mampu menyelesaikan rindu itu
Aku hanya mampu menjaganya
Dan menitipkan rindu itu kepada Tuhan
Berharap kau tau, bahwa kamu selalu di hati

Semoga tuhan tidak marah kepadaku
Sebab menahan rindu yang berat kepadamu
Semoga tuhan mengizinkanku mendoakanmu dari jauh
Menyebut namamu untuk kupinta menjadi yg terbaik yang Allah pilih untukku

Ketika aku begitu jauh darimu
Tidak tau kabarmu
Tidak mendengar suaramu
Tidak melihat wajahmu
Jiwaku begitu sakit, dan aku sadar

Ternyata aku begitu sangat mencintaimu
Ternyata aku benar-benar merindukanmu tanpa henti

Sempat ku terpikir
Jika kamu selalu di sisiku, seakan perasaanku mati, tidak ada rindu yg memuncak
Hanya sebatas ingin duduk bersama

Ketika engkau jauh tanpa kabar
Akupun menyadari
Ternyata kaulah yang paling unggul di hati
Bahkan, jiwaku sakit membayangkan kamu hilang tak kutemui lagi
Jiwaku sakit membayangkan kamu pergi bersama yang lain
Sungguh, jiwaku belum mampu merelakan
Seandainya engkau memang bukanlah takdirku
Sebab cintaku sudah terlanjur kuberi kepadamu
Semoga Tuhan mengindahkan kamu menjadi takdirku
Semoga kamulah takdirku

Terimakasih sudah mengajarkanku bahwa cinta harus banyak memahami dan mengerti dengan segala kerendahan hati untuk mau mengalah kepada waktu.

With love Elfi
*OQ*
Geudong Phase, 22 Agustus 2018

Minggu, 19 Agustus 2018

Ternyata, ini alasannya

Seandainya bisa aku tulis semua isi hatiku, rasanya aku ingin tulisan ini bisa menggambarkan bagaimana retak dan sakitnya hatiku saat ini.

Aku berusaha untuk mengungkapkan semua yang mengganjal, tapi mungkin semua itu akan percuma saja. Jangankan membuka blog ini dan membacanya, pesan WhatsApp yg kukirim saja aku tak yakin kamu benar2 serius membacanya. Aku tak yakin kamu benar2 pakai hati mencoba memahami isi hatiku. Jangankan membalasnya, mungkin  membacanya dan ikut merasakan apa yg tulis aja kamu gk akan mungkin melakukannya.

Ya Allah, engkau yang maha membolak balikkan hati. Engkau yg menciptakan setiap rasa. Engkau yg Mengkendaki segala bentuk tindakan kami. Engkau pula yang menganugerahkan aku sebuah rindu dan cinta meski kutahu seharusnya anugerah ini kujaga dg suci sebagai sebuah bentuk nikmat dan Rahmat.

Ya Allah, engkau yang maha pengampun, selalu melihat dan mengetahui apa yang hamba mu rasa meski orang lain tak tau, atau bahkan aku sendiri tak tau apa yang aku rasa dan apa yg ada di hatiku. Engkau lebih tau dan engkau pemilik kekuasaan, engkau yg berhak bertindak dan menentukan takdirku sesuai kehendakmu. Engkau yang maha melihat, engkaulah saksi yang melihat bagaimana remuknya hatiku saat ini.

Engkau yang maha pengasih dan penyayang, engkau yg maha mendengar dan mengabulkan. Aku datang ingin mengadu kepadamu ya Allah.

Engkau tau betapa sesaknya dadaku saat ini, ampuni aku yg begitu berani bercerita kepadaku. Ampuni aku yg begitu nekad menyampaikan sesuatu yg aku tau engkau tak suka. Sungguh, aku tidak tau kepada siapa lagi aku bisa menceritakan dan mengungkapkan semua isi hatiku saat ini. Kepada teman, mereka jelas akan memintaku untuk tidak memikirkan yg ingin aku ceritakan itu lagi, kepada ibu dan ayah atau adik2 dan Abg ku, aku malu, krna berulang kali akan selalu gagal dalam urusan yang sama.

Kepada siapa lagi ya Allah? Sebab itu, aku yakin, engkau begitu tau isi hati dan keinginanku. Engkau bahkan lebih tau yang terbaik untukku. Aku datang kepadamu dg penuh penyesalan atas dosa dan kebodohan yang selalu aku lakukan. Aku juga sadar, aku tidak pantas mendekatimu dan mengadu kepadamu sebab aku punya banyak kehinaan. Tpi aku benar2 rapuh saat ini.

Ya Allah, aku benar-benar telah mencintainya dg sepenuh hatiku. Ampuni aku yang membagi cinta itu dari-Mu dan juga Rasul-Mu. Aku benar-benar ingin memilikinya menjadi pelengkap separuh imanku. Aku sudah begitu yakin kepadanya Ya Allah, aku sudah begitu percaya kepadanya. Demi Allah, aku menulis ini dg dada yang sesak dan air mata yang berlinang, engkau melihatnya ya Allah, ampuni aku bila aku membuang air mata ku bukan karena mengingat dosa dan ingkar  ingkar yang kulakukan kepadamu melainkan menangisi orang yang tak sepantasnya aku tangisi.

Aku sedih, aku kecewa, aku sakit. Ya Allah, mengapa aku selalu gagal mendapatkan seseorang yang akan mengubahku menjadi orang yg lebih yang orang itu benar2 orang yg aku inginkan.

Ya Allah, apakah ini pertanda bagiku, bahwa taubatku belum sungguh 2 dan aku belum layak dikatakan bertaubat?

Apa ini pertanda bahwa taubatku memang belum sah dan engkau belum menerimanya? Atau ini pertanda bahwa aku sudah mulai jauh dan lalai lagi dari perintah-Mu juga sunah Rasul-Mu?

Ya Allah, sungguh, aku tak ingin berpaling dan mengingkarimu. Ampuni aku yg selalu gagal menunaikan keinginan suci dan niat baikku.

Ya Allah, aku cinta dia, aku sayang dia. Aku menyesal pernah memilihnya menjadi orang yg begitu aku percayai. Ya Allah, aku tahu, ini semua takdir mu.

Aku tidak boleh memberontaknya, aku tak boleh membantahnya. Tapi selaku hamba yg lemah, aku memang tak kuat menerima ini ya Allah. Kenapa harus ada wanita lain? Ya Allah, ampuni aku bertanya kenapa, sebab aku tahu, aku tak pantas bertanya dg takdirmu. Engkau punya hak apapun atas kami. Aku berontak pun takdir ku memang dia yang aku sayang dekat dg perempuan2 lain yg jauh lebih baik dari aku. Ampuni aku ya Allah, pdahal aku tau, berontakku juga tidak akan mengubah takdir, malah hanya akan  membuatku mendapatkan dosa.

Ya Allah, jika dia memang yg terbaik untukku. Tolong kuatkan hati dia untuk memilih aku. Dari hati yang dalam, aku ingin dia segera halal untukku, bukan aku memaksa, aku ingin menikah tulus dan benar benar karena aku ingin menjaga hukum dan agama-Mu. Aku tidak ingin terus larut dalam dosa meski hanya chatingan dan telponan dari jarak jauh. Aku ingin engkau Ridha dg hubungan kami. Aku ingin dekat dg-Mu, aku ingin beribadah dg baik dan tenang kepadamu tanpa ada ingatan dosa yang menghantuiku.

Aku merasa sakit dan marah setiap kali salat, baca Qur'an, menuntut ilmu, berzikir dan beribadah lainnya kepadamu. Aku malu dg diriku sendiri, aku merasa tak pantas meminta dan berharap apapun kepada-Mu bila aku masih dalam status pacaran, aku malu beribadah ya Allah, aku selalu merasa ibadahku hanya sia2 saja sedangkan aku tau maksiat dan ibadah tak pernah bersatu. Engkau juga tidak akan hidup di dalam hati hamba yg di hatinya ada hamba yg lain.

Oleh sebab itu, aku memohon petunjuk, kekuasan dan pertolonganmu ya Allah. Berilah aku yg terbaik. Aku tau, seharusnya aku pasrah dg setiap takdirmu, artinya aku menerima siapa saja yg datang dg sungguh2 kepadaku. Tapi aku tidak ingin yg lain saat ini kecuali dia.

Ya Allah, aku ingin sekali mengakhiri hubungan sia2 ini, bukan karena aku sudah gk cinta atau bosan dg dia atau ada laki2 lain, tapi aku ingin berhenti karena aku ingin mendapatkan cintamu. Ingin benar2 jdi pilihanmu, ingin benar2 selalu dalam liputanmu tanpa dosa meski kutahu status hamba memang penuh dg hina dan dosa.

Tapi, ketika aku ingin putus, hatiku gk kuat, aku gk kuasa membiarkan diriku jauh dari dia dan tak saling memberi kabar. Aku selalu diserang rasa rindu. Aku ingin selalu dekat dengannya meski kutahu itu salah dan engkau membenci itu. Saat aku ingin memutuskan meninggalkan nya demimu, aku merasa tak kuat dan tak ingin dia jadi milik yang lain, aku takut kami gk bisa bersatu kembali, aku takut kami bukan lah sepasang jodoh yg engkau ciptakan. Padahal aku tau, semua perkara telah ada dalam ilmu dan kitab laul machfudmu. Aku tau tidak ada yg tidak mgkin bagimu bila engkau menakdirkannya.

Aku juga percaya, engkau selalu punya cara untuk mempertemukan 2 orang yg berjodoh meski sebelum kau pertemukan mereka tak saling kenal atau tak saling memiliki rasa atau tak saling berinteraksi. Cukup dg berkata jadi, maka kedua hati itu akan bertaut, begitupun sebaliknya, bila engkau berkata tidak, pacaran dekat dan tiap hari bersamamu akan terpisah juga. Aku tau itu, aku tahu segala yg terjadi kehendakmu. Kita tidak bisa memaksa. Tapi harus sabar dan ikhlas menerimanya.

Aku tahu itu, tapi di hatiku ada perasaan takut, kalau aku minta putus, bagaiman klo ke depan dia terbiasa tanpa kabar aku, dia terbiasa dekat dg prmpuan lain, bagaimana klo perasaannya akan hilang? Lalu dia memilih permpuan lain?
Seharusnya dg kuikat, dia akan terbiasa bersamaku, dg status kami yg pacaran, mgkin kami akan saling menjaga dan berusaha untuk bersama.

Ya Allah, padahal aku tau, semua itu takdir mu. Jika memang tidak, seberat apapun usaha kami ya kami tetap tak akan pernah jadi sepesang suami istri. Tpi bila memang engkau tulis kami memang bersama, tak lagi dalam memberi kabar, berada di daerah yg berbeda pun engkau pasti akan membuat kami bertemu lagi.

Tapi kenapa hal itu sulit aku terima? Padahal aku juga tau, orang seperti ku adalah orang yg tak percaya kepada sifat2 mu sedangkan aku tak ingin menjadi orang seperti itu.

Apa yang harus aku lakukan skrang ?
Yg jelas, kalau pun aku pergi, aku benar2 pergi karena mu ya Allah. Tapi dalam pergi itu, aku berharap dan menunggu dia menjemputmu, jika memang dia memilih ku dan benar akulah yang ada di hatinya.

Aku akan tetap menunggu meski aku harus memblokir semua kontaknya. Itu kulakukan hanya agar aku bisa melupakannya jika suatu saat dia memang bukan jodohku..

Semoga kamu membaca ini dan tau, kalaupun aku pergi, aku masih tetap mengharapkan kamu datang melamar ku seperti janjimu.

Aku kesal, panjang lebar aku ketik pesan , kenapa kamu santai saja?

Salahkah kalau aku menduga bahwa kamu tidak membacanya?

Salahkah kalau aku menduga kamu tidak serius? Kamu gk perduli dg perasaanku. Iya kan?

Entahlah...

Aku bingung