Ke mana aku harus tulis perasaan aku biar kamu bisa baca? Facebook kamu udh aku blokir, Instagram juga. Berhari hari aku menunggu pesan dari kamu untuk memintaku membuka blokir dari akun2 media sosial kita itu tapi sampai detik ini sekalipun tidak kamu minta.
Aku bilang aku gk egois ya terbukti aku mempertahankan ide aku tanpa mau bertindak tanpa pinta darimu, tapi di lain sisi aku tak ingin membuka blokir itu karena aku malu sendiri, aku malu dg kelakuanku, habis blokir minta buka. Percayalah, setiap hari aku berharap kita sudah berteman lagi, sebab apa? Mungkin bagimu bila kau mau dan bila kau membutuhkan kabar tentangku karena kau punya sandi dari kedua akun akun itu...
Aku rindu syaang, benar2 rindu, pengen kita bisa kayak pertama kali kenal dan dekat, saling merindu dan memberi kabar, setiap hari aku ingin sekali tau apa saja kegiatan barumu, foto terbaru atau status caption2 terbarumu tapi aku malu.
Sebenarnya pas udah baikan, kamu bilang kamu masih sayang, masih serius dan masih mau sama aku, aku udh buka blokir 2 itu, tapi Facebook dan instagrammu harus terkunci, setiap kirimanmu ada batasan pengunjungnya, hanya orang yg berteman dg mu yg bisa tau isi statusmu, begtu juga dg instagrammu, hanya pengikut mu yg bisa melihat semua kirimanmu, sedangkan aku sudah beberapa hari mengirim permintaan itu kepadamu, tapi sampai tulisan ini kutulis, 30 Juni 2018, kamu tetap belum menerimanya.
Meski 28 Juni 2018 kamu bilang bahwa hp mu hilang dan kamu gk bisa hubungi aku krna gk hafal nomor kontak aku atau apalah, meski aku menyaksikan sendiri bahwa whatsapp dan dan nomormu tidak bisa dihubungi, sudah tak bisa diliat dari 26 Juni 2018...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar