Fistar Leasa

Bermimpi satu kesengan harianku. Berbagi dengan dia yang meminta. Ramah dengan semua yang menantiku jika ia yang kupinta. Tiada jeda pada seribu kata y kututur juga yang tertulis. Semua hal sama hingga takut bukanlah pilihan. Menyatakan segala yang nyata adalah jatiku. Meski gelas itu sudah pecah, bagiku akan tetap sama bila sudah disatukan kembali. Aku mengalir seadanya, bagaikan asa sang penantiku. Itulah Aku, PiePop.

Senin, 20 Juni 2016

Pena Kabut: LOMBA PENULISAN CERPEN

Pena Kabut: LOMBA PENULISAN CERPEN
Diposting oleh Unknown di 15.46
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2019 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (42)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (24)
    • ►  April (2)
  • ►  2017 (34)
    • ►  November (1)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (6)
  • ▼  2016 (24)
    • ►  November (7)
    • ►  Agustus (1)
    • ▼  Juni (1)
      • Pena Kabut: LOMBA PENULISAN CERPEN
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2015 (13)
    • ►  Desember (13)
Tema Kelembutan. Diberdayakan oleh Blogger.