Karena Dia, Tamu Indah
Akhirnya dia (tamu indah) telah datang
Sekian lama sudah ia kunanti
Penuh gelisah, murka dan juga cerca
Orang-orang terkena serapah
Tanpa sebab tercaci maki
Amarah itu memuncak
Pada detik akhir ia kan hadir
Dialah tamuku yang indah
Rutin menyapaku
Meski terkadang belum kuundang
Terkadang dengan lelah kunanti tapi tak jua ia singgah
Kini, sebuah lembaran sedang asik kuukir
Berharap sempurna sampai laman akhir
Terpaksa kututup
Harapku tak ada noda lagi di dalamnya
Selamat datang tamuku
Semoga kau tak mengajakku larut kepadamu.
Fistar Leasa E.F.F
Banda Aceh, 24 Mei 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar