Senin, 30 Mei 2016

Rintihan Hatiku Untuk Pimen

Mungkin kau mngira bahwa aku tidak pernah belajar menghpus rasaku. Jika itu yang kau pikir, kau sudah salah syang.

Perlu kau tahu, bahkan aku sudah berjuang untuk melupakanmu. Aku sngaja membuangmu dari bnyak akun y dpat aku menghubungimu.

Aku menghapusmu dlu tuk pertama x  demi kebaikan layaknya y kau pinta, slanjutnya aku masih punya kesmpatan mnghubungimu, maka demi agama dan juga akhiratku akupun dg terpaksa memblokmu di akun y lain.

Seminggu saja aku mampu tanpa melihat apapun drimu. Lalu krna kebtuhan penting aku menyimpan nomormu lagi, eh secra otomatis kaupun ada lagi di WA-ku.

Aku membiarkannya hingga kmrin, tapi,  kau tahu apa hasilnya? Begtu aku melihatmu yang sudah bermalam malam hdir dalam mimpiku, kekuatanku melemah. Aku gagal move on.

Jujur, aku sngat terpikat pda ketampanan parasmu, aku jatuh cinta semkain besar. Aku punya satu fotomu y skitar 7 tahun silam. Bagiku, aku yang menggilai foto itu seolah kini kau masih seperti dlu.

Kau tahu, kegilaanku membuat pertahananku runtuh lgi, apalgi tatapan matamu. Aku hrus berbuat apa hah?? Menghindarimu, itu sungguh tdk mudah.

Mungkin dalam beberpa bulan ke dpan aku akan dpat melupakanmu, seiring waktu y berjalan tanpa aku dpat bertemu dgmu. Tapi ketahuilah, sampai saat ini "Rasa Gilaku" itu masih ada.

Jika saja kau bolehkan aku menyampaikan bahwa AKU SANGAT RINDU, mgkin aku tdk akan sesakit ini. Kau pasti tak tahu sesak di dadaku ini bagaimana.

Hatiku seperti gemuruh di atas genteng, bertempur begtu dahsyat. Aku bukan ingin memaksamu. Aku tahu mustahil bagimu kembali padaku meskipun hanya untuk sekedar mnjdi pelipurmu di hujung malam lgi.

Aku tahu, aku punya seribu kekurangan y mungkin tak akan membuatmu sedikit melirik kepdaku. Aku tahu yang kau miliki sudah sngat sempurna, tapi tdk kah kau sdkit mengerti hatiku ini???

Kau pergi setelah semua anganku berlabuh, jujur aku seperti kepingann tak berguna yang kau campakan. Jika saja aku tahu setelah kau tau aku lalu kau pergi, mungkin itu tak akan pernah aku untukkan padamu.

Aku sngat memikirkanmu, siang malamku, kau saja stu di benak. Tak mau pergi mesti aku sudah meracuninya.

Mungkin, jika aku tak melihatmu, aku mudah saja melupakanmu. Syangnya, smpai kini ak belum mampu.

Ingin sekali aku menyapu beribu x, tapi rasa tak mungkin menghalangiku. Syukur krna semua ini aku lakukan demiNya, tapi aku tdk kuasa.

Hei, mngapa kau begtu kejam??
Jelas kau dan aku pernah sekata, lalu mngapa kini seolah aku tak bermakna. Aku seperti tk mengenalmu. Aku seprti tk pernah menyentuh harimu.

Kau sngat tega syang, mgapa aku seperti tak kau kenali?? Mengapa seakan aku tak pernah melukis hari dan  malammu???

Aku berharap kau tak pernah lupakan semua itu.
Kau pernah menyatakan rindu dan ingin bersamaku. Kau pula pernah berkata "Ini murni keinginanku. Aku akan ada sampai kau tiba di garis finishmu. Kau tahu artinya ini tanpa aku hrus mendefiniskannya kepdamu" Kaupun mngatakan "Jgn bertanya apapun lagi, kau bersamaku kini, maknai sndri"

Akupun memaknakannya sebab kau beri aku kebebasan memberi arti dri rasamu selaku aku bukan org awam y kau sebut. Bagiku kaupun ingin berhati saat itu meski halangannya jelas nyata bgtu besar.

Tpi mngapa seketika kau menghilang? Iya, aku tahu alasanmu jelas sekali. Tapi masak bgtu cepat? Semudah itukah kasihmu? Atau tebakanku benar adanya bhwa kau hnya bersandiwara?  Atau kini kau berusha seolah tkd ada apapun, hei, aku bgtu bingung melihatmu.

Kau lucu sekali, kau bgtu hebat melakonkan dirimu.
Sampai aku saja ingin trus bertanya, apakah aku sudah kau blokir dri hati n ingatanmu? Atau aku sudah lenyap ???

Aku sngat berharapp kaupun mengingatku dlam harimu. Kau tau??
Aku benar2 bingung, setiap hari aku bertanya, siapa y dlunya setiap saat ada menyambut haatiku??
Siapa y bersamaku pda "minggu" itu?? Mngapa seolah olah dan seakan akan..

Ahhhhh, sudahlah, aku yakin dg kebingunganku ini kau smkin benci kepdaku meski sbrnya y aku harapkan adlah ibamu. I miss u Pimen.

30 Mei 2016

Jumat, 27 Mei 2016

Malam

Angin mulai bersiul kencang
Hujan mulai menangis ringan.
Sejuk percikan air matanya mulai menjilat dinding kamarku
Nyamukpun dengan nafsu mencumbuiku dalam gelap :)

Aku lemah, takut dan dinginnnn

Rabu, 25 Mei 2016

Penebar Asa Sejati

Penebar Asa Sejati

Mungkin kau telah amnesia
Cobalah ingat kembali wahai kasih
Dulu, kau pernah
Imingkan aku seribu berlian
Nyatanya
Hanya serpihan kerikil saja
yang kau suguhkan

Kau memang sangat manis
Semua insan kau lumpuhkan
Kaulah pedaya handal
Ada milyaran sajak manis darI bibirmu
Dengan mudah kau sulap sesiapapun
Kau tak perduli nanti
bisamu hanya mengabaikan
meski terkadang pinta itu sugguh adanya

kau dengan sengaja buatku asa-asaan
tak kau bacakah kisahku?
aku sangat mengasakanmu
sayangnya asaku telah engkau patahkan
bersebabkan kau terlalu lihai.

FLEFF, 24 Mei 2016

Selasa, 24 Mei 2016

Izin itu Milikmu

Biarlah, jika benar kau yang disebut kasih
aku rela jika kau saja yang berperan di hariku
aku tak mengapa bila kelak kau selalu yang menjadi bayanganku

sebab aku sudah memberimu izin
untuk tetap tinggal di hatiku
ini demi kau yang kuberi nama rindu
#Kau istimewa
FLEFF

Karena Dia, Tamu Indah

Karena Dia, Tamu Indah

Akhirnya dia (tamu indah) telah datang
Sekian lama sudah ia kunanti
Penuh gelisah, murka dan juga cerca

Orang-orang terkena serapah
Tanpa sebab tercaci maki
Amarah itu memuncak
Pada detik akhir ia kan hadir

Dialah tamuku yang indah
Rutin menyapaku
Meski terkadang belum kuundang
Terkadang dengan lelah kunanti tapi tak jua ia singgah

Kini, sebuah lembaran sedang asik kuukir
Berharap sempurna sampai laman akhir
Terpaksa kututup
Harapku tak ada noda lagi di dalamnya

Selamat datang tamuku
Semoga  kau tak mengajakku larut kepadamu.

Fistar Leasa E.F.F
Banda Aceh, 24 Mei 2016

Senin, 16 Mei 2016

Ngilu

Aku sudah terlalu sering merasa ngilu

Ia Tamu Bernama Rindu


Karya Fistar Leasa EFF (Pipop)

Hai kamu!
Bolehkah kau kuberi nama rindu?
Kau telah hilir mudik di hatiku
Kerap bermain di benakku
Maka wajarlah jika aku merindu

Kau laksana penguasa dalam hariku
Tiada henti aku memikirkanmu
Bersediakah kau tinggal lama di sana??
Aku membutuhkanmu
Bagai daun sedang berfotosintesis

Aku menyebutmu Cinta
Meskipun aku tau
Engkau hanyalah tamu
Yang kelak akan pergi lagi
atau ada di hidupku sampai kau bosan
Sebab tamu sudah begitu adanya
Akan tetap terus begitu

Lalu, aku akan kecewa lagi
Pada tamu yang kuberi nama rindu
Ia akan pergi menghilang
Seiring pagi yang dijemput petang
Lalu senja datang, meninggalkan bekas
Bekas gelap ibarat hatiku yang duka

Akhirnya aku tiba di kisah sinonim lagi
Merindu yang tak pasti
Kemudian kembali menanti
Menanti satu kasih yang kan kupanggil Sayang

Dia yang sejati, kan setia menemaniku
mengisi hariku menuju ridhaNya
Dialah imamku di masa depan
Bersama dalam ibadah
Tuk menggapai surgaNya di akhirat kelak
Saat itulah hati akan bahagia.

Banda Aceh, 16 Mei 2016