Sabtu, 30 Juni 2018

Katamu Nanti Kita Telponan

Aku emg yakin kalau perasaan kamu ke aku itu EMG udh berubah, gk sama kayak dulu lagi.

"Kamu  udh bosan kan sama aku?"

Walau kamu selalu bilang "I love u, Abang masih sayang sama adek, jangan samakan Abg dg orang lain, itu orang, Abg ngk kayak gitu"

Bagiku, semua yg kamu lakukan sekarang itu menunjukkan kalau kamu memang sdg berusaha untuk menjauh dari aku.

Apapun alasanmu, aku yakin kamu EMG menghindar karena kamu udh bosan, udh gk suka. Masalahnya kamu kenapa gk mau jujur bang? Kenapa?

Kenapa masih seakan menahan aku padahal kamu udh gk mau?

Kamu bilang, habis isya kita lanjut telpon, skrg kamu lagi sibuk ketika aku telpon habis asar.

Padahal dulu, kegiatan kamu kan sama dlu dan skrang, kerja juga, tapi dlu kok gk pernah ya kamu bilang sibuk, kok dlu kamu gk pernah diam lama klo aku telpon, bahkan kamu pasti akan selalu menelpon balik.

Aku cukup menelponmu sekali, pasti kamu akan berulang kali menelpon lagi dan tetap mendengarkan aku dg baik, tapi skrang, 2 menit saja kamu udh diam dg alasan rame orang, lagi sibuk lah, nanti lagi ya kita sambung, eh aku tunggu, sampai jam 20.50 pun kamu gk telpon2 juga...

Apa aku harus mulai dluan lagi? Aku bukannua egois bang, tapi klo aku terus yg mulai hubungi kamu, dg keadaan kamu yg EMG udh bosan sama aku, kamu pasti akan semakin gk suka, iya kan?

Tapi klo aku tunggu kamu juga, ya kita gk akan  telponan juga...

Aku harus apa?

Sedangkan Tgk itu udh berulang x tlpon aku hari ini, chat ini itu, tapi hatiku masih tetap milik kamu, bahkan aku gk suka dichat dia.

Aku hanya sekadar menghargai doank..
Bang, Abang kenapa? Ayolah jujur, klo Abg udh gk sayang, kenapa Abg gk terima permintaan aku untuk kita udahan hubungan ini?

Aku bingung apa maunya abg, mau nyiksa aku ya? Sengaja mau buat aku kecewa?

Iya?

Atau mau balas dendam krna aku  minta putus sesuka ku kemarin2? Jadi kamu dendam dan mau buat aku merasa kehilangan kamu, gitu?

Aku minta maaf, tpi tolonglah jgn begini, aku rindu sikap kamu yg dulu...

Jumat, 29 Juni 2018

Aku Mau Kamu Oky, Gak Mau Dia

Aku gak tau harus kasih tau ke kamu gimana bahwa Tgk Mis datang lagi wlo masih dalam tempo yg lama untuk menikah..

Aku cuma mau kamu. Aku masih pegang janji kamu. 3 bulan tunangan sejak perkenalan awal.

Aku gk mau pilih dia bang, aku gk cinta, aku takut, bersamanya aku gk akan bisa taat. Aku gk bisa melayani dia dg baik. Meski kata orang, cinta setelah menikah pasti akan lebih besar rasanya, pasti akan tumbuh dg sendirinya. Tapi aku gak mau. Meski aku tau jaminan bahwa stlah menikah rasa sayang terhadap pasangan akan bertambah dg sendirinya dan akan semakin sayang tapi aku maunya semua itu bersama kamu bang, bukan sama orang lain...

Aku gk tau mau kasih tau kamu gimana. Kalau aku hubungi kamu dan bahas soal ini lagi, kamu pasti marah dan cuek dan diamin aku dg bilang "Kalau EMG udh gk sanggup, yaudah pilih aja orang lain, gk mau bahas itu2 aja, Abg pasti kok tepati janji Abg, Abg komitmen"

Aku gk mau kamu jawab gitu, krna itu seolah kamu melepaskan aku bgtu saja dan gk peduli..

Tpi kalau aku gk ksih tau kamu, klau sesuatu terjadi, kamu bakal bilang aku yg gak setia, sedangkan saat ini kamu udh gk pernah kasih kabar apapun...

Bang, jujur, aku sngaja blas pesan Tgk Mis lewat Messenger , aku berharap kamu buka FB aku dan baca inbox aku dg dia..

Aku sngaja bilang terima dia dtang ke rumah dg tujuan kamu baca dan kamu nekat untuk lebih dulu datang dari pada dia..

Aku pengen kamu menahan aku agar gk memilih dia, karna aku EMG gk mau sama dia, tpi aku berambisi untuk menikah aja klo pun itu terjadi, tpi saat aku blas pesan2 itu, aku hanya berambisi kamu cemburu klo kamu baca...

Percayalah bang, hati elfi cuma mau Abang...

Elfi rindu Tanfidz Oky nya elfi...

Rindu dan benar2 rindu, meski gk berkomunikasi, tpi setiap saat elfi ingat Abang dan tetap menganggap Abg masih milik elfi...

Elfi gk dekat dg lelaki manapun, cuma Tgk Mis itu yg elfi ladeni, dan itu baru ini sejak elfi udh pacaran sama Abg...

Sengaja elfi blas lewat FB, pdhal lewat WA bisa klo EMG elfi berniat mengkhianati Abang, toh lewat wa elfi bisa bebas bilang apa aja...

Tpi elfi tetap lanjut ke FB biar Abg tau inti pembahasan kami...

Demi Allah, elfi benar2 mau berubah dari segala hal bang, sikap, sifat, dan marah2 itu...





Kapan Kamu Gak sibuk Bang?

Pengen telpon takut ditolak atau baru sebentar ngomong udh dimatiin dg alasan sibuk atau apalah...

Pengen SMS, takut hp nya sama bang Okas atau Farhan atau malah di tangan mamak, krna katamu itu nomor hp di toko dan nomor mamak...

Jadi aku harus hubungi siapa? Aku cuma tau 1 nama temanmu, bang Phady, udh kucoba chat, tpi belim dibaca...

Mau WA kamu, telpon nomor kamu, katamu hilang, dan aku liat juga WA mu udh gk aktif....

Jadi aku bingung harus gimana, yg jelas aku pengen kamu tau, aku rindu...

Pengen ngobrol dan bahagia kayak dlu...

Mau buat status di FB atau Instagram, kamu pasti gk akan buka juga, apalagi kita udh gk berteman lagi di media sosial.

Jadi aku bingung gimana caranya ngasih tau kamu dan bkin kamu mau bicara dan telpon aku...

Bang, Abg kenapa berubah?

Rindu Kamu Oky

Aku rindu, aku rindu aku rindu...
Kata apa selain rindu yg bisa aku tulis agar kamu tau dan percaya bahwa sejak kita jauh dari 14 Juni 2018 itu setiap harinya aku rindu, terlebih seminggu ini aku gk bisa lupain kamu...

Malam ini, Tgk Mis meminta izin untuk melamar setelah lebaran haji ini. Aku bingung harus jawab apa, dia bertanya dan mengirimkan pesan dg begitu menegangkan.

"Abang ingin datang ke rumah setelah haji nanti, kalau adek bersedia "

Apa yg harus aku jawab?
Dg keadaan hubungan kita yg udah renggang begini, kamu yg udah gk pernah ngasih kabar lagi, dg aku yg juga gk berani untuk memulai menghubungi kamu sudah pasti aku merasa kamu udah gk menginginkan aku lagi, kamu udh gk serius mencintai dan berniat menikah dg ku lagi.

Saat pikiran2 itu datang, rasanya aku segera ingin membalas "Iya, Aku bersedia" dg alasan aku memang sudah sangat ingin menjadi seorang istri, punya suami dan menjadi seorang ibu, menjadi permpuan sempurna meski aku sudah tak sempurna...

Tapi saat hendak aku membalas begtu, ada yg sakit dan sesak di dadaku. Aku tidak bisa menjawab itu krna di hatiku saat ini hanya ada kamu meski udh 2 Minggu hubungan kita udh gk dekat meskipun baik tapi baik krna tak saling berkomunikasi.

Saat aku yakin Tgk Mis mgkin lelaki terbaik yg menginginkanku, yg menerima aku apa adanya, tapi di saat itu juga hatiku merintih sakit, air mataku jatuh, aku sedih dan begtu kuat ingatanku mengenang semua manisnya hatiku ketika bersamamu.

Seakan, bila aku balas "Bersedia" maka detik itu juga aku sudah melepaskanmu dan aku kehilangan kamu. Sedangkan di hati, aku tak pernah menduga hal itu akan terjadi lagi krna kali ini aku sudah begitu mencintaimu.

Aku gk mau kehilangan kamu Bang. Aku mencintaimu meski kamu terlalu sempurna untuk Aku. Kita memang berbeda, tapi kedekatan kita di awal berlandaskan kecocokan dan kenyamanan dg rasa sama2 saling menginginkan walau akhirnya mungkin kamu merasa enggan dan merasa kita sudah tak cocok lagi krna aku yg punya banyak kekurangan dari fisik maupun batin. Aku sadar.

Tapi aku benar2 gk mau kamu jauh dari aku dan gk jadi milik aku.
Iya, aku tau aku pasti akan siap dan bisa menjalani hari aku ke depan tanpa kamu. Aku tau aku pasti bisa ikhlas melepaskan mu KLO EMG Allah tidak mentakdirkan kita untuk hidup bersama ya aku gk bisa berbuat apa apa, aku tahu itu.  Maslahnya aku gak mau, aku udh terlalu yakin dan banyak berharap bahwa kamu lelaki yg aku harapkan selama ini. Yg menikah dgku  krna aku mencintai org yg menikahiku itu..

Aku berharap bisa hidup dg baik bersamamu, tapi entahlah , aku sudah merasa bgtu jauh darimu.

Sampai kau terlihat bgtu enggan untuk menyapaku. Meski di wktu waktu luang yg katamu kamu terlalu sibuk saat ini...

Aku hanya ingin membuktikan ke kamu, setidaknya aku bukan lah wanita yg tak setia seperti katamu dan kataku sesuai ceritaku di masa lalu. Aku ingin menunjukkan ke kamu bahwa aku benar2 ingin menjadi orang yg lebih baik meski bukti yg ada saat ini aku tak jauh lebih baik ketika sudah bersamamu.

Setidaknya, aku tidak akan menerima pinangan siapapun selama belum 3 bulan janji aku menunggumu, dan selama kamu belum bilang hubungan kita sudah berakhir putus, maka aku akan tetap setia menunggu kabar darimu, bgtupun dg pertunangan yg kamu janjikan...

Aku ingin kamu tau, bahwa aku lebih baik memilih kamu yg aku cintai dan menolak lelaki lain yg tak pernah aku cintai meski aku tau merka2 itu benar2 tulus dan ikhlas menginginkanku, termasuk lelaki yg ingin dijodohkan oleh keluargaku.

Percayalah, semua ini bukan karangan meski menurutmu aku tak pantas berkata sok laku begini, tapi inilah kebimbangan dan dilemaku saat ini...

I Miss and love u so much Oky...

Untukmu Oky

Ke mana aku harus tulis perasaan aku biar kamu bisa baca? Facebook kamu udh aku blokir, Instagram juga. Berhari hari aku menunggu pesan dari kamu untuk memintaku membuka blokir dari akun2 media sosial kita itu tapi sampai detik ini sekalipun tidak kamu minta.

Aku bilang aku gk egois ya terbukti aku mempertahankan ide aku tanpa mau  bertindak tanpa pinta darimu, tapi di lain sisi aku tak ingin membuka blokir itu karena aku malu sendiri, aku malu dg kelakuanku, habis blokir minta buka. Percayalah, setiap hari aku berharap kita sudah berteman lagi, sebab apa? Mungkin bagimu bila kau mau dan bila kau membutuhkan kabar tentangku karena kau punya sandi dari kedua akun akun itu...

Aku rindu syaang, benar2 rindu, pengen kita bisa kayak pertama kali kenal dan dekat, saling merindu dan memberi kabar, setiap hari aku ingin sekali tau apa saja kegiatan barumu,  foto terbaru atau status caption2 terbarumu tapi aku malu.

Sebenarnya pas udah baikan, kamu bilang kamu masih sayang, masih serius dan masih mau sama aku, aku udh buka blokir 2 itu, tapi Facebook dan instagrammu harus terkunci, setiap kirimanmu ada batasan pengunjungnya, hanya orang yg berteman dg mu yg bisa tau isi statusmu, begtu juga dg instagrammu, hanya pengikut mu yg bisa melihat semua kirimanmu, sedangkan aku sudah beberapa hari mengirim permintaan itu kepadamu, tapi sampai tulisan ini kutulis, 30 Juni 2018, kamu tetap belum menerimanya.

Meski 28 Juni 2018 kamu bilang bahwa hp mu hilang dan kamu gk bisa hubungi aku krna gk hafal nomor kontak aku atau apalah, meski aku menyaksikan sendiri bahwa whatsapp dan dan nomormu tidak bisa dihubungi, sudah tak bisa diliat dari 26 Juni 2018...

Selasa, 19 Juni 2018

Rindu Setengah Mati

Belum semenit pun kamu lenyap dari pikiranku.
Aku terus teringat padamu dan menunggu kamu menghubungiku lagi.

Percayalah, aku sudah tidak marah lagi, melainkan saat ini hanya ada rindu untukmu.

Aku malu untuk menyapamu duluan setelah semua akunmu aku blokir.

Tapi aku sangat berharap kamu duluan yg menghubungiku, maka dg siap aku akan segera menjadi baik dan meminta maaf kepadamu.

Sedari pagi tadi, pikiran dan hatiku tak tenang, ada kah kamu juga teringat kepadaku?

Aku menyesal meminta perpisahan dgmu, krna sejujurnya aku masih sangat menyayangimu, masih menginginkanmu dan aku masih takut kehilanganmu.

Aku masih ingin menjadi yg kamu cintai, yang kamu impikan dan yang mendapatkan hatimu sepenuhnya...

Aku terlalu kesal semalam krna aku capek dg sikap kamu yg sangat dingin itu. Aku maunya kamu ngomong panjang lebar ke aku, jelasin semua yg aku utarakan ke kamu.

Aku sudah terlalu sering mengambil keputusan dadakan seperti ini, ujung2nya aku sakit dan kecewa sndiri krna apa?

Lama kelamaan aku tau kamu pasti akan kesal juga hingga akhirnya kamu pun berusaha menahan dirimu untuk datang kepada ku lagi, akhirnya apa?

Kita saling terbiasa tak mengghubunhi lagi, saling terbiasa tak membutuhkan satu sama lain lagi, saling melupakan dan tak saling merindukan lagi.

Akhirnya, entah siapa dluan yg akan move on, yg jelas, yg terlambat move on pasti akan menyesal, dan biasanya itu aku yg susah move on kecuali aku lgsung mendapatkan penggantimu, masalahnya skrg, aku gk mau gantiin kamu dg siapapun....

Lalu, apa yg harus aku lakukan skrg? Aku berharap kamu telpon dan minta balikan, aku janji gk akan marah2 lagi, akan lebih sabar dan ngertiin kamu, akan lebih sopan dan membaikkan sikap dan kelakuan serta kata2 ku...

Sungguh, aku rindu kamu...

Aku gk bisa jauh dari kamu.

Pengen minta maaf dluan tapi gengsi, sebab aku pula yg kekeh minta putus, pdhal kamu udh bilang "Aku masih sayang, aku gk mau putus, aku mau kita baik2 aja"

Tapi aku gk percaya krna perubahan sikap mu itu selama lebaran ini..

19 Juni 2018
My Tizet
Tz