Mungkin kau mngira bahwa aku tidak pernah belajar menghpus rasaku. Jika itu yang kau pikir, kau sudah salah syang.
Perlu kau tahu, bahkan aku sudah berjuang untuk melupakanmu. Aku sngaja membuangmu dari bnyak akun y dpat aku menghubungimu.
Aku menghapusmu dlu tuk pertama x demi kebaikan layaknya y kau pinta, slanjutnya aku masih punya kesmpatan mnghubungimu, maka demi agama dan juga akhiratku akupun dg terpaksa memblokmu di akun y lain.
Seminggu saja aku mampu tanpa melihat apapun drimu. Lalu krna kebtuhan penting aku menyimpan nomormu lagi, eh secra otomatis kaupun ada lagi di WA-ku.
Aku membiarkannya hingga kmrin, tapi, kau tahu apa hasilnya? Begtu aku melihatmu yang sudah bermalam malam hdir dalam mimpiku, kekuatanku melemah. Aku gagal move on.
Jujur, aku sngat terpikat pda ketampanan parasmu, aku jatuh cinta semkain besar. Aku punya satu fotomu y skitar 7 tahun silam. Bagiku, aku yang menggilai foto itu seolah kini kau masih seperti dlu.
Kau tahu, kegilaanku membuat pertahananku runtuh lgi, apalgi tatapan matamu. Aku hrus berbuat apa hah?? Menghindarimu, itu sungguh tdk mudah.
Mungkin dalam beberpa bulan ke dpan aku akan dpat melupakanmu, seiring waktu y berjalan tanpa aku dpat bertemu dgmu. Tapi ketahuilah, sampai saat ini "Rasa Gilaku" itu masih ada.
Jika saja kau bolehkan aku menyampaikan bahwa AKU SANGAT RINDU, mgkin aku tdk akan sesakit ini. Kau pasti tak tahu sesak di dadaku ini bagaimana.
Hatiku seperti gemuruh di atas genteng, bertempur begtu dahsyat. Aku bukan ingin memaksamu. Aku tahu mustahil bagimu kembali padaku meskipun hanya untuk sekedar mnjdi pelipurmu di hujung malam lgi.
Aku tahu, aku punya seribu kekurangan y mungkin tak akan membuatmu sedikit melirik kepdaku. Aku tahu yang kau miliki sudah sngat sempurna, tapi tdk kah kau sdkit mengerti hatiku ini???
Kau pergi setelah semua anganku berlabuh, jujur aku seperti kepingann tak berguna yang kau campakan. Jika saja aku tahu setelah kau tau aku lalu kau pergi, mungkin itu tak akan pernah aku untukkan padamu.
Aku sngat memikirkanmu, siang malamku, kau saja stu di benak. Tak mau pergi mesti aku sudah meracuninya.
Mungkin, jika aku tak melihatmu, aku mudah saja melupakanmu. Syangnya, smpai kini ak belum mampu.
Ingin sekali aku menyapu beribu x, tapi rasa tak mungkin menghalangiku. Syukur krna semua ini aku lakukan demiNya, tapi aku tdk kuasa.
Hei, mngapa kau begtu kejam??
Jelas kau dan aku pernah sekata, lalu mngapa kini seolah aku tak bermakna. Aku seperti tk mengenalmu. Aku seprti tk pernah menyentuh harimu.
Kau sngat tega syang, mgapa aku seperti tak kau kenali?? Mengapa seakan aku tak pernah melukis hari dan malammu???
Aku berharap kau tak pernah lupakan semua itu.
Kau pernah menyatakan rindu dan ingin bersamaku. Kau pula pernah berkata "Ini murni keinginanku. Aku akan ada sampai kau tiba di garis finishmu. Kau tahu artinya ini tanpa aku hrus mendefiniskannya kepdamu" Kaupun mngatakan "Jgn bertanya apapun lagi, kau bersamaku kini, maknai sndri"
Akupun memaknakannya sebab kau beri aku kebebasan memberi arti dri rasamu selaku aku bukan org awam y kau sebut. Bagiku kaupun ingin berhati saat itu meski halangannya jelas nyata bgtu besar.
Tpi mngapa seketika kau menghilang? Iya, aku tahu alasanmu jelas sekali. Tapi masak bgtu cepat? Semudah itukah kasihmu? Atau tebakanku benar adanya bhwa kau hnya bersandiwara? Atau kini kau berusha seolah tkd ada apapun, hei, aku bgtu bingung melihatmu.
Kau lucu sekali, kau bgtu hebat melakonkan dirimu.
Sampai aku saja ingin trus bertanya, apakah aku sudah kau blokir dri hati n ingatanmu? Atau aku sudah lenyap ???
Aku sngat berharapp kaupun mengingatku dlam harimu. Kau tau??
Aku benar2 bingung, setiap hari aku bertanya, siapa y dlunya setiap saat ada menyambut haatiku??
Siapa y bersamaku pda "minggu" itu?? Mngapa seolah olah dan seakan akan..
Ahhhhh, sudahlah, aku yakin dg kebingunganku ini kau smkin benci kepdaku meski sbrnya y aku harapkan adlah ibamu. I miss u Pimen.
30 Mei 2016